{"id":2029,"date":"2023-10-02T15:28:32","date_gmt":"2023-10-02T15:28:32","guid":{"rendered":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?p=2029"},"modified":"2025-06-12T13:09:28","modified_gmt":"2025-06-12T13:09:28","slug":"pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/","title":{"rendered":"Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Serupa Tapi Tak Sama"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reseller<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropship<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan dua sistem jualan yang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal tersebut bisa Anda lihat dari segi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">effort <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">masing-masing bisnisnya. Nah, biar lebih mengenal keduanya, mari simak artikel berikut ini sampai habis!<\/span><\/p>\n<h2><strong>Apa Itu Reseller dan Dropship?<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah Anda tahu, baik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropship <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan dua pekerjaan yang berhubungan dengan urusan dagang. Namun, keduanya tetap punya cara berbeda dalam menjual barangnya pada konsumen, ya.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sendiri merupakan seseorang yang membeli produk dengan harga tertentu, kemudian menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Dari selisih harga inilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa dapat keuntungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropship <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah pihak ketiga yang bekerja sama dengan pemilik toko atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">barang. Tujuannya untuk memasarkan produknya saja. Jadi, ketika ada pesanan datang, maka pemilik toko atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan menyediakan produk sekaligus mengirimkannya pada konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, bisa dibilang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropshipper<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah perantara. Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropshipper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hanya akan mendapatkan untung atas jasanya saja dalam menjualkan produk tersebut. Namun, secara umum, kedua jenis pekerjaan ini bisa Anda lakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-reseller\/\">Reseller: Pengertian dan Perbedaan Dengan Dropshipper<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>Perbedaan Reseller dan Dropship<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah paham soal pengertian keduanya, maka Anda juga harus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tahu apa saja perbedaan dari dua jenis pekerjaan ini. Apa saja ya kira-kira? Ini penjelasannya:<\/span><\/p>\n<h3><strong>Model Bisnis<\/strong><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dropship <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebenarnya adalah bisnis yang memanfaatkan sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online marketing. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, pelaku bisnis ini tidak usah memikirkan tempat untuk menyimpan stok barang jualannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada pesanan masuk, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropshipper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">cuma perlu menghubungi pihak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">barang. Nantinya, pihak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun akan mengurus dan mengirimkan barang pesanan ke alamat konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan menjalankan usahanya dengan cara menjual kembali produk dari pihak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau penyedia barang. Jadi, mereka tetap harus memikirkan tempat untuk menyimpan stok.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Modal Bisnis<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropship<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">selanjutnya bisa Anda lihat dari besaran modal untuk membuka usaha. Untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">biasanya akan butuh modal awal cukup besar. Sebab, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">harus beli barang yang akan dijual lebih dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah yang menyebabkan barang dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">punya selisih harga cukup signifikan, yakni antara 20% hingga 50% dari harga belinya. Dari selisih harga inilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat keuntungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropshipper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak perlu mengeluarkan modal sedikit pun. Sebab, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropshipper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak perlu menyimpan stok barang dagangan. Jadi, mereka juga tidak perlu menaikkan harga barang karena tidak memerlukan modal awal. Nantinya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropshipper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan dapat komisi dari barang yang berhasil terjual.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>Keuntungan<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan selanjutnya adalah dari keuntungan yang masing-masing hasilkan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa dapat keuntungan jauh lebih besar dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropshipper. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya, barang yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jual mendapat harga khusus dari pihak penyedia barang atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropshipper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hanya akan dapat keuntungan beberapa persen dari setiap produk yang berhasil terjual. Jadi, semakin banyak produk yang berhasil terjual, maka persentase keuntungan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropshipper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga makin besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>Strategi Pemasaran<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan selanjutnya terlihat dari strategi pemasaran. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">melakukan pemasaran dengan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">direct selling <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau penjualan langsung kepada konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropshipper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">biasanya akan pakai metode pemasaran melalui media sosial. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dropshipper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan menjual dengan mengulas produk untuk menarik konsumen agar tertarik dan mau membeli.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Risiko<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropship<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lainnya adalah dari segi risiko. Keduanya mungkin terlihat mudah, tapi jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropshipper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga punya risiko tersendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropshipper, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">risiko yang bisa terjadi adalah waktu ada pesanan tapi barangnya kosong. Jadi, mau tidak mau Anda pun harus menolak dan tidak akan mendapatkan pemasukan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dropshipper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hanya bisa mulai jualan lagi kalau stok barangnya sudah terisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara risiko buat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah ketika barangnya tidak laku terjual. Sudah pasti, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan mengalami kerugian. Akhirnya, barang tersebut pun akan dijual dengan harga rendah daripada tidak terjual sama sekali.