Pernahkah Anda merasa ongkos kirim (ongkir) barang tidak sesuai ekspektasi? Berat barang ringan, tetapi ongkirnya mirip seperti barang berat. Kondisi ini sering dirasakan oleh pelaku bisnis online yang rutin mengirim paket, karena ternyata banyak yang belum tahu kalau dalam dunia logistik ada perbedaan antara berat aktual dan volumetrik.
Kedua jenis berat ini menjadi patokan bagi jasa ekspedisi sebelum menentukan tarif. Umumnya, pihak ekspedisi akan membandingkan berat aktual dan berat volumetrik, lalu memakai nilai yang lebih besar sebagai dasar perhitungan ongkir.
Maka dari itu, paket ringan tidak selalu menjamin tarif kirimnya murah jika ukurannya besar.
Key takeaways:
- Berat aktual berasal dari timbangan langsung, sedangkan berat volumetrik berdasarkan perhitungan dimensi paket.
- Kurir atau jasa ekspedisi menentukan tarif pengiriman barang berdasarkan nilai yang lebih besar antara berat aktual dan volumetrik.
Apa Itu Berat Aktual?
Berat aktual adalah berat asli suatu paket berdasarkan nilai yang muncul pada timbangan. Nilai ini dinyatakan dalam satuan kilogram (kg) atau pound (lbs). Misalnya, Anda ingin mengirim paket buku 1 lusin, lalu paket tersