{"id":3176,"date":"2024-05-10T01:16:06","date_gmt":"2024-05-10T01:16:06","guid":{"rendered":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?p=3176"},"modified":"2024-06-10T01:22:23","modified_gmt":"2024-06-10T01:22:23","slug":"dead-stock-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/","title":{"rendered":"Dead Stock Adalah: Arti, Penyebab, dan Cara Mudah Atasinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa perusahaan manufaktur maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">retail <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kerap kali mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> stok mati yang ada di gudang. Bukan hal biasa jika banyak barang yang berstatus stok mati. Namun, bagi perusahaan, keberadaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan kerugian besar karena mereka menyimpan barang tidak berguna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan kenapa barang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">disebut barang tidak berguna adalah karena barang tidak bisa dijual dalam waktu tertentu. Orang yang bertangguh jawab di bagian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">warehouse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> perlu solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Nah, Anda bisa menyelami artikel ini untuk mendapatkan inovasi agar barang terjual habis.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Definisi Dead Stock<\/span><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dead stock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> barang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang tidak dapat terjual kembali. Begitu pula dengan definisi menurut laman Brightpearl, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> suatu barang inventaris\u00a0 yang memiliki kemungkinan kecil bisa terjual di masa yang akan datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kembali, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mampu menurunkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">income<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> manajemen bisnis Anda. Penyebabnya adalah kurangnya upaya atau strategi mengontrol inventaris barang serta manajemen gudang kurang efektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh barang yang disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki label \u201ctahun 2022\u201d. Artinya, barang tersebut dapat diperjualbelikan pada tahun 2022 saja. Jika sudah lewat masa itu, maka status barang tersebut disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sampai disini, Anda sudah paham apa itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Biasanya, bagian <\/span><a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/supply-chain-management\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">supply chain<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang akan menangani problematika seperti ini. Namun, jika Anda sebagai orang awam yang ingin berkecimpung di dunia manufaktur, kenali lebih lanjut terkait penyebab dan cara penjualan yang mudah, ya!<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab Dead Stock<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi adanya barang yang tidak terjual habis sehingga menyebabkan sulitnya terjual kembali itu disebabkan oleh beberapa faktor. Meskipun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">human error<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga menjadi salah satu faktornya, namun ada lima faktor penyebab utama munculnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Berikut ini penjelasannya!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Prediksi Pasar Meleset<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan utama penyebab munculnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> perkiraan tren pasar yang salah. Kondisi ini sangat merugikan perusahaan, sebab jika Anda telah memperkirakan produk tertentu maka perusahaan akan memproduksi produk tersebut dalam skala besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, jika tren pasar tidak sama, maka produk tersebut hanya akan menjadi stok di gudang. Selain itu, faktor yang pertama ini juga berkaitan dengan kanibalisasi penjualan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sales <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari perusahaan lain yang bisa menawarkan produk lebih baik, maka pelanggan akan lari ke produk pesaing. Lantaran barang populer tentu lebih laris daripada yang kurang populer.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Perhitungan Inventory yang Akurat<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain produk, Anda juga harus bisa memperhitungkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">perusahaan dengan bijak. Sebab, masih sering terjadi produk-produk dengan sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slow moving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki jumlah pembelian yang relatif tinggi. tentunya, hal itu merupakan salah satu faktor dari perhitungan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> inventory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang belum akurat.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Teknologi Inventaris Belum Optimal<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merekap inventaris melalui buku atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spreadsheet <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">secara manual dapat menyebabkan kesalahan dalam proses pengisian ulang. Cara tersebut lebih mudah kehilangan jejak rekapan sebelumnya maupun kelupaan untuk mengisi rekapan selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">upgrading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">teknologi melalui perangkat lunak tertentu dapat mendisiplinkan catatan inventaris Anda. Dengan begitu, proses identifikasi barang yang cacat, terlampaui dari batas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Minimum Order Quantity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (MOQ), dan pemesanan ulang lebih mudah.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Sering Pantau Produk yang Gerak Lambat<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, Anda sebagai pihak yang bekerja di bagian manajemen inventaris harus bisa mengakali agar produk tidak mencapai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Anda bisa memulai dengan mengawasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stock Keeping Unit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (SKU) yang pergerakannya mulai lambat. Kemudian, jika Anda sudah tahu produk-produk mana yang banyak tinggalannya, maka Anda harus bergerak cepat untuk menyingkirkan produk tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Kualitas Produk Menurun<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa produk yang mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki kualitas yang buruk. Anda harus menetapkan standar produk yang bagus, sehingga pembeli bisa tertarik dengan produk Anda. Dengan mempertahankan kualitas produk, Anda bisa meningkatkan jumlah permintaan pelanggan tanpa pandang bulu.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/stock-take-adalah\/\">Stock Take: Pengertian, 5 Manfaat, dan Tipsnya!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana Mengubah Dead Stock Menjadi Penjualan?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang, memiliki banyak barang di gudang membuat Anda semakin jenuh. Jika sudah begitu, dampak negatif akan membayar ke perusahaan Anda. Oleh karena itu, cobalah cara-cara berikut ini agar produk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Anda laku keras.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Berikan Hadiah Kepada Pelanggan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara menarik pelanggan terhadap barang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan memberikan hadiah gratis. Anda bisa menggunakan uang, barang, maupun voucher untuk menyenangkan hati pelanggan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan cara ini merupakan salah satu taktik hebat dalam dunia pemasaran. Sebab, nilai produk Anda akan semakin meningkat meskipun berlabel <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ada kemungkinan besar, para pembeli akan kembali lagi karena pelanggan menerima hadiahnya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Sediakan Paket Bundling<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain barang gratis, pelanggan juga menyukai paket <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bundling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Adanya paket <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bundling <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat meningkatkan nilai produk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Biasanya, paket <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bundling <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terdiri dari beberapa item produk yang dikemas dan dijual dengan satu harga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda ingin menerapkan cara ini, maka pastikan pula kandungan lainnya harus memenuhi standar baku mutu. Hal itu dapat mengurangi jumlah barang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> serta pelanggan juga akan puas dengan hasilnya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dead Stock Adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Memperjualbelikan ke Supplier<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara terakhir untuk memperbaiki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan mengembalikannya ke pemasok atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Anda hanya perlu komunikasi ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">apakah bisa mengembalikan inventaris yang mati atau tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak menawarkan pengembalian dana penuh maupun pengembalian barang. Anda bisa melakukan negosiasi agar mendapatkan keuntungannya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/8-langkah-manajemen-stok-barang-di-gudang\/\">8 Langkah Manajemen Stock Barang di Gudang<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah Tahu Cara Mengubah Dead Stock Menjadi Barang Berguna?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari penjelasan di atas, Anda bisa menyimpulkan memang benar bahwa barang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> stok mati yang sudah tidak terpakai lagi di gudang. Selain karena ruang penyimpanan terbatas, barang yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini menjadi momok keuangan manajemen perusahaan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, Anda bisa menerapkan beberapa prinsip di atas agar dapat menanggulanginya. Apalagi zaman sekarang mudah sekali untuk mengajak kolaborasi. Anda juga bisa membangun kemitraan tertentu untuk melakukan kerja sama realisasi produk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, cara memberhentikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> membangun relasi dengan pihak yang lain. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Marketplace <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa menjadi pilihan untuk pemasaran produk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dead stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan menambahkan voucher atau kemitraan gratis, banyak pelaku usaha yang memilih produk Anda.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa perusahaan manufaktur maupun retail kerap kali mengalami dead stock. Dead stock adalah stok mati yang ada di gudang. Bukan hal biasa jika banyak barang yang berstatus stok mati. Namun, bagi perusahaan, keberadaan dead stock merupakan kerugian besar karena mereka menyimpan barang tidak berguna. Alasan kenapa barang dead stock disebut barang tidak berguna adalah karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3177,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[348,67,347],"class_list":{"0":"post-3176","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-logistik","8":"tag-dead-stock","9":"tag-gudang","10":"tag-stock"},"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dead Stock Adalah: Arti, Penyebab, dan Cara Mudah Atasinya - Biteship<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara jitu mengurangi produk yang dead stock adalah dengan mengubah manajemen kontrol gudang Anda menggunakan cara-cara di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dead Stock Adalah: Arti, Penyebab, dan Cara Mudah Atasinya - Biteship\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara jitu mengurangi produk yang dead stock adalah dengan mengubah manajemen kontrol gudang Anda menggunakan cara-cara di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Biteship\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/facebook.com\/biteship\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-10T01:16:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-10T01:22:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/large-clean-warehouse-with-shelfs-carboard-boxes-products-generative-ai-interior-industrial-warehouse-with-many-shelves-with-yellow-white-box-packing-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Biteship\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Biteship\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\n\t    \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n\t    \"@graph\": [\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Article\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/#article\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/\"\n\t            },\n\t            \"author\": {\n\t                \"name\": \"Biteship\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3\"\n\t            },\n\t            \"headline\": \"Dead Stock Adalah: Arti, Penyebab, dan Cara Mudah Atasinya\",\n\t            \"datePublished\": \"2024-05-10T01:16:06+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2024-06-10T01:22:23+00:00\",\n\t            \"mainEntityOfPage\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/\"\n\t            },\n\t            \"wordCount\": 924,\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"keywords\": [\n\t                \"dead stock\",\n\t                \"gudang\",\n\t                \"stock\"\n\t            ],\n\t            \"articleSection\": [\n\t                \"Logistik\"\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebPage\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/\",\n\t            \"name\": \"Dead Stock Adalah: Arti, Penyebab, dan Cara Mudah Atasinya - Biteship\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website\"\n\t            },\n\t            \"datePublished\": \"2024-05-10T01:16:06+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2024-06-10T01:22:23+00:00\",\n\t            \"description\": \"Cara jitu mengurangi produk yang dead stock adalah dengan mengubah manajemen kontrol gudang Anda menggunakan cara-cara di artikel ini!