{"id":4507,"date":"2026-01-19T08:59:00","date_gmt":"2026-01-19T01:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?p=4507"},"modified":"2026-01-19T08:59:00","modified_gmt":"2026-01-19T01:59:00","slug":"cara-menghitung-inventory-turnover","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/","title":{"rendered":"Cara Menghitung Inventory Turnover dan Benchmark Ideal untuk Berbagai Industri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengelola stok bukan hanya soal memastikan barang selalu tersedia, tetapi juga tentang seberapa cepat stok tersebut berputar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak bisnis mengalami masalah tanpa menyadarinya, stok menumpuk terlalu lama hingga mengikat modal, atau sebaliknya, stok terlalu cepat habis sehingga berisiko kehabisan barang saat permintaan tinggi. Di sinilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi metrik penting untuk menilai kesehatan pengelolaan stok.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membantu bisnis memahami apakah perputaran stok sudah efisien, terlalu lambat (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">overstock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), atau justru terlalu cepat (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">understock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami cara menghitung dan membaca angka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pelaku bisnis dapat mengambil keputusan yang lebih tepat terkait <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">replenishment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pengelolaan gudang, hingga strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fulfillment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini akan membahas konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara sederhana, cara menghitungnya, serta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">benchmark<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ideal di berbagai industri sebagai referensi awal.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apa Itu Inventory Turnover dan Kenapa Penting?<\/span><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah metrik yang menunjukkan seberapa sering stok barang terjual dan digantikan kembali dalam periode tertentu. Sederhananya, metrik ini membantu bisnis menjawab pertanyaan: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">apakah stok saya bergerak dengan sehat atau justru tersendat?<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terlalu rendah, artinya barang terlalu lama berada di gudang. Kondisi ini sering dikaitkan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">overstock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, modal yang tertahan, dan risiko barang usang atau tidak terjual.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terlalu tinggi, bisnis memang terlihat agresif menjual stok, tetapi bisa menghadapi risiko <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">understock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kehabisan barang, dan potensi kehilangan penjualan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan soal mengejar angka setinggi mungkin, melainkan menemukan keseimbangan antara ketersediaan stok, biaya penyimpanan, dan kecepatan pemenuhan pesanan. Metrik ini sering digunakan sebagai indikator awal untuk mengevaluasi performa gudang, strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">replenishment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan kesiapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fulfillment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Rumus Inventory Turnover\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, rumus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah:<\/span><\/p>\n<p><b><i>Inventory Turnover<\/i><\/b><b> = <\/b><b><i>Cost of Goods Sold (COGS)<\/i><\/b><b>\/Rata-rata Persediaan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar tidak membingungkan, mari kita uraikan satu per satu.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Cost of Goods Sold (COGS): <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Total biaya barang yang terjual dalam periode tertentu (misalnya 1 bulan atau 1 tahun). Fokus pada biaya barang, bukan omzet.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Rata-rata Persediaan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Nilai rata-rata stok dalam periode yang sama, biasanya dihitung dengan rumus:<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b><i>(Stok Awal + Stok Akhir)\/2<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk menggunakan periode yang konsisten. Jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">COGS<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dihitung tahunan, maka rata-rata persediaan juga harus tahunan. Konsistensi ini penting agar hasilnya tidak menyesatkan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh Perhitungan Inventory Turnover<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar lebih mudah dipahami, mari kita gunakan contoh sederhana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misal, sebuah bisnis memiliki data sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">COGS<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> selama 1 tahun: <\/span><b>Rp1.200.000.000<\/b><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai stok awal tahun: <\/span><b>Rp300.000.000<\/b><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai stok akhir tahun: <\/span><b>Rp300.000.000<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama adalah menghitung <\/span><b>rata-rata persediaan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Rp300.000.000 + Rp300.000.000)\/2 = Rp300.000.000<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian masukkan ke rumus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<p><b><i>Inventory Turnover<\/i><\/b><b> = Rp1.200.000.000\/Rp300.000.000 = 4<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, dalam satu tahun, stok bisnis tersebut <\/span><b>berputar sebanyak 4 kali<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan kata lain, rata-rata stok habis dan tergantikan setiap 3 bulan sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Angka ini belum bisa langsung dinilai baik atau buruk sebelum dibandingkan dengan konteks industri dan model bisnis. Namun dari sini, bisnis sudah memiliki dasar untuk menganalisis apakah perputaran stoknya terlalu lambat atau terlalu cepat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Membaca Angka Inventory Turnover: Overstock vs Understock<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mendapatkan angka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, langkah berikutnya adalah membaca maknanya. Di tahap ini, banyak bisnis keliru karena menilai angka secara hitam-putih. Padahal, angka yang \u201cbaik\u201d sangat bergantung pada konteks.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Angka <\/b><b><i>inventory turnover<\/i><\/b><b> rendah: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya menandakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">overstock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Artinya, stok bergerak lambat dan terlalu lama tersimpan di gudang. Dampaknya bisa berupa modal tertahan, biaya penyimpanan meningkat, hingga risiko barang tidak terjual.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Angka <\/b><b><i>inventory turnover<\/i><\/b><b> tinggi: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa berarti stok bergerak cepat dan penjualan sehat. Namun jika terlalu tinggi, ini juga bisa menjadi tanda <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">understock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, di mana bisnis berisiko kehabisan barang saat permintaan meningkat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Contoh sederhana:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> = 2 \u2192 stok rata-rata habis setiap 6 bulan (indikasi lambat untuk banyak industri).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> = 10 \u2192 stok habis setiap \u00b11,2 bulan (bisa sehat untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">FMCG<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tapi berisiko untuk barang bernilai tinggi).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, membaca <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> harus mempertimbangkan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lead time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pemasok<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pola permintaan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">seasonality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Model penjualan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">B2C<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> vs <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">B2B<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Benchmark Inventory Turnover untuk Berbagai Industri (Sebagai Referensi Awal)<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Benchmark<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membantu bisnis menilai posisinya dibanding praktik umum di industri. Perlu diingat, angka berikut bersifat <\/span><b>indikatif<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, bukan target mutlak.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>FMCG\/<\/b><b><i>Grocery<\/i><\/b><b>: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> cenderung tinggi karena produk cepat terjual dan masa simpan pendek.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kisaran umum: <\/span><b>8 s\/d 12 kali per tahun<\/b><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Fashion\/Apparel: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Dipengaruhi kuat oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">seasonality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Terlalu tinggi bisa berisiko <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stockout<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saat musim puncak. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kisaran umum: <\/span><b>3 s\/d 6 kali per tahun<\/b><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Elektronik &amp; <\/b><b><i>Gadget<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Nilai barang tinggi dan siklus produk spesifik.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kisaran umum: <\/span><b>2 s\/d 4 kali per tahun<\/b><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>B2B\/<\/b><b><i>Industrial Goods<\/i><\/b><b>: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Volume besar, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lead time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> panjang, dan penjualan berbasis proyek.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kisaran umum: <\/span><b>1 s\/d 3 kali per tahun<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Benchmark<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini sebaiknya digunakan sebagai pembanding awal, lalu disesuaikan dengan kondisi bisnis masing-masing, bukan sebagai patokan kaku.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor-Faktor yang Memengaruhi Inventory Turnover<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Angka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak berdiri sendiri. Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi cepat atau lambatnya perputaran stok.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Akurasi <\/b><b><i>demand forecasting: <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Perkiraan permintaan yang meleset akan langsung berdampak pada stok berlebih atau kekurangan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Panjang <\/b><b><i>lead time<\/i><\/b><b> pemasok: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin lama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lead time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, bisnis cenderung menahan stok lebih banyak sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buffer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Seasonality<\/i><\/b><b> dan promosi: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Lonjakan permintaan musiman dapat mengubah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara drastis dalam periode tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Akurasi data stok:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Data yang tidak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">real-time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membuat keputusan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">replenishment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak presisi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Proses gudang dan <\/b><b><i>fulfillment:<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">picking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">packing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan pengiriman yang lambat bisa memperlambat perputaran stok meskipun permintaan tinggi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami faktor-faktor ini membantu bisnis melihat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan sekadar angka, tetapi sebagai cerminan dari keseluruhan proses operasional.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan Inventory Turnover sebagai Dasar Keputusan Replenishment<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah memahami angka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan konteks industrinya, langkah penting berikutnya adalah <\/span><b>menggunakannya untuk pengambilan keputusan <\/b><b><i>replenishment<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Di tahap ini, metrik tidak lagi bersifat informatif saja, tetapi menjadi alat bantu operasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara praktis, bisnis dapat menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menjawab pertanyaan berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapan waktu yang tepat untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">restock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berapa jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">restock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ideal?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Produk mana yang perlu diprioritaskan?<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Contoh penerapan:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sebuah SKU memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> 2 kali per tahun, sementara target industri berada di kisaran 4-5 kali, ini bisa menjadi sinyal bahwa stok terlalu lama tersimpan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisnis dapat mengevaluasi ulang jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">replenishment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, menyesuaikan frekuensi pemesanan, atau mengurangi stok untuk SKU tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terlalu tinggi dan sering terjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stockout<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, bisnis perlu mempertimbangkan peningkatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">safety stock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau mempercepat siklus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">replenishment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini, keputusan sebaiknya tidak didasarkan pada satu periode saja, melainkan tren <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari waktu ke waktu (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">month-over-month<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">year-over-year<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Peran Fulfillment dalam Menjaga Inventory Turnover Tetap Sehat<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Angka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ideal sulit dicapai tanpa dukungan operasional yang rapi. Proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fulfillment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, mulai dari penyimpanan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">picking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">packing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hingga pengiriman, berperan langsung dalam menjaga perputaran stok tetap lancar.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fulfillment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terstruktur membantu bisnis:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">menjaga visibilitas stok yang lebih akurat,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">memproses pesanan dengan lebih cepat,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">mengurangi penumpukan barang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slow-moving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">merespons lonjakan permintaan tanpa mengganggu operasional.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan dukungan <\/span><a href=\"https:\/\/biteship.com\/id\/produk\/fulfillment\"><span style=\"font-weight: 400;\">layanan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fulfillment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Biteship<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, bisnis dapat mengelola stok dan pemrosesan pesanan dalam satu alur yang terintegrasi. Barang disimpan secara teratur, status stok lebih mudah dipantau, dan proses pengiriman berjalan lebih konsisten.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini membantu bisnis menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan kecepatan perputaran stok, sehingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat dijaga pada level yang lebih sehat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan Umum Saat Mengukur Inventory Turnover<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menutup analisis, penting untuk memahami beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat mengukur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan omzet penjualan alih-alih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">COGS<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sehingga angka terlihat lebih tinggi dari kondisi sebenarnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghitung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan periode yang tidak konsisten.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak memisahkan analisis per SKU, sehingga produk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fast-moving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slow-moving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tercampur.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengabaikan faktor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">seasonality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lead time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pemasok.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari kesalahan ini membantu bisnis mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang kondisi stoknya.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Inventory turnover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan sekadar angka keuangan, melainkan panduan untuk menilai efisiensi pengelolaan stok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami cara menghitung, membaca, dan membandingkannya dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">benchmark<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> industri, bisnis dapat mengetahui apakah stok bergerak terlalu lambat, terlalu cepat, atau sudah berada di jalur yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika metrik ini digunakan sebagai dasar keputusan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">replenishment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan didukung oleh proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fulfillment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terstruktur, bisnis dapat menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang, biaya operasional, dan kepuasan pelanggan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah peran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fulfillment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang rapi, seperti yang ditawarkan oleh <\/span><a href=\"https:\/\/biteship.com\/id\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biteship<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, menjadi bagian penting dalam menjaga perputaran stok tetap sehat seiring pertumbuhan bisnis.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengelola stok bukan hanya soal memastikan barang selalu tersedia, tetapi juga tentang seberapa cepat stok tersebut berputar.\u00a0 Banyak bisnis mengalami masalah tanpa menyadarinya, stok menumpuk terlalu lama hingga mengikat modal, atau sebaliknya, stok terlalu cepat habis sehingga berisiko kehabisan barang saat permintaan tinggi. Di sinilah inventory turnover menjadi metrik penting untuk menilai kesehatan pengelolaan stok. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4508,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":{"0":"post-4507","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pergudangan"},"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Menghitung Inventory Turnover dan Benchmark Ideal untuk Berbagai Industri - Biteship<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menghitung Inventory Turnover dan Benchmark Ideal untuk Berbagai Industri - Biteship\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengelola stok bukan hanya soal memastikan barang selalu tersedia, tetapi juga tentang seberapa cepat stok tersebut berputar.\u00a0 Banyak bisnis mengalami masalah tanpa menyadarinya, stok menumpuk terlalu lama hingga mengikat modal, atau sebaliknya, stok terlalu cepat habis sehingga berisiko kehabisan barang saat permintaan tinggi. Di sinilah inventory turnover menjadi metrik penting untuk menilai kesehatan pengelolaan stok. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Biteship\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/facebook.com\/biteship\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-19T01:59:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Biteship-08909-1-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Biteship\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Biteship\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\n\t    \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n\t    \"@graph\": [\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Article\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/#article\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/\"\n\t            },\n\t            \"author\": {\n\t                \"name\": \"Biteship\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3\"\n\t            },\n\t            \"headline\": \"Cara Menghitung Inventory Turnover dan Benchmark Ideal untuk Berbagai Industri\",\n\t            \"datePublished\": \"2026-01-19T01:59:00+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2026-01-19T01:59:00+00:00\",\n\t            \"mainEntityOfPage\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/\"\n\t            },\n\t            \"wordCount\": 1273,\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"articleSection\": [\n\t                \"Pergudangan\"\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebPage\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/\",\n\t            \"name\": \"Cara Menghitung Inventory Turnover dan Benchmark Ideal untuk Berbagai Industri - Biteship\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website\"\n\t            },\n\t            \"datePublished\": \"2026-01-19T01:59:00+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2026-01-19T01:59:00+00:00\",\n\t            \"breadcrumb\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/#breadcrumb\"\n\t            },\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ReadAction\",\n\t                    \"target\": [\n\t                        \"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/\"\n\t                    ]\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"BreadcrumbList\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/#breadcrumb\",\n\t            \"itemListElement\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 1,\n\t                    \"name\": \"Home\",\n\t                    \"item\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\"\n\t                },\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 2,\n\t                    \"name\": \"Cara Menghitung Inventory Turnover dan Benchmark Ideal untuk Berbagai Industri\"\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebSite\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"description\": \"Ship Better and Smarter\",\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"SearchAction\",\n\t                    \"target\": {\n\t                        \"@type\": \"EntryPoint\",\n\t                        \"urlTemplate\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/?s={search_term_string}\"\n\t                    },\n\t                    \"query-input\": \"required name=search_term_string\"\n\t                }\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Organization\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"alternateName\": \"PT Berbagi Inovasi Teknologi\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\",\n\t            \"logo\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png\",\n\t                \"width\": 7206,\n\t                \"height\": 7205,\n\t                \"caption\": \"Biteship\"\n\t            },\n\t            \"image\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"\n\t            },\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/instagram.com\/biteship\"\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Person\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"image\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"caption\": \"Biteship\"\n\t            },\n\t            \"description\": \"Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.\",\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/biteship.com\/\",\n\t                \"https:\/\/facebook.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/www.instagram.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/www.youtube.com\/@biteship\"\n\t            ],\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/author\/bloggerbiteship-com\/\"\n\t        }\n\t    ]\n\t}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menghitung Inventory Turnover dan Benchmark Ideal untuk Berbagai Industri - Biteship","robots":{"index":"index","follow":"follow"},"canonical":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Menghitung Inventory Turnover dan Benchmark Ideal untuk Berbagai Industri - Biteship","og_description":"Mengelola stok bukan hanya soal memastikan barang selalu tersedia, tetapi juga tentang seberapa cepat stok tersebut berputar.\u00a0 Banyak bisnis mengalami masalah tanpa menyadarinya, stok menumpuk terlalu lama hingga mengikat modal, atau sebaliknya, stok terlalu cepat habis sehingga berisiko kehabisan barang saat permintaan tinggi. Di sinilah inventory turnover menjadi metrik penting untuk menilai kesehatan pengelolaan stok. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/","og_site_name":"Biteship","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","article_author":"https:\/\/facebook.com\/biteship\/","article_published_time":"2026-01-19T01:59:00+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Biteship-08909-1-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Biteship","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Biteship","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/"},"author":{"name":"Biteship","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3"},"headline":"Cara Menghitung Inventory Turnover dan Benchmark Ideal untuk Berbagai Industri","datePublished":"2026-01-19T01:59:00+00:00","dateModified":"2026-01-19T01:59:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/"},"wordCount":1273,"publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pergudangan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/","name":"Cara Menghitung Inventory Turnover dan Benchmark Ideal untuk Berbagai Industri - Biteship","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-01-19T01:59:00+00:00","dateModified":"2026-01-19T01:59:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menghitung-inventory-turnover\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/biteship.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menghitung Inventory Turnover dan Benchmark Ideal untuk Berbagai Industri"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","name":"Biteship","description":"Ship Better and Smarter","publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization","name":"Biteship","alternateName":"PT Berbagi Inovasi Teknologi","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","contentUrl":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","width":7206,"height":7205,"caption":"Biteship"},"image":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","https:\/\/instagram.com\/biteship"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3","name":"Biteship","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Biteship"},"description":"Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.","sameAs":["https:\/\/biteship.com\/","https:\/\/facebook.com\/biteship\/","https:\/\/www.instagram.com\/biteship\/","https:\/\/www.youtube.com\/@biteship"],"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/author\/bloggerbiteship-com\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4507"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4507\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4509,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4507\/revisions\/4509"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4508"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}