{"id":3346,"date":"2024-07-07T15:48:44","date_gmt":"2024-07-07T15:48:44","guid":{"rendered":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?p=3346"},"modified":"2024-07-09T15:56:51","modified_gmt":"2024-07-09T15:56:51","slug":"raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/","title":{"rendered":"Raw Material: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Industri manufaktur adalah perusahaan yang bisa dikatakan cukup rumit untuk dijalankan. Salah satu alasannya karena Anda harus selalu menyediakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">raw material<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau bahan baku berkualitas dan sesuai kebutuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam proses produksi, terdapat beberapa jenis bahan baku dan saling berperan satu sama lain. Selain itu, pengelolaan bahan baku juga sangat penting demi menunjang aktivitas produksi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Pengertian <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Raw Material<\/span><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Raw material<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau bahan mentah merupakan bahan yang dipakai agar bisa menghasilkan barang jadi. Ada juga yang mendefinisikannya sebagai bahan yang belum siap digunakan\/dikonsumsi. Sesuai namanya, karena bahan baku sehingga belum\u00a0 mengalami berbagai proses apa pun untuk bisa menjadi produk akhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilihan bahan baku dalam bisnis sangat penting bagi perusahaan, khususnya yang berfokus di bidang manufaktur. Alasannya karena berpengaruh terhadap kualitas, efisiensi, serta keberlanjutan dari proses produksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya itu, pengelolaan bahan baku yang benar akan berpengaruh terhadap biaya produksi serta harga akhir produk yang sudah dihasilkan. Ketika perusahaan kesulitan untuk mendapatkan bahan baku, tentunya akan berdampak pada produk yang dihasilkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan tersebut akan kesulitan untuk memenuhi pasar sehingga berpotensi mengalami kerugian. Maka dari itu, proses produksi dapat berjalan lancar berkat adanya ketersediaan bahan mentah tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Raw Material<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat 2 jenis bahan baku yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">direct material<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau bahan baku langsung dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">indirect material<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau bahan baku tak langsung. Umumnya, kedua jenis bahan baku tersebut bisa Anda peroleh dengan membuatnya sendiri. Akan tetapi, tidak sedikit juga yang lebih memilih membeli di pasar atau pemasok, baik lokal atau internasional.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan Baku Langsung<\/span><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Direct material<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan bahan baku utama dan menjadi komponen utama di dalam proses produksi. Misalnya yaitu bahan mentah dan langsung digunakan di dalam pembuatan produk\/barang jadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketersediaan dari bahan baku langsung sangat penting agar proses produksi tetap berjalan lancar. Maka dari itu, biasanya perusahaan akan selalu memastikan bahwa stok dari bahan baku langsung selalu cukup. Ketika tinggal sedikit, perusahaan akan langsung menambah stok sehingga tidak sampai kehabisan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan ketika perusahaan kehabisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">direct material<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sudah pasti aktivitas produksi menjadi terhambat atau bahkan berhenti. Kondisi ini berpotensi menyebabkan perusahaan mengalami kerugian.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan Baku Tak Langsung<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">indirect material<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan bahan pendukung di dalam proses produksi. Karena perannya sebagai bahan pendukung sehingga memang tidak terlibat secara langsung pada produk akhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perannya juga tidak sevital bahan baku langsung. Meski demikian, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">indirect material<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini stoknya tidak boleh sampai kehabisan. Contoh yang termasuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">indirect material<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu peralatan kebersihan pabrik, pelumas, maupun alat pelindung diri untuk para pekerja.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/purchasing-adalah\/\">Purchasing: Pengertian, Tugas, Fungsi, dan Prosesnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Begini Cara Mengelola <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Raw Material<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti penjelasan sebelumnya, stok bahan baku tidak boleh habis. Saat stoknya menipis, perusahaan melalui pihak terkait akan langsung melakukan pengadaan stok barang. Dengan memahami pengelolaan bahan baku yang benar, aktivitas produksi akan terus berjalan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Menyusun Rencana Kebutuhan Material<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai langkah pertama, Anda perlu mengaplikasikan sistem perencanaan kebutuhan material atau MPR (Material Requirements Planning). Ini merupakan sistem yang akan membantu perusahaan di dalam menentukan seperti apa kebutuhan bahan baku secara tepat. Sistem MPR mempertimbangkan beberapa faktor, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Permintaan produk akhir: berapa jumlah produk akhir yang diproduksi pada periode tertentu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stock <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">raw material<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: berapa jumlah bahan baku yang sekarang tersedia di gudang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lead time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: berapa lama waktu untuk memperoleh bahan baku dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Standar penggunaan: berapa jumlah bahan baku yang diperlukan dalam memproduksi 1 unit\/buah produk akhir<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Anda mempertimbangkan faktor-faktor ini, sistem MPR akan membantu untuk memastikan bahan baku selalu tersedia dengan jumlah yang sesuai. Jadi perusahaan Anda akan terhindar dari kelebihan maupun kekurangan stok.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Pilih Supplier yang Tepat<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara yang kedua adalah Anda harus memilih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tepat. Pemilihan pemasok akan sangat berpengaruh terhadap kualitas serta ketersediaan bahan baku. Untuk itu Anda perlu memperhatikan beberapa hal sebelum Anda memilih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya dengan memperhatikan kredibilitas dan reputasinya. Selain itu, Anda juga harus tahu kemampuan pemasok di dalam menyediakan bahan-bahan yang Anda butuhkan. Tidak kalah penting, perhatikan juga harga dari bahan baku tersebut serta lokasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mempertimbangkan beberapa faktor ini akan memudahkan Anda memperoleh pemasok yang benar-benar sesuai. Bahan yang Anda dapatkan berkualitas dan biaya yang harus Anda keluarkan juga sesuai.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Penerapan Sistem Stok Secara Efisien<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam manajemen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">raw material<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Anda juga perlu menerapkan sistem persediaan secara tepat. Tujuannya agar perusahaan dalam melacak seperti apa pergerakan bahan baku tersebut mulai penerimaan sampai pengeluaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menerapkan sistem ini akan membantu perusahaan agar terhindar dari penumpukan stok, kekurangan stok, maupun kerusakan bahan baku. Terdapat beberapa metode yang biasa dipakai dalam mengaplikasikan sistem stok efisien.<\/span><\/p>\n<h4><strong>FIFO atau First In First Out<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode yang memastikan bahan baku yang masuk pertama kali ke gudang merupakan bahan baku yang pertama digunakan. Metode FIFO efektif untuk mencegah bahan kedaluwarsa atau mengalami kerusakan.<\/span><\/p>\n<h4><strong>JIT atau Just in Time<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem JIT digunakan untuk mengurangi persediaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">raw material<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menumpuk. Perusahaan memesan bahan baku karena untuk memenuhi kebutuhan produksi. Dengan begitu, perusahaan mampu mengurangi adanya risiko kerusakan serta barang yang sudah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">expired<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Sistem Kontrol Kualitas<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu ada metode sistem kontrol berkualitas untuk memastikan bahan baku yang didapat dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sesuai standar yang berlaku di perusahaan. Hal tersebut akan menghindarkan perusahaan dari produk yang cacat serta kerugian finansial.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Penerapan Pengelolaan Limbah Ramah Lingkungan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manajemen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">raw material<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang juga perlu Anda perhatikan adalah bagaimana praktik pengelolaan limbah pasca produksi. Ini akan membantu perusahaan agar terhindar dari dampak negatif pada lingkungan. Perusahaan bisa menerapkan beberapa metode seperti pengomposan, daur ulang, maupun pembuangan limbah ke tempat aman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/4-alasan-maklon-adalah-bisnis-yang-menguntungkan\/\">4 Alasan Mengapa Maklon adalah Sistem Bisnis yang Menguntungkan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah Paham tentang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Raw Material<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian pembahasan mengenai beberapa hal seputar bahan baku. Kesimpulannya, bahan tersebut punya peran yang sangat penting dalam kelancaran proses produksi. Anda perlu selalu mengecek stok bahan baku. Jika stok sudah menipis, harus segera melakukan pengadaan bahan mentah tersebut.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Industri manufaktur adalah perusahaan yang bisa dikatakan cukup rumit untuk dijalankan. Salah satu alasannya karena Anda harus selalu menyediakan raw material atau bahan baku berkualitas dan sesuai kebutuhan. Dalam proses produksi, terdapat beberapa jenis bahan baku dan saling berperan satu sama lain. Selain itu, pengelolaan bahan baku juga sangat penting demi menunjang aktivitas produksi. Pengertian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3347,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[352],"class_list":{"0":"post-3346","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-bisnis","8":"tag-material"},"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Raw Material: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya - Biteship<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Raw material atau juga dinamakan bahan baku\/bahan mentah merupakan bahan yang belum siap dikonsumsi atau digunakan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Raw Material: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya - Biteship\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Raw material atau juga dinamakan bahan baku\/bahan mentah merupakan bahan yang belum siap dikonsumsi atau digunakan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Biteship\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/facebook.com\/biteship\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-07T15:48:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-09T15:56:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/stacked-wooden-pieces-catch-soft-light-texture-forefront-this-scene-speaks-growing-diy-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Biteship\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Biteship\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\n\t    \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n\t    \"@graph\": [\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Article\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/#article\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/\"\n\t            },\n\t            \"author\": {\n\t                \"name\": \"Biteship\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3\"\n\t            },\n\t            \"headline\": \"Raw Material: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya\",\n\t            \"datePublished\": \"2024-07-07T15:48:44+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2024-07-09T15:56:51+00:00\",\n\t            \"mainEntityOfPage\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/\"\n\t            },\n\t            \"wordCount\": 924,\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"keywords\": [\n\t                \"material\"\n\t            ],\n\t            \"articleSection\": [\n\t                \"Bisnis\"\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebPage\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/\",\n\t            \"name\": \"Raw Material: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya - Biteship\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website\"\n\t            },\n\t            \"datePublished\": \"2024-07-07T15:48:44+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2024-07-09T15:56:51+00:00\",\n\t            \"description\": \"Raw material atau juga dinamakan bahan baku\/bahan mentah merupakan bahan yang belum siap dikonsumsi atau digunakan.