\",\n\t            \"breadcrumb\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/#breadcrumb\"\n\t            },\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ReadAction\",\n\t                    \"target\": [\n\t                        \"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/\"\n\t                    ]\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"BreadcrumbList\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/#breadcrumb\",\n\t            \"itemListElement\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 1,\n\t                    \"name\": \"Home\",\n\t                    \"item\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\"\n\t                },\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 2,\n\t                    \"name\": \"Dead Stock Adalah: Arti, Penyebab, dan Cara Mudah Atasinya\"\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebSite\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"description\": \"Ship Better and Smarter\",\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"SearchAction\",\n\t                    \"target\": {\n\t                        \"@type\": \"EntryPoint\",\n\t                        \"urlTemplate\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/?s={search_term_string}\"\n\t                    },\n\t                    \"query-input\": \"required name=search_term_string\"\n\t                }\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Organization\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"alternateName\": \"PT Berbagi Inovasi Teknologi\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\",\n\t            \"logo\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png\",\n\t                \"width\": 7206,\n\t                \"height\": 7205,\n\t                \"caption\": \"Biteship\"\n\t            },\n\t            \"image\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"\n\t            },\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/instagram.com\/biteship\"\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Person\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"image\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"caption\": \"Biteship\"\n\t            },\n\t            \"description\": \"Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.\",\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/biteship.com\/\",\n\t                \"https:\/\/facebook.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/www.instagram.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/www.youtube.com\/@biteship\"\n\t            ],\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/author\/bloggerbiteship-com\/\"\n\t        }\n\t    ]\n\t}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dead Stock Adalah: Arti, Penyebab, dan Cara Mudah Atasinya - Biteship","description":"Cara jitu mengurangi produk yang dead stock adalah dengan mengubah manajemen kontrol gudang Anda menggunakan cara-cara di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow"},"canonical":"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dead Stock Adalah: Arti, Penyebab, dan Cara Mudah Atasinya - Biteship","og_description":"Cara jitu mengurangi produk yang dead stock adalah dengan mengubah manajemen kontrol gudang Anda menggunakan cara-cara di artikel ini!","og_url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/","og_site_name":"Biteship","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","article_author":"https:\/\/facebook.com\/biteship\/","article_published_time":"2024-05-10T01:16:06+00:00","article_modified_time":"2024-06-10T01:22:23+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/large-clean-warehouse-with-shelfs-carboard-boxes-products-generative-ai-interior-industrial-warehouse-with-many-shelves-with-yellow-white-box-packing-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Biteship","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Biteship","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/"},"author":{"name":"Biteship","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3"},"headline":"Dead Stock Adalah: Arti, Penyebab, dan Cara Mudah Atasinya","datePublished":"2024-05-10T01:16:06+00:00","dateModified":"2024-06-10T01:22:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/"},"wordCount":924,"publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"keywords":["dead stock","gudang","stock"],"articleSection":["Logistik"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/","name":"Dead Stock Adalah: Arti, Penyebab, dan Cara Mudah Atasinya - Biteship","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-05-10T01:16:06+00:00","dateModified":"2024-06-10T01:22:23+00:00","description":"Cara jitu mengurangi produk yang dead stock adalah dengan mengubah manajemen kontrol gudang Anda menggunakan cara-cara di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/dead-stock-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/biteship.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dead Stock Adalah: Arti, Penyebab, dan Cara Mudah Atasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","name":"Biteship","description":"Ship Better and Smarter","publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization","name":"Biteship","alternateName":"PT Berbagi Inovasi Teknologi","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","contentUrl":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","width":7206,"height":7205,"caption":"Biteship"},"image":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","https:\/\/instagram.com\/biteship"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3","name":"Biteship","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Biteship"},"description":"Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.","sameAs":["https:\/\/biteship.com\/","https:\/\/facebook.com\/biteship\/","https:\/\/www.instagram.com\/biteship\/","https:\/\/www.youtube.com\/@biteship"],"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/author\/bloggerbiteship-com\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3176","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3176"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3176\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3178,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3176\/revisions\/3178"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3177"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3176"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3176"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3176"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}