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Waktu Pengiriman<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan terakhir bisa Anda lihat dari lamanya waktu pengiriman. Reseller tentu tahu berapa stok barang yang mereka miliki. Jadi, setelah menerima pesanan, pihak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa langsung mengemas dan mengirimkan barangnya pada hari yang sama ketika konsumen memesan. Tentu saja, ini akan mempercepat waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropshipper, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mereka harus bertanya terlebih dahulu kepada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mengenai ketersediaan barangnya maupun proses pengirimannya kepada konsumen. Jadi, proses ini sudah pasti akan lebih memakan waktu.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-dropship-shopee\/\">Cara Menjalankan Bisnis Dropship di Shopee<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>Kelebihan dan Kekurangan Reseller<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda sudah tahu perbedaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropship<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Lantas, apa sih kelebihan dan kekurangan dua sistem penjualan tersebut? Nah, berikut ini ada beberapa kelebihan serta kekurangan jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang wajib Anda tahu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>Kelebihan Reseller<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Tahu stok barang karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menyediakan sendiri barang-barang yang akan dijual.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa menjelaskan kondisi barang secara detail.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menerima pesanan secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">offline.<\/span><\/i><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Memungkinkan mendapatkan margin keuntungan lebih besar. Terlebih jika pihak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sering memberikan diskon khusus untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller<\/span><\/i><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa menekan harga jual kembali, karena harga grosir yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berikan. Tentu saja, hal ini memungkinkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk menarik lebih banyak pelanggan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Kekurangan Reseller\u00a0<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Butuh modal cukup besar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harus mengemas dan mengirimkan barang sendiri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu tempat untuk menyimpan barang jualan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/menjadi-dropshipper-di-shopee-dan-ide-barangnya\/\">Cara Dropship Shopee dan Jenis Barang yang Bisa Ditawarkan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>Kelebihan dan Kekurangan Dropship<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, berikut ini ada beberapa kelebihan serta kekurangan menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropship <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang wajib Anda tahu:<\/span><\/p>\n<h3><strong>Kelebihan Dropship<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak butuh modal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baik pengemasan maupun pengiriman dilakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier.<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa bekerja dari mana saja dan kapan saja. Sebab, komunikasi dengan konsumen terjadi secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online.\u00a0<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak perlu tempat buat simpan barang jualan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meminimalisir risiko kerugian akibat stok barang tidak laku jual.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa jadi pekerjaan sampingan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Kekurangan Dropship<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Margin keuntungan tidak terlalu besar.<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dropshipper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak akan tahu kondisi barang secara detail.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak tahu stok barang.<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dropshipper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa saja kesulitan dalam menghadapi komplain dari konsumen karena tidak tahu kondisi barang yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kirim.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Risiko kalah saing dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller.\u00a0<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca Juga<\/strong>: <strong><a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-mencari-supplier\/\">Cara Mencari Supplier yang Terpercaya untuk Toko Online<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>Tertarik Menjalankan Usaha sebagai Reseller dan Dropship?<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah penjelasan mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropship<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sekarang coba pertimbangkan sistem yang paling sesuai untuk Anda. Sebagai saran, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dropship<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan lebih cocok buat Anda yang sibuk dan punya sedikit waktu luang. Nah, kalau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reseller<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> cocok buat Anda yang mungkin punya banyak waktu dan ingin memulai bisnis sendiri.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Reseller dan dropship merupakan dua sistem jualan yang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal tersebut bisa Anda lihat dari segi effort masing-masing bisnisnya. Nah, biar lebih mengenal keduanya, mari simak artikel berikut ini sampai habis! Apa Itu Reseller dan Dropship? Seperti yang sudah Anda tahu, baik reseller maupun dropship merupakan dua pekerjaan yang berhubungan dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2031,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[36,35],"class_list":{"0":"post-2029","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-bisnis","8":"tag-dropship","9":"tag-reseller"},"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Serupa Tapi Tak Sama - Biteship<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perbedaan reseller dan dropshipper terletak pada alur penanganan order. Reseller harus memiliki stok, sedangkan dropshipper tidak perlu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Serupa Tapi Tak Sama - Biteship\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perbedaan reseller dan dropshipper terletak pada alur penanganan order. Reseller harus memiliki stok, sedangkan dropshipper tidak perlu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Biteship\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-02T15:28:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-12T13:09:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/reseller-dan-dropship.