\",\n\t            \"breadcrumb\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/#breadcrumb\"\n\t            },\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ReadAction\",\n\t                    \"target\": [\n\t                        \"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/\"\n\t                    ]\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"BreadcrumbList\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/#breadcrumb\",\n\t            \"itemListElement\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 1,\n\t                    \"name\": \"Home\",\n\t                    \"item\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\"\n\t                },\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 2,\n\t                    \"name\": \"Raw Material: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya\"\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebSite\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"description\": \"Ship Better and Smarter\",\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"SearchAction\",\n\t                    \"target\": {\n\t                        \"@type\": \"EntryPoint\",\n\t                        \"urlTemplate\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/?s={search_term_string}\"\n\t                    },\n\t                    \"query-input\": \"required name=search_term_string\"\n\t                }\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Organization\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"alternateName\": \"PT Berbagi Inovasi Teknologi\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\",\n\t            \"logo\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png\",\n\t                \"width\": 7206,\n\t                \"height\": 7205,\n\t                \"caption\": \"Biteship\"\n\t            },\n\t            \"image\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"\n\t            },\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/instagram.com\/biteship\"\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Person\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"image\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"caption\": \"Biteship\"\n\t            },\n\t            \"description\": \"Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.\",\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/biteship.com\/\",\n\t                \"https:\/\/facebook.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/www.instagram.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/www.youtube.com\/@biteship\"\n\t            ],\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/author\/bloggerbiteship-com\/\"\n\t        }\n\t    ]\n\t}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Raw Material: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya - Biteship","description":"Raw material atau juga dinamakan bahan baku\/bahan mentah merupakan bahan yang belum siap dikonsumsi atau digunakan.","robots":{"index":"index","follow":"follow"},"canonical":"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Raw Material: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya - Biteship","og_description":"Raw material atau juga dinamakan bahan baku\/bahan mentah merupakan bahan yang belum siap dikonsumsi atau digunakan.","og_url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/","og_site_name":"Biteship","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","article_author":"https:\/\/facebook.com\/biteship\/","article_published_time":"2024-07-07T15:48:44+00:00","article_modified_time":"2024-07-09T15:56:51+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/stacked-wooden-pieces-catch-soft-light-texture-forefront-this-scene-speaks-growing-diy-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Biteship","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Biteship","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/"},"author":{"name":"Biteship","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3"},"headline":"Raw Material: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya","datePublished":"2024-07-07T15:48:44+00:00","dateModified":"2024-07-09T15:56:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/"},"wordCount":924,"publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"keywords":["material"],"articleSection":["Bisnis"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/","name":"Raw Material: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya - Biteship","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-07-07T15:48:44+00:00","dateModified":"2024-07-09T15:56:51+00:00","description":"Raw material atau juga dinamakan bahan baku\/bahan mentah merupakan bahan yang belum siap dikonsumsi atau digunakan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/raw-material-pengertian-jenis-dan-cara-mengelolanya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/biteship.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Raw Material: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","name":"Biteship","description":"Ship Better and Smarter","publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization","name":"Biteship","alternateName":"PT Berbagi Inovasi Teknologi","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","contentUrl":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","width":7206,"height":7205,"caption":"Biteship"},"image":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","https:\/\/instagram.com\/biteship"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3","name":"Biteship","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Biteship"},"description":"Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.","sameAs":["https:\/\/biteship.com\/","https:\/\/facebook.com\/biteship\/","https:\/\/www.instagram.com\/biteship\/","https:\/\/www.youtube.com\/@biteship"],"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/author\/bloggerbiteship-com\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3346"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3348,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3346\/revisions\/3348"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3347"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}