{"id":2253,"date":"2023-11-06T10:20:12","date_gmt":"2023-11-06T10:20:12","guid":{"rendered":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?p=2253"},"modified":"2023-11-12T23:56:11","modified_gmt":"2023-11-12T23:56:11","slug":"definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/","title":{"rendered":"Definisi Biaya Produksi, Unsur, dan Cara Menghitungnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan bisnis selalu berkaitan dengan manufaktur produksi bahan baku maupun produk jadi. Terkadang, bisnis bukan hanya tentang produk, namun juga perihal bisnis jasa. Apapun jenisnya, aliran keluar masuk suatu produk atau barang membutuhkan rincian <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya produksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rincian tersebut merupakan salah satu aspek terpenting dalam bisnis. Sebabnya, tidak ada perusahaan manufaktur yang bisa berjalan tanpa adanya biaya. Maka dari itu, artikel ini akan membahas mengenai penjelasan, jenis dan cara menghitung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya produksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Agar bisnis Anda semakin lancar, yuk, pahami aturannya di sini!<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apa Itu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya Produksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya produksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">production cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan keseluruhan operasional yang ada pada suatu manufaktur, mulai dari bahan awal hingga bahan jadi. Kegiatan ini mencakup biaya pengeluaran mulai dari perlengkapan, tenaga kerja, bahan mentah, dan persewaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan penjelasan dari para ahli, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">production cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan anggaran yang berhubungan langsung dengan produksi barang yang terdiri dari jumlah bahan langsung, upah langsung, dan anggaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">production cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga menjelaskan terkait upah yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diinginkan. Pentingnya memiliki catatan pengeluaran biaya ini adalah untuk memudahkan perusahaan dalam menganalisa dan mengevaluasi laba rugi secara terstruktur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, ada beberapa tujuan dalam menunjang kepentingan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya produksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghitung profitabilitas dari harga jual produk serta menentukan analisis biaya selama proses pembuatan produk.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengontrol <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">production cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan menyalin, mencatat, dan menyimpan transaksi sehingga bisa mengetahui harga pokok serta harga jual.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Production cost <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berguna dalam perencanaan bisnis selanjutnya, sehingga perusahaan bisa mengontrol aset yang mereka miliki.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan dapat membuat dan mengambil keputusan rencana jangka pendek dalam pembelian bahan baku, alat, dan pembaharuan aset.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan keuangan produksi langsung diserahkan kepada manajer perusahaan. Kemudian, manajer akan melakukan evaluasi dari laporan tersebut sehingga bisa mengoptimalkan proses produksi, serta membuat strategi dan keputusan yang baru.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/pengertian-dan-cara-menghitung-hpp-agar-bisnis-tidak-merugi\/\"> Pengertian dan Cara Menghitung HPP Agar Bisnis Tidak Merugi<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur-Unsur dalam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya Produksi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya, pembuatan rincian keuangan di dalam perusahaan manufaktur mengacu pada beberapa acuan. Langsung saja, berikut ini unsur-unsur untuk menyusun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">production cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Biaya Tetap (Fixed Cost)<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya tetap merujuk pada pengeluaran yang sudah pasti ada setiap bulan dengan jumlah yang konstan. Jadi, anggaran dana pasti ini bukan termasuk rincian proses selama produksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada umumnya, biaya tetap juga tidak mengalami peningkatan meskipun proses produksinya meningkat. Contohnya adalah sewa gedung, administrasi, pajak perusahaan, dan gaji karyawan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Biaya Variabel (Variable Cost)<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur dalam rincian <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya produksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang kedua adalah biaya variabel. Jumlah biaya ini berubah-ubah sesuai dengan produksinya. Dengan kata lain, semakin tinggi hasil produksi, maka pengeluaran anggaran variabel juga akan meningkat. Contohnya adalah pembelian bahan baku.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Biaya Total (Total Cost)<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya adalah biaya total yang merupakan jumlah biaya tetap dan biaya variabel untuk menghasilkan produk jadi. Biaya ini merupakan total pengeluaran mulai dari bahan baku, operasional, hingga pemasaran.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Biaya Rata-Rata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Average Cost)<\/span><\/i><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya rata-rata merupakan jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">production cost per unit <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang nantinya dibagi dengan jumlah produk hasil. Fungsi dari biaya rata-rata adalah untuk menentukan persentase keuntungan yang akan Anda dapatkan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Biaya Marginal<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">(Margin Cost)<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur yang terakhir yaitu biaya marginal atau biaya tambahan yang dibutuhkan saat memproduksi barang. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Margin cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> muncul saat ada pesanan bahan baku atau produk secara mendadak, sehingga muncul anggaran untuk perluasan produksi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, perusahaan bisa mengetahui biaya marginal ketika sudah mengetahui biaya tetap dan biaya variabel. Anda bisa menghitungnya dengan cara membagi peningkatan biaya-biaya dengan perubahan jumlah target produksi.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/biaya-variabel-adalah\/\">Apa Itu Biaya Variabel? Pengertian dan Perbedaannya dengan Biaya Tetap<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Menghitung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya Produksi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Anda mengetahui unsur-unsur dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">production cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sekarang waktunya untuk mendalami cara perhitungannya. Daripada penasaran, langsung saja perhatikan langkah-langkah berikut ini:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Perhitungan Raw Material<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama adalah Anda harus menghitung bahan baku apa saja yang ada dalam laporan laba rugi terkait <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya produksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Terdapat rumus yang bisa memudahkan Anda untuk menghitungnya, berikut rumusnya:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHarga bahan baku = saldo pertama + bahan baku secara keseluruhan \u2013 jumlah saldo raw material terakhir\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hitunglah Biaya Tenaga Kerja atau SDM<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah perhitungan bahan baku, selanjutnya tetapkan biaya sumber daya manusia. Biaya tersebut terdiri dari hitungan per jam beserta kesejahteraannya seperti jaminan kesehatan, asuransi, bonus, pensiun, dan lainnya. Berikut ini rumus yang bisa Anda terapkan untuk mengetahui biaya tenaga kerja:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gaji kotor = jam kerja per tahun x gaji kotor per jam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jam kerja = jam kerja setahun \u2013 jam tidak kerja<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, jumlahkan seluruh biaya tambahan seperti uang lembur, bonus, tunjangan, dan pajak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Buat Perhitungan pada Biaya Overhead Pabrik<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahap ini, Anda perlu meneliti secara detail terkait keseluruhan pengeluaran baik dari kuantitas maupun harganya. Catatlah biaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya karena terkadang setiap anggaran masing-masing produksi bisa saja berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa menggunakan rumus berikut ini sebagai contoh, sebab masing-masing perusahaan memiliki <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya produksi<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berbeda:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDana overhead = upah gaji + tunjangan perusahaan + biaya pengeluaran sumber listrik + dana kebersihan + dana asuransi\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Jumlahkan Seluruh Total Pengeluaran<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah berikutnya adalah jumlahkan seluruh biaya yang telah diketahui. Anda bisa menjumlahkannya secara variabel maupun secara tetap dengan menggunakan rumus berikut ini:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTotal anggaran produksi = pengeluaran bahan baku keseluruhan + upah tenaga kerja atau SDM + keseluruhan biaya overhead\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Tentukan Harga Pokok Produksi<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, tahap akhir dalam menghitung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya produksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah dengan menentukan harga pokok tiap produk. Caranya adalah dengan membagi total anggaran produksi akhir dengan jumlah kuantitas produk. Sebagai referensi, Anda bisa menggunakan rumus berikut ini:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHarga pokok produksi= (jumlah production cost + sisa sediaan awal barang &#8211; sisa sediaan akhir barang) \/ kuantitas produk\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/accrued-expense-adalah\/\">Accrued Expense: Pengertian, Jenis, dan Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh Perhitungan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya Produksi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui rumus perhitungannya, Anda bisa mempraktikkannya pada soal berikut ini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PT Global Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">furniture.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Dalam satu bulan, perusahaan berhasil memproduksi 2.000 unit meja. Berikut rinciannya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya bahan langsung berupa kayu: Rp13.000.000,00.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya tenaga kerja berupa Upah Tukang kayu dan Security: Rp3.000.000,00 dan Rp1.000.000,00.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: Rp2.000.000,00.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, berapa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya untuk produksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> kayu per unitnya?<\/span><\/p>\n<p><b>Jawab:\u00a0<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Total <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya produksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> = jumlah biaya bahan baku + jumlah biaya tenaga kerja atau SDM + biaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi total biayanya adalah Rp13.000.000,00 + Rp3.000.000,00 + Rp1.000.000,00 + Rp2.000.000,00 = Rp19.000.000,00.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Production<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">cost per unit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kayu adalah Rp19.000.000,00 \/ 2.000 unit = Rp95.000,00.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, Selalu Tentukan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya Produksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan Cermat!<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian penjelasan dan cara menghitung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya produksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan benar. Selain memperhatikan penjelasan di atas, Anda juga harus berhati-hati dalam menentukan rincian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">production cost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebab, sering kali ada biaya-biaya yang termasuk dalam proses produksi tapi tidak termasuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cost production<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, begitu pula sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya saja biaya iklan dan biaya distribusi. Biaya iklan sudah termasuk dalam biaya pemasaran sehingga tidak perlu dimasukkan dalam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya produksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Sedangkan kebutuhan distribusi seperti transportasi, tarif tol, dan perawatan kendaraan tetap harus dimasukkan dalam anggaran produksi.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kegiatan bisnis selalu berkaitan dengan manufaktur produksi bahan baku maupun produk jadi. Terkadang, bisnis bukan hanya tentang produk, namun juga perihal bisnis jasa. Apapun jenisnya, aliran keluar masuk suatu produk atau barang membutuhkan rincian biaya produksi. Rincian tersebut merupakan salah satu aspek terpenting dalam bisnis. Sebabnya, tidak ada perusahaan manufaktur yang bisa berjalan tanpa adanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2269,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[146],"class_list":{"0":"post-2253","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-keuangan","8":"tag-biaya-produksi"},"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Definisi Biaya Produksi, Unsur, dan Cara Menghitungnya - Biteship<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pahami unsur beserta langkah-langkah mudah dalam menentukan dan menghitung biaya produksi barang bisnis agar tidak boncos di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Definisi Biaya Produksi, Unsur, dan Cara Menghitungnya - Biteship\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pahami unsur beserta langkah-langkah mudah dalam menentukan dan menghitung biaya produksi barang bisnis agar tidak boncos di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Biteship\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/facebook.com\/biteship\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-11-06T10:20:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-11-12T23:56:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/biaya-produksi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"512\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Biteship\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Biteship\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\n\t    \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n\t    \"@graph\": [\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Article\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/#article\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/\"\n\t            },\n\t            \"author\": {\n\t                \"name\": \"Biteship\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3\"\n\t            },\n\t            \"headline\": \"Definisi Biaya Produksi, Unsur, dan Cara Menghitungnya\",\n\t            \"datePublished\": \"2023-11-06T10:20:12+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2023-11-12T23:56:11+00:00\",\n\t            \"mainEntityOfPage\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/\"\n\t            },\n\t            \"wordCount\": 1059,\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"keywords\": [\n\t                \"biaya produksi\"\n\t            ],\n\t            \"articleSection\": [\n\t                \"Keuangan\"\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebPage\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/\",\n\t            \"name\": \"Definisi Biaya Produksi, Unsur, dan Cara Menghitungnya - Biteship\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website\"\n\t            },\n\t            \"datePublished\": \"2023-11-06T10:20:12+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2023-11-12T23:56:11+00:00\",\n\t            \"description\": \"Pahami unsur beserta langkah-langkah mudah dalam menentukan dan menghitung biaya produksi barang bisnis agar tidak boncos di artikel ini!