{"id":4639,"date":"2026-04-01T07:12:12","date_gmt":"2026-04-01T00:12:12","guid":{"rendered":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?p=4639"},"modified":"2026-04-04T07:13:57","modified_gmt":"2026-04-04T00:13:57","slug":"menghitung-net-profit-margin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/","title":{"rendered":"Mudah! Ini Cara Menghitung Net Profit Margin (NPM) Bisnis Online"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendapatan yang perusahan peroleh bukan berarti seratus persen menjadi keuntungan bisnis. Dalam praktiknya, pendapatan bisnis harus dikurangi berbagai biaya sebelum akhirnya tersisa laba bersih. Makanya, pelaku usaha perlu memahami cara <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menghitung net profit margin<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> agar bisa mengetahui keuntungan bisnis yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Informasi ini menjadi langkah penting untuk menilai profitabilitas sekaligus efisiensi manajemen bisnis. Melalui perhitungan yang tepat, Anda bisa mengevaluasi apakah strategi harga sudah tepat atau biaya operasional terlalu besar sehingga perlu dipangkas agar periode berikutnya mendapat keuntungan optimal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Key takeaways:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net profit margin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah persentase laba bersih yang bisnis dapatkan setelah mengurangi semua biaya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin tinggi laba, menandakan bisnis tersebut memiliki margin laba bersih positif.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara menghitung margin laba<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> bersih adalah dengan membagi laba bersih dengan total pendapatan, lalu mengalikannya dengan angka 100 untuk memperoleh hasil dalam bentuk persentase.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenal Apa Itu Net Profit Margin\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip <\/span><a href=\"https:\/\/www.investopedia.com\/ask\/answers\/102714\/what-are-some-examples-factors-will-affect-my-profit-margin.asp\"><span style=\"font-weight: 400;\">Investopedia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">net profit margin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (NPM) atau margin laba bersih adalah rasio laba bersih terhadap pendapatan, yang diukur dengan cara membagi laba bersih dengan pendapatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, hasil pembagian tersebut dikalikan angka 100 untuk memperoleh hasil margin laba bersih dalam bentuk persentase. Persentase inilah yang menggambarkan seberapa besar keuntungan bersih bisnis dari setiap pendapatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan margin laba bersih dengan margin laba kotor terletak pada jenis biaya yang dikurangi. Margin laba bersih mengurangi pendapatan dengan semua biaya seperti harga pokok penjualan, biaya operasional, bunga, pajak, dan biaya lainnya. Sementara margin laba kotor hanya mengurangi pendapatan dengan harga pokok penjualan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Menghitung Net Profit Margin\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Margin laba bersih mampu merepresentasikan kesehatan keuangan bisnis. Jika persentasenya tinggi, itu merupakan tanda positif kondisi keuangan dan efisiensi operasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, jika biaya bahan baku atau operasional meningkat sementara pendapatan tidak bertumbuh secara seimbang, margin laba bersih bisa menurun bahkan menjadi negatif. Kondisi ini menunjukkan pengeluaran lebih besar daripada pendapatan dalam periode tertentu, sehingga bisnis bukan mengalami laba bersih, tetapi kerugian bersih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, manfaat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menghitung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">net profit margin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah untuk mengukur apakah strategi bisnis telah berhasil atau perlu mengevaluasi kembali operasional demi mengoptimalkan margin laba bersih periode berikutnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Angka 10% dianggap sebagai rata-rata standar margin laba bersih yang baik. Jika bisa mendapatkan lebih tinggi dari itu, maka akan lebih baik bagi bisnis. Namun, perlu diketahui bahwa setiap industri memiliki rata-rata margin laba bersih yang berbeda. Hal ini juga bukan berarti satu-satunya metrik keuntungan untuk mengukur performa bisnis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Menghitung Net Profit Margin <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pada Bisnis<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumus <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menghitung margin keuntungan dalam bisnis<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> memerlukan dua komponen, yakni laba bersih (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">net income<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan pendapatan total bisnis (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">total revenue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang perusahaan dapatkan dalam periode tertentu. Kemudian, dikali dengan angka 100 untuk mendapatkan hasil persentase. Secara sederhana, berikut adalah formulanya:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Net profit margin\/<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">NPM = (Laba bersih\/pendapatan total)\u00d7100%<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun untuk menghitung laba bersih yang menjadi komponen utama dalam mendapatkan margin keuntungan bersih, Anda harus mengurangi total pendapatan dengan seluruh pengeluaran bisnis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Total pendapatan bisa diperoleh dengan menjumlahkan total penjualan atau pemasukan bisnis. Kemudian, kurangi dengan pengeluaran di bawah ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harga Pokok Penjualan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cost of Goods Sold\/COGS<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">COGS adalah biaya yang perusahaan keluarkan langsung untuk memproduksi barang maupun menyediakan jasa. Contohnya biaya penyediaan bahan baku, gaji tenaga kerja, dan biaya produksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya Operasional<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, biaya operasional adalah biaya tidak langsung yang mendukung jalannya bisnis sehari-hari, tetapi tidak termasuk biaya produksi. Contohnya seperti biaya sewa gudang, logistik, biaya listrik, iklan, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Interest<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski tidak selalu ada pada setiap perusahaan, bunga adalah biaya yang muncul jika bisnis memiliki pinjaman pada bank atau lembaga keuangan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pajak (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Taxes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pajak adalah kewajiban yang harus dibayarkan seperti pajak penjualan, pajak penghasilan, dan pajak properti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, rumus menghitung laba bersih = Total pendapatan\u2013Harga Pokok Penjualan\u2013biaya operasional\u2013bunga\u2013pajak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau jika ingin lebih mudah, laba bersih adalah hasil dari pengurangan total pendapatan bisnis dengan total pengeluaran. Baru setelah Anda mendapatkan total laba bersih, perhitungan margin laba bersih juga bisa dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Menghitung Margin Laba Bersih<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya lebih mudah memahami gambaran <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menghitung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">net profit margin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, simak contoh kasus bisnis perusahaan X berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Total pendapatan: Rp27.000.000<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harga Pokok Penjualan atau COGS: Rp9.000.000<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya operasional: Rp8.500.000<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga: Rp500.000<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kewajiban pajak: Rp3.000.000<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari data tersebut, hitung terlebih dahulu laba bersihnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laba bersih = Total pendapatan\u2013total pengeluaran<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">= Total pendapatan\u2013(COGS+biaya operasional+bunga+pajak)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">= Rp27.000.000\u2013(Rp9.000.000+Rp8.500.000+Rp500.000+Rp3.000.000)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">= Rp6.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">NPM \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">= (Laba bersih\/total pendapatan)\u00d7100<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">= (Rp6.000.000\/Rp27.000.000)\u00d7100<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">= 22,22%<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, dari setiap Rp100 pendapatan yang perusahaan dapatkan, Rp22,22 adalah keuntungan bersih setelah mengurangi seluruh biaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi Meningkatkan Keuntungan Bisnis<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persaingan bisnis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sangat kompetitif tentu menjadi kendala bagi perusahaan untuk mendapat profit maksimal. Apabila setelah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menghitung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">net profit margin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ternyata hasilnya belum terlalu bagus, coba lakukan sejumlah strategi untuk meningkatkan profit bisnis berikut ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Diversifikasi Produk<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara meningkatkan keuntungan adalah dengan menambah sumber pendapatan, bisa melalui diversifikasi produk. Diversifikasi produk memungkinkan bisnis menjangkau segmen pasar yang lebih luas dan meningkatkan nilai transaksi pelanggan. Selain itu, juga mampu mengurangi ketergantungan pada satu produk dan membuka peluang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">upselling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, diversifikasi sebaiknya tetap relevan dengan identitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan kebutuhan pasar. Misalnya, toko Anda menjual pakaian, maka jenis produk tambahan yang cocok bisa berupa aksesoris pendukung seperti kalung, tas, atau topi. Anda bisa menjualnya sebagai paket <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bundling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Memangkas Biaya Operasional<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan juga dapat mengambil langkah untuk meningkatkan profit dengan cara memangkas biaya operasional pada area yang boros. Akan tetapi, pemangkasan ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, pemangkasan yang terlalu drastis bisa memengaruhi kinerja dan kualitas produk secara keseluruhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, perusahaan memilih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bahan baku yang lebih murah tetapi kualitasnya tidak sebanding seperti sebelumnya. Hal ini bisa menyebabkan produk turun kualitas dari standar biasanya. Akibatnya, pelanggan kecewa dan potensi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">repeat order <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menurun. Dalam jangka panjang, hal ini justru bisa menekan margin keuntungan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Mengoptimalkan Biaya Logistik<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya logistik termasuk tantangan utama bisnis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memakan anggaran cukup besar. Ongkos kirim, pengelolaan pesanan, hingga risiko keterlambatan pengiriman dapat memengaruhi biaya operasional secara keseluruhan. Maka dari itu, bisnis membutuhkan partner logistik yang andal\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain memilih partner yang tepat, penggunaan teknologi sistem manajemen pengiriman juga ikut berperan dalam upaya menekan biaya pengeluaran bisnis. Sebisa mungkin, pilih sistem manajemen yang dilengkapi dengan fitur pelacakan otomatis dan manajemen inventaris yang terintegrasi, sehingga pelaku bisnis dapat meminimalisir kesalahan manusia (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">human error<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang berisiko memicu biaya tambahan akibat retur barang.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Solusi Strategis Memperlebar Margin Laba Bersih<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menghitung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">net profit margin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> perlu melibatkan setiap komponen biaya, termasuk logistik, yang memengaruhi profitabilitas akhir bisnis Anda. Katakanlah Anda bisa menekan biaya operasional tanpa mengurangi kualitas layanan, maka secara otomatis dapat memperlebar margin keuntungan bersih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya logistik sering kali menjadi &#8220;kebocoran&#8221; halus yang menggerogoti keuntungan bersih jika tidak dikelola dengan cermat. Oleh karena itu, modernisasi operasional melalui sistem cerdas seperti Biteship menjadi keharusan bagi bisnis yang ingin tetap kompetitif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/biteship.com\/id\/produk\/shipping\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biteship adalah agregator ekspedisi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mengintegrasikan seluruh urusan logistik untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang Anda keluarkan untuk pengiriman jauh lebih efisien sehingga berkontribusi pada pertumbuhan bisnis yang lebih sehat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biteship juga menawarkan berbagai pilihan kurir untuk kebutuhan bisnis Anda, mulai dari instan, reguler, hingga internasional. Melalui <\/span><a href=\"https:\/\/biteship.com\/id\"><span style=\"font-weight: 400;\">solusi pengiriman terintegrasi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ini, bisnis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Anda tentu dapat bekerja lebih produktif dan berkontribusi pada peningkatan laba bersih bisnis.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara menghitung net profit margin membutuhkan komponen laba bersih dan pendapatan. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4640,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":{"0":"post-4639","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-bisnis"},"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mudah! Ini Cara Menghitung Net Profit Margin (NPM) Bisnis Online - Biteship<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara menghitung net profit margin membutuhkan komponen laba bersih dan pendapatan. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mudah! Ini Cara Menghitung Net Profit Margin (NPM) Bisnis Online - Biteship\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara menghitung net profit margin membutuhkan komponen laba bersih dan pendapatan. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Biteship\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/facebook.com\/biteship\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-01T00:12:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-04T00:13:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/2148950374-1-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Biteship\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Biteship\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\n\t    \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n\t    \"@graph\": [\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Article\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/#article\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/\"\n\t            },\n\t            \"author\": {\n\t                \"name\": \"Biteship\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3\"\n\t            },\n\t            \"headline\": \"Mudah! Ini Cara Menghitung Net Profit Margin (NPM) Bisnis Online\",\n\t            \"datePublished\": \"2026-04-01T00:12:12+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2026-04-04T00:13:57+00:00\",\n\t            \"mainEntityOfPage\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/\"\n\t            },\n\t            \"wordCount\": 1153,\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"articleSection\": [\n\t                \"Bisnis\"\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebPage\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/\",\n\t            \"name\": \"Mudah! Ini Cara Menghitung Net Profit Margin (NPM) Bisnis Online - Biteship\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website\"\n\t            },\n\t            \"datePublished\": \"2026-04-01T00:12:12+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2026-04-04T00:13:57+00:00\",\n\t            \"description\": \"Cara menghitung net profit margin membutuhkan komponen laba bersih dan pendapatan. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!\",\n\t            \"breadcrumb\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/#breadcrumb\"\n\t            },\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ReadAction\",\n\t                    \"target\": [\n\t                        \"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/\"\n\t                    ]\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"BreadcrumbList\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/#breadcrumb\",\n\t            \"itemListElement\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 1,\n\t                    \"name\": \"Home\",\n\t                    \"item\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\"\n\t                },\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 2,\n\t                    \"name\": \"Mudah! Ini Cara Menghitung Net Profit Margin (NPM) Bisnis Online\"\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebSite\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"description\": \"Ship Better and Smarter\",\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"SearchAction\",\n\t                    \"target\": {\n\t                        \"@type\": \"EntryPoint\",\n\t                        \"urlTemplate\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/?s={search_term_string}\"\n\t                    },\n\t                    \"query-input\": \"required name=search_term_string\"\n\t                }\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Organization\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"alternateName\": \"PT Berbagi Inovasi Teknologi\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/\",\n\t            \"logo\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png\",\n\t                \"width\": 7206,\n\t                \"height\": 7205,\n\t                \"caption\": \"Biteship\"\n\t            },\n\t            \"image\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"\n\t            },\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/instagram.com\/biteship\"\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Person\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"image\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"caption\": \"Biteship\"\n\t            },\n\t            \"description\": \"Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.\",\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/biteship.com\/\",\n\t                \"https:\/\/facebook.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/www.instagram.com\/biteship\/\",\n\t                \"https:\/\/www.youtube.com\/@biteship\"\n\t            ],\n\t            \"url\": \"https:\/\/biteship.com\/blog\/author\/bloggerbiteship-com\/\"\n\t        }\n\t    ]\n\t}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mudah! Ini Cara Menghitung Net Profit Margin (NPM) Bisnis Online - Biteship","description":"Cara menghitung net profit margin membutuhkan komponen laba bersih dan pendapatan. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow"},"canonical":"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mudah! Ini Cara Menghitung Net Profit Margin (NPM) Bisnis Online - Biteship","og_description":"Cara menghitung net profit margin membutuhkan komponen laba bersih dan pendapatan. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!","og_url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/","og_site_name":"Biteship","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","article_author":"https:\/\/facebook.com\/biteship\/","article_published_time":"2026-04-01T00:12:12+00:00","article_modified_time":"2026-04-04T00:13:57+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/2148950374-1-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Biteship","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Biteship","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/"},"author":{"name":"Biteship","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3"},"headline":"Mudah! Ini Cara Menghitung Net Profit Margin (NPM) Bisnis Online","datePublished":"2026-04-01T00:12:12+00:00","dateModified":"2026-04-04T00:13:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/"},"wordCount":1153,"publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"articleSection":["Bisnis"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/","name":"Mudah! Ini Cara Menghitung Net Profit Margin (NPM) Bisnis Online - Biteship","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-04-01T00:12:12+00:00","dateModified":"2026-04-04T00:13:57+00:00","description":"Cara menghitung net profit margin membutuhkan komponen laba bersih dan pendapatan. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/menghitung-net-profit-margin\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/biteship.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mudah! Ini Cara Menghitung Net Profit Margin (NPM) Bisnis Online"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","name":"Biteship","description":"Ship Better and Smarter","publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization","name":"Biteship","alternateName":"PT Berbagi Inovasi Teknologi","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","contentUrl":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","width":7206,"height":7205,"caption":"Biteship"},"image":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","https:\/\/instagram.com\/biteship"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3","name":"Biteship","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Biteship"},"description":"Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.","sameAs":["https:\/\/biteship.com\/","https:\/\/facebook.com\/biteship\/","https:\/\/www.instagram.com\/biteship\/","https:\/\/www.youtube.com\/@biteship"],"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/author\/bloggerbiteship-com\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4639"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4641,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4639\/revisions\/4641"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}