{"id":5007,"date":"2026-08-12T14:44:30","date_gmt":"2026-08-12T07:44:30","guid":{"rendered":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?p=5007"},"modified":"2026-08-19T14:46:36","modified_gmt":"2026-08-19T07:46:36","slug":"cara-menentukan-lokasi-sku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/","title":{"rendered":"Cara Menentukan Lokasi SKU agar Picking Lebih Cepat dengan Warehouse Slotting"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses picking yang lambat tidak selalu disebabkan jumlah picker yang kurang. Masalahnya bisa berasal dari lokasi SKU yang tidak mengikuti pola pesanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk yang paling sering dipesan mungkin tersimpan jauh dari area packing. SKU berat diletakkan terlalu tinggi. Beberapa varian dengan kemasan serupa ditempatkan berdampingan. Akibatnya, picker berjalan lebih jauh, mencari barang lebih lama, dan menghadapi risiko salah mengambil produk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sistem picker-to-parts, perjalanan picker dapat menyerap sekitar separuh waktu picking pada konfigurasi gudang tertentu. Artinya, memperbaiki lokasi SKU berpotensi meningkatkan produktivitas tanpa langsung menambah tenaga kerja atau membangun gudang baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses menentukan lokasi penyimpanan terbaik untuk setiap SKU disebut warehouse slotting. Slotting menggunakan data frekuensi pengambilan, ukuran, berat, kebutuhan replenishment, dan karakter produk untuk menentukan bin, rak, atau zona yang paling sesuai.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Key Takeaways<\/span><\/h2>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">SKU fast-moving sebaiknya ditempatkan dekat jalur picking dan packing, tetapi tetap mempertimbangkan ukuran, berat, keamanan, serta risiko kemacetan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">ABC analysis adalah titik awal, bukan satu-satunya dasar slotting. Warehouse manager juga perlu memeriksa product affinity, kebutuhan replenishment, dan karakteristik fisik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Slotting perlu dievaluasi secara berkala. Pola order dapat berubah karena seasonality, campaign, produk baru, dan perubahan channel penjualan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apa Itu Warehouse Slotting?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warehouse slotting adalah proses menentukan lokasi penyimpanan yang paling sesuai untuk setiap SKU di dalam gudang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan slotting mencakup:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zona penyimpanan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nomor rak dan bin<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketinggian penyimpanan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran ruang yang dialokasikan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi forward pick<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi reserve stock<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedekatan dengan packing station<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedekatan dengan produk yang sering dibeli bersama<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oracle menjelaskan bahwa sistem slotting dapat menganalisis data produk, lokasi, histori penjualan, frekuensi picking, ukuran, berat, jumlah stok, dan volume pengambilan untuk menentukan lokasi yang lebih sesuai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Slotting berbeda dari sekadar memberi nomor rak. Penomoran lokasi membantu staf menemukan barang, sedangkan slotting menentukan apakah barang tersebut memang berada di lokasi yang efisien.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa Lokasi SKU Memengaruhi Kecepatan Picking?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Picker menghabiskan waktu untuk berjalan, mencari lokasi, mengambil produk, memindai barang, dan membawa hasil picking ke tahap berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika SKU populer tersebar di ujung gudang, waktu perjalanan meningkat. Jika produk besar ditempatkan pada bin yang terlalu kecil, staf harus melakukan replenishment lebih sering. Jika varian serupa berada tanpa visual separator, risiko salah pick ikut naik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, slotting perlu mengejar beberapa tujuan sekaligus:<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Indikator yang dipantau<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Mengurangi perjalanan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Jarak dan waktu per picking route<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan produktivitas<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Order lines picked per labor hour<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Menekan kesalahan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Pick accuracy dan repick rate<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Mengendalikan replenishment<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah pengisian ulang forward pick<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Mencegah kemacetan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Antrean picker per aisle atau zona<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga keselamatan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ergonomi dan penempatan barang berat<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi yang menghasilkan jarak paling pendek belum tentu menjadi lokasi terbaik apabila menimbulkan kemacetan atau risiko keselamatan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dengan Analisis Kecepatan Pergerakan SKU<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data yang paling mudah digunakan adalah frekuensi SKU muncul dalam order.