\",\n\t            \"breadcrumb\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/#breadcrumb\"\n\t            },\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ReadAction\",\n\t                    \"target\": [\n\t                        \"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/\"\n\t                    ]\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"BreadcrumbList\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/#breadcrumb\",\n\t            \"itemListElement\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 1,\n\t                    \"name\": \"Home\",\n\t                    \"item\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\"\n\t                },\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 2,\n\t                    \"name\": \"Definisi Biaya Produksi, Unsur, dan Cara Menghitungnya\"\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebSite\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"description\": \"Ship Better and Smarter\",\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"SearchAction\",\n\t                    \"target\": {\n\t                        \"@type\": \"EntryPoint\",\n\t                        \"urlTemplate\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/?s={search_term_string}\"\n\t                    },\n\t                    \"query-input\": \"required name=search_term_string\"\n\t                }\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Organization\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"alternateName\": \"PT Berbagi Inovasi Teknologi\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\",\n\t            \"logo\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png\",\n\t                \"width\": 7206,\n\t                \"height\": 7205,\n\t                \"caption\": \"Biteship\"\n\t            },\n\t            \"image\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"\n\t            },\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/instagram.com\/biteship\"\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Person\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"image\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"caption\": \"Biteship\"\n\t            },\n\t            \"description\": \"Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.\",\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/biteship.com\/\",\n\t                \"https:\/\/facebook.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/www.instagram.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/www.youtube.com\/@biteship\"\n\t            ],\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/author\/bloggerbiteship-com\/\"\n\t        }\n\t    ]\n\t}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Definisi Biaya Produksi, Unsur, dan Cara Menghitungnya - Biteship","description":"Pahami unsur beserta langkah-langkah mudah dalam menentukan dan menghitung biaya produksi barang bisnis agar tidak boncos di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow"},"canonical":"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Definisi Biaya Produksi, Unsur, dan Cara Menghitungnya - Biteship","og_description":"Pahami unsur beserta langkah-langkah mudah dalam menentukan dan menghitung biaya produksi barang bisnis agar tidak boncos di artikel ini!","og_url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/","og_site_name":"Biteship","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","article_author":"https:\/\/facebook.com\/biteship\/","article_published_time":"2023-11-06T10:20:12+00:00","article_modified_time":"2023-11-12T23:56:11+00:00","og_image":[{"width":512,"height":366,"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/biaya-produksi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Biteship","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Biteship","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/"},"author":{"name":"Biteship","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3"},"headline":"Definisi Biaya Produksi, Unsur, dan Cara Menghitungnya","datePublished":"2023-11-06T10:20:12+00:00","dateModified":"2023-11-12T23:56:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/"},"wordCount":1059,"publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"keywords":["biaya produksi"],"articleSection":["Keuangan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/","name":"Definisi Biaya Produksi, Unsur, dan Cara Menghitungnya - Biteship","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-11-06T10:20:12+00:00","dateModified":"2023-11-12T23:56:11+00:00","description":"Pahami unsur beserta langkah-langkah mudah dalam menentukan dan menghitung biaya produksi barang bisnis agar tidak boncos di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/definisi-biaya-produksi-unsur-dan-cara-menghitungnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/biteship.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Definisi Biaya Produksi, Unsur, dan Cara Menghitungnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","name":"Biteship","description":"Ship Better and Smarter","publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization","name":"Biteship","alternateName":"PT Berbagi Inovasi Teknologi","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","contentUrl":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","width":7206,"height":7205,"caption":"Biteship"},"image":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","https:\/\/instagram.com\/biteship"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3","name":"Biteship","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Biteship"},"description":"Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.","sameAs":["https:\/\/biteship.com\/","https:\/\/facebook.com\/biteship\/","https:\/\/www.instagram.com\/biteship\/","https:\/\/www.youtube.com\/@biteship"],"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/author\/bloggerbiteship-com\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2253"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3123,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2253\/revisions\/3123"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}