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"512\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"341\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fauzi Prakoso\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fauzi Prakoso\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\n\t    \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n\t    \"@graph\": [\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Article\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/#article\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/\"\n\t            },\n\t            \"author\": {\n\t                \"name\": \"Fauzi Prakoso\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/1dc40526e5d5d168f04c4872e45d757a\"\n\t            },\n\t            \"headline\": \"Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Serupa Tapi Tak Sama\",\n\t            \"datePublished\": \"2023-10-02T15:28:32+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2025-06-12T13:09:28+00:00\",\n\t            \"mainEntityOfPage\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/\"\n\t            },\n\t            \"wordCount\": 953,\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"keywords\": [\n\t                \"dropship\",\n\t                \"reseller\"\n\t            ],\n\t            \"articleSection\": [\n\t                \"Bisnis\"\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebPage\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/\",\n\t            \"name\": \"Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Serupa Tapi Tak Sama - Biteship\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website\"\n\t            },\n\t            \"datePublished\": \"2023-10-02T15:28:32+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2025-06-12T13:09:28+00:00\",\n\t            \"description\": \"Perbedaan reseller dan dropshipper terletak pada alur penanganan order. Reseller harus memiliki stok, sedangkan dropshipper tidak perlu.\",\n\t            \"breadcrumb\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/#breadcrumb\"\n\t            },\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ReadAction\",\n\t                    \"target\": [\n\t                        \"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/\"\n\t                    ]\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"BreadcrumbList\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/#breadcrumb\",\n\t            \"itemListElement\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 1,\n\t                    \"name\": \"Home\",\n\t                    \"item\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\"\n\t                },\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 2,\n\t                    \"name\": \"Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Serupa Tapi Tak Sama\"\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebSite\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"description\": \"Ship Better and Smarter\",\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"SearchAction\",\n\t                    \"target\": {\n\t                        \"@type\": \"EntryPoint\",\n\t                        \"urlTemplate\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/?s={search_term_string}\"\n\t                    },\n\t                    \"query-input\": \"required name=search_term_string\"\n\t                }\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Organization\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"alternateName\": \"PT Berbagi Inovasi Teknologi\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\",\n\t            \"logo\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png\",\n\t                \"width\": 7206,\n\t                \"height\": 7205,\n\t                \"caption\": \"Biteship\"\n\t            },\n\t            \"image\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"\n\t            },\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/instagram.com\/biteship\"\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Person\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/1dc40526e5d5d168f04c4872e45d757a\",\n\t            \"name\": \"Fauzi Prakoso\",\n\t            \"image\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/011f9d954ca58c458d8e1e389caa04baf7496b52e39f50e133c2c9a440a61f24?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/011f9d954ca58c458d8e1e389caa04baf7496b52e39f50e133c2c9a440a61f24?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"caption\": \"Fauzi Prakoso\"\n\t            },\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"http:\/\/biteship.com\/id\"\n\t            ],\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/author\/fauziatsani\/\"\n\t        }\n\t    ]\n\t}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Serupa Tapi Tak Sama - Biteship","description":"Perbedaan reseller dan dropshipper terletak pada alur penanganan order. Reseller harus memiliki stok, sedangkan dropshipper tidak perlu.","robots":{"index":"index","follow":"follow"},"canonical":"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Serupa Tapi Tak Sama - Biteship","og_description":"Perbedaan reseller dan dropshipper terletak pada alur penanganan order. Reseller harus memiliki stok, sedangkan dropshipper tidak perlu.","og_url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/","og_site_name":"Biteship","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","article_published_time":"2023-10-02T15:28:32+00:00","article_modified_time":"2025-06-12T13:09:28+00:00","og_image":[{"width":512,"height":341,"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/reseller-dan-dropship.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fauzi Prakoso","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fauzi Prakoso","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/"},"author":{"name":"Fauzi Prakoso","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/1dc40526e5d5d168f04c4872e45d757a"},"headline":"Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Serupa Tapi Tak Sama","datePublished":"2023-10-02T15:28:32+00:00","dateModified":"2025-06-12T13:09:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/"},"wordCount":953,"publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"keywords":["dropship","reseller"],"articleSection":["Bisnis"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/","name":"Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Serupa Tapi Tak Sama - Biteship","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-10-02T15:28:32+00:00","dateModified":"2025-06-12T13:09:28+00:00","description":"Perbedaan reseller dan dropshipper terletak pada alur penanganan order. Reseller harus memiliki stok, sedangkan dropshipper tidak perlu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-perbedaan-reseller-dan-dropship\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/biteship.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Serupa Tapi Tak Sama"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","name":"Biteship","description":"Ship Better and Smarter","publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization","name":"Biteship","alternateName":"PT Berbagi Inovasi Teknologi","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","contentUrl":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","width":7206,"height":7205,"caption":"Biteship"},"image":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","https:\/\/instagram.com\/biteship"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/1dc40526e5d5d168f04c4872e45d757a","name":"Fauzi Prakoso","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/011f9d954ca58c458d8e1e389caa04baf7496b52e39f50e133c2c9a440a61f24?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/011f9d954ca58c458d8e1e389caa04baf7496b52e39f50e133c2c9a440a61f24?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fauzi Prakoso"},"sameAs":["http:\/\/biteship.com\/id"],"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/author\/fauziatsani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2029"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3997,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2029\/revisions\/3997"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2031"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}