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan formula:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pick frequency SKU = jumlah order line yang memuat SKU \u00f7 total order line \u00d7 100%<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, selama satu bulan gudang memproses 20.000 order line. SKU A muncul sebanyak 1.600 kali:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pick frequency SKU A = 1.600 \u00f7 20.000 \u00d7 100% = 8%<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SKU tersebut menyumbang 8% dari seluruh aktivitas picking dan layak dipertimbangkan untuk area yang lebih mudah dijangkau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan order line, bukan hanya jumlah unit terjual. Satu order yang meminta 100 unit produk tetap dapat membutuhkan satu kunjungan ke lokasi, sedangkan produk yang muncul pada 100 order terpisah membutuhkan lebih banyak aktivitas picking.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan ABC Analysis untuk Mengelompokkan SKU<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">ABC analysis mengelompokkan SKU berdasarkan kontribusinya terhadap aktivitas picking.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kategori<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Karakteristik<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rekomendasi lokasi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">A<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Paling sering diambil<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Forward pick, dekat packing, mudah dijangkau<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">B<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Frekuensi menengah<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Area setelah zona A<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">C<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Jarang diambil<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rak lebih jauh atau reserve area<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada pembagian persentase yang wajib digunakan. Warehouse manager dapat memulai dengan mengurutkan SKU dari frekuensi tertinggi, kemudian menentukan batas A, B, dan C berdasarkan distribusi order aktual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kategori A menyumbang mayoritas aktivitas picking.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kategori B memiliki frekuensi menengah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kategori C hanya muncul sesekali.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah SKU dalam setiap kelompok dapat berubah berdasarkan kategori produk dan seasonality. Karena itu, aturan 20% SKU menghasilkan 80% aktivitas sebaiknya diperlakukan sebagai hipotesis awal, bukan angka wajib.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel<\/span><a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-mengelola-gudang-banyak-sku\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Cara Mengelola Gudang Banyak SKU<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> juga membahas penggunaan ABC analysis, binning, zone picking, dan labeling untuk gudang dengan variasi produk tinggi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Tempatkan Fast-Moving SKU di Golden Zone<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Golden zone adalah area penyimpanan yang mudah dijangkau picker dan memiliki akses baik ke jalur utama atau packing station. Oracle menggunakan istilah golden atau hot zone untuk lokasi dengan velocity rank tertinggi, tempat produk berperforma tinggi sebaiknya ditempatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara ergonomis, lokasi yang sering diakses biasanya ditempatkan pada ketinggian yang tidak mengharuskan staf terlalu sering membungkuk, berjongkok, atau menggunakan tangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jangan menempatkan seluruh fast-moving SKU dalam satu aisle sempit. Cara tersebut dapat membuat banyak picker berkumpul di tempat yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebarkan SKU kategori A ke beberapa bay atau sub-zona apabila:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak picker bekerja bersamaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa produk sering masuk dalam order yang sama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Produk memiliki dimensi besar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Area membutuhkan replenishment berkali-kali.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gudang menggunakan batch atau cluster picking.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelajari juga perbedaan<\/span><a href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/metode-picking-di-fulfillment-center\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">batch, cluster, wave, discrete, dan zone picking<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> agar desain slotting sesuai dengan metode picking yang digunakan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan Menentukan Lokasi Hanya dari Velocity<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk fast-moving tidak selalu boleh ditempatkan paling dekat dengan packing. Periksa juga faktor berikut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran dan kebutuhan ruang<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SKU besar dapat menghabiskan golden zone dan mengurangi kapasitas produk lain. Hitung berapa unit yang perlu tersedia pada forward pick sebelum replenishment dilakukan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Berat dan ergonomi<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk berat sebaiknya ditempatkan pada level rendah yang aman. Jangan memindahkannya ke rak setinggi pinggang hanya karena frekuensi pengambilannya tinggi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Product affinity<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk yang sering dipesan bersama dapat ditempatkan pada rute yang berdekatan. Namun, hindari menempatkan varian yang sangat mirip tanpa barcode dan visual separator.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Karakteristik produk<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pisahkan barang cair, mudah pecah, berbau kuat, bernilai tinggi, memiliki expiry date, atau membutuhkan suhu tertentu.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Frekuensi replenishment<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Slot yang terlalu kecil memang menghemat ruang, tetapi dapat membuat staf terus mengisi ulang forward pick. Biaya replenishment harus dibandingkan dengan penghematan jarak picking.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah Praktis Menata Ulang Lokasi SKU<\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Bangun baseline picking<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kumpulkan data minimal empat sampai delapan minggu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Order line per SKU<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pick time<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jarak atau rute picking<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Repick dan mispick<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah replenishment<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Volume dan dimensi barang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pola order bersama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keluhan picker<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan periode yang mewakili kondisi normal. Pisahkan data campaign apabila lonjakan tersebut tidak mencerminkan pola reguler.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Urutkan SKU berdasarkan aktivitas picking<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hitung frekuensi picking dan kelompokkan SKU ke kategori A, B, dan C. Buat klasifikasi tambahan berdasarkan berat, dimensi, risiko, serta kebutuhan penyimpanan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Buat peta zona dan ranking lokasi<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beri ranking pada setiap lokasi berdasarkan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jarak ke packing<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudahan akses<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketinggian<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapasitas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebar aisle<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkat kemacetan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peralatan handling yang dibutuhkan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan menyebut lokasi sebagai golden zone hanya karena dekat secara horizontal. Rak yang sulit dijangkau dapat tetap memperlambat picking.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Buat usulan pemindahan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cocokkan velocity rank SKU dengan ranking lokasi. Prioritaskan mismatch terbesar, misalnya produk kategori A yang masih berada di lokasi kategori C.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oracle menggunakan pendekatan serupa melalui reslotting workbench yang mengidentifikasi ketidaksesuaian antara velocity barang dan ranking lokasi. Sistem kemudian menghasilkan tugas untuk memindahkan inventaris.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Jalankan pilot pada sebagian SKU<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari 10 sampai 20 SKU dengan aktivitas picking tinggi. Bandingkan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pick time per line<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jarak perjalanan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lines per labor hour<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Replenishment frequency<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pick accuracy<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemacetan aisle<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan langsung memindahkan seluruh gudang sebelum efeknya terlihat.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">6. Perbarui lokasi pada sistem<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap perpindahan fisik harus dicatat dalam WMS. Memindahkan barang tanpa memperbarui lokasi sistem dapat menimbulkan phantom inventory, salah pick, dan selisih stok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan barcode untuk memvalidasi SKU, lokasi asal, dan lokasi tujuan selama proses relokasi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan Slotting yang Sering Terjadi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan pertama adalah menggunakan slotting statis. Produk yang populer enam bulan lalu belum tentu masih memiliki velocity yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan kedua adalah menggunakan revenue sebagai satu-satunya dasar. Produk mahal belum tentu paling sering dipick.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan ketiga adalah menempatkan seluruh fast mover di area yang sama sampai menimbulkan antrean.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan keempat adalah mengabaikan replenishment. Forward pick yang terlalu kecil dapat meningkatkan perjalanan staf dari reserve area.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan kelima adalah memindahkan SKU fisik tanpa memperbarui WMS, barcode, label rak, dan pick path.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan terakhir adalah menilai hasil hanya dari kecepatan. Slotting yang baik harus memperbaiki produktivitas tanpa menaikkan mispick, kerusakan, atau risiko keselamatan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana WMS Membantu Proses Slotting?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">WMS membantu membangun fondasi data yang dibutuhkan untuk slotting, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi setiap SKU<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Stok per bin<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Histori inbound dan outbound<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Frekuensi picking<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Audit trail perpindahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Barcode validation<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pick list dan urutan kerja<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inventory monitoring<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan operasional<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada WMS yang memiliki slotting atau reslotting engine, sistem dapat membandingkan velocity SKU dengan karakteristik lokasi, lalu memberi rekomendasi perpindahan. SAP juga menjelaskan bahwa slotting dapat digunakan untuk menentukan storage bin dan menjadi dasar rearrangement gudang secara berkala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biteship mempublikasikan bahwa WMS-nya membantu mencatat dan menelusuri barang dari receiving sampai shipping, menyinkronkan stok serta order, dan menyediakan rangkuman data operasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, halaman publik Biteship belum menjelaskan secara spesifik apakah sistemnya memiliki automatic reslotting recommendation seperti fitur Oracle. Kemampuan rekomendasi lokasi, konfigurasi bin, pick path, dan laporan velocity sebaiknya dikonfirmasi langsung saat demo.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Seberapa Sering Slotting Harus Dievaluasi?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan review berdasarkan tingkat perubahan bisnis:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mingguan untuk SKU campaign dan produk viral<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bulanan untuk fast-moving SKU<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kuartalan untuk keseluruhan layout<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah peluncuran kategori baru<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum peak season<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika pick productivity menurun<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kemacetan dan replenishment meningkat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan slotting sebagai proses berulang. Lokasi terbaik hari ini dapat menjadi tidak efisien ketika pola order, jumlah SKU, atau metode picking berubah.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulan<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menentukan lokasi SKU yang tepat dimulai dari data aktivitas picking, bukan intuisi semata. Kelompokkan produk berdasarkan velocity, tempatkan fast mover pada area yang mudah dijangkau, lalu sesuaikan dengan ukuran, berat, product affinity, keselamatan, dan kebutuhan replenishment.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari pilot kecil dan ukur pick time, travel distance, productivity, replenishment, serta accuracy. Setelah hasilnya stabil, perluas perubahan ke lebih banyak SKU.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warehouse Management System membantu memastikan setiap lokasi, perpindahan, dan aktivitas picking tercatat dengan benar. Biteship menyediakan WMS dan fulfillment yang menghubungkan pengelolaan inventaris, picking, packing, analitik order, serta pengiriman dalam satu ekosistem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Brand dapat<\/span><a href=\"https:\/\/biteship.com\/en\/contact-sales\"> <span style=\"font-weight: 400;\">menjadwalkan konsultasi dengan tim Biteship<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk membahas kebutuhan WMS, konfigurasi gudang, integrasi order, dan proses picking berdasarkan karakter SKU aktual.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelajari cara menentukan lokasi SKU menggunakan ABC analysis, product velocity, golden zone, dan WMS agar proses picking gudang lebih cepat.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5008,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"content-type":"","footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-5007","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-pergudangan"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Menentukan Lokasi SKU agar Picking Lebih Cepat dengan Warehouse Slotting - Biteship<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari cara menentukan lokasi SKU menggunakan ABC analysis, product velocity, golden zone, dan WMS agar proses picking gudang lebih cepat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menentukan Lokasi SKU agar Picking Lebih Cepat dengan Warehouse Slotting - Biteship\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari cara menentukan lokasi SKU menggunakan ABC analysis, product velocity, golden zone, dan WMS agar proses picking gudang lebih cepat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Biteship\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/facebook.com\/biteship\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-12T07:44:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-19T07:46:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/132691-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Biteship\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Biteship\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\n\t    \"@context\": \"https:\\\/\\\/schema.org\",\n\t    \"@graph\": [\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Article\",\n\t            \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/cara-menentukan-lokasi-sku\\\/#article\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/cara-menentukan-lokasi-sku\\\/\"\n\t            },\n\t            \"author\": {\n\t                \"name\": \"Biteship\",\n\t                \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3\"\n\t            },\n\t            \"headline\": \"Cara Menentukan Lokasi SKU agar Picking Lebih Cepat dengan Warehouse Slotting\",\n\t            \"datePublished\": \"2026-08-12T07:44:30+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2026-08-19T07:46:36+00:00\",\n\t            \"mainEntityOfPage\": {\n\t                \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/cara-menentukan-lokasi-sku\\\/\"\n\t            },\n\t            \"wordCount\": 1617,\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"image\": {\n\t                \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/cara-menentukan-lokasi-sku\\\/#primaryimage\"\n\t            },\n\t            \"thumbnailUrl\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/132691-1.jpg\",\n\t            \"articleSection\": [\n\t                \"Pergudangan\"\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebPage\",\n\t            \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/cara-menentukan-lokasi-sku\\\/\",\n\t            \"url\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/cara-menentukan-lokasi-sku\\\/\",\n\t            \"name\": \"Cara Menentukan Lokasi SKU agar Picking Lebih Cepat dengan Warehouse Slotting - Biteship\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/#website\"\n\t            },\n\t            \"primaryImageOfPage\": {\n\t                \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/cara-menentukan-lokasi-sku\\\/#primaryimage\"\n\t            },\n\t            \"image\": {\n\t                \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/cara-menentukan-lokasi-sku\\\/#primaryimage\"\n\t            },\n\t            \"thumbnailUrl\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/132691-1.jpg\",\n\t            \"datePublished\": \"2026-08-12T07:44:30+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2026-08-19T07:46:36+00:00\",\n\t            \"description\": \"Pelajari cara menentukan lokasi SKU menggunakan ABC analysis, product velocity, golden zone, dan WMS agar proses picking gudang lebih cepat.\",\n\t            \"breadcrumb\": {\n\t                \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/cara-menentukan-lokasi-sku\\\/#breadcrumb\"\n\t            },\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ReadAction\",\n\t                    \"target\": [\n\t                        \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/cara-menentukan-lokasi-sku\\\/\"\n\t                    ]\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"ImageObject\",\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t            \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/cara-menentukan-lokasi-sku\\\/#primaryimage\",\n\t            \"url\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/132691-1.jpg\",\n\t            \"contentUrl\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/132691-1.jpg\",\n\t            \"width\": 1500,\n\t            \"height\": 1000,\n\t            \"caption\": \"Cara Menentukan Lokasi SKU agar Picking Lebih Cepat dengan Warehouse Slotting\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"BreadcrumbList\",\n\t            \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/cara-menentukan-lokasi-sku\\\/#breadcrumb\",\n\t            \"itemListElement\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 1,\n\t                    \"name\": \"Home\",\n\t                    \"item\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/\"\n\t                },\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 2,\n\t                    \"name\": \"Cara Menentukan Lokasi SKU agar Picking Lebih Cepat dengan Warehouse Slotting\"\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebSite\",\n\t            \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/#website\",\n\t            \"url\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"description\": \"Ship Better and Smarter\",\n\t            \"publisher\": {\n\t                \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/#organization\"\n\t            },\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"SearchAction\",\n\t                    \"target\": {\n\t                        \"@type\": \"EntryPoint\",\n\t                        \"urlTemplate\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"\n\t                    },\n\t                    \"query-input\": {\n\t                        \"@type\": \"PropertyValueSpecification\",\n\t                        \"valueRequired\": true,\n\t                        \"valueName\": \"search_term_string\"\n\t                    }\n\t                }\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"en-US\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Organization\",\n\t            \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/#organization\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"alternateName\": \"PT Berbagi Inovasi Teknologi\",\n\t            \"url\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/\",\n\t            \"logo\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\n\t                \"url\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/logo-1.png\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/logo-1.png\",\n\t                \"width\": 7206,\n\t                \"height\": 7205,\n\t                \"caption\": \"Biteship\"\n\t            },\n\t            \"image\": {\n\t                \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"\n\t            },\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/biteship\\\/\",\n\t                \"https:\\\/\\\/instagram.com\\\/biteship\"\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Person\",\n\t            \"@id\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3\",\n\t            \"name\": \"Biteship\",\n\t            \"image\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"en-US\",\n\t                \"@id\": \"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"url\": \"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"caption\": \"Biteship\"\n\t            },\n\t            \"description\": \"Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.\",\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/\",\n\t                \"https:\\\/\\\/facebook.com\\\/biteship\\\/\",\n\t                \"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/biteship\\\/\",\n\t                \"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@biteship\"\n\t            ],\n\t            \"url\": \"https:\\\/\\\/biteship.com\\\/blog\\\/author\\\/bloggerbiteship-com\\\/\"\n\t        }\n\t    ]\n\t}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menentukan Lokasi SKU agar Picking Lebih Cepat dengan Warehouse Slotting - Biteship","description":"Pelajari cara menentukan lokasi SKU menggunakan ABC analysis, product velocity, golden zone, dan WMS agar proses picking gudang lebih cepat.","robots":{"index":"index","follow":"follow"},"canonical":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Menentukan Lokasi SKU agar Picking Lebih Cepat dengan Warehouse Slotting - Biteship","og_description":"Pelajari cara menentukan lokasi SKU menggunakan ABC analysis, product velocity, golden zone, dan WMS agar proses picking gudang lebih cepat.","og_url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/","og_site_name":"Biteship","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","article_author":"https:\/\/facebook.com\/biteship\/","article_published_time":"2026-08-12T07:44:30+00:00","article_modified_time":"2026-08-19T07:46:36+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":1000,"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/132691-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Biteship","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Biteship","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/"},"author":{"name":"Biteship","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3"},"headline":"Cara Menentukan Lokasi SKU agar Picking Lebih Cepat dengan Warehouse Slotting","datePublished":"2026-08-12T07:44:30+00:00","dateModified":"2026-08-19T07:46:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/"},"wordCount":1617,"publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/132691-1.jpg","articleSection":["Pergudangan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/","name":"Cara Menentukan Lokasi SKU agar Picking Lebih Cepat dengan Warehouse Slotting - Biteship","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/132691-1.jpg","datePublished":"2026-08-12T07:44:30+00:00","dateModified":"2026-08-19T07:46:36+00:00","description":"Pelajari cara menentukan lokasi SKU menggunakan ABC analysis, product velocity, golden zone, dan WMS agar proses picking gudang lebih cepat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/#primaryimage","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/132691-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/132691-1.jpg","width":1500,"height":1000,"caption":"Cara Menentukan Lokasi SKU agar Picking Lebih Cepat dengan Warehouse Slotting"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/cara-menentukan-lokasi-sku\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/biteship.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menentukan Lokasi SKU agar Picking Lebih Cepat dengan Warehouse Slotting"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","name":"Biteship","description":"Ship Better and Smarter","publisher":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/biteship.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#organization","name":"Biteship","alternateName":"PT Berbagi Inovasi Teknologi","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","contentUrl":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/logo-1.png","width":7206,"height":7205,"caption":"Biteship"},"image":{"@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/biteship\/","https:\/\/instagram.com\/biteship"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/biteship.com\/blog\/#\/schema\/person\/f8a3efa7c71827e28a07e7fc5d0b9aa3","name":"Biteship","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/29c289f2506689863c809348acae5642379a29e8e3627fd8075fe8128a46443a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Biteship"},"description":"Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.","sameAs":["https:\/\/biteship.com\/","https:\/\/facebook.com\/biteship\/","https:\/\/www.instagram.com\/biteship\/","https:\/\/www.youtube.com\/@biteship"],"url":"https:\/\/biteship.com\/blog\/author\/bloggerbiteship-com\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5007"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5007\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5009,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5007\/revisions\/5009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/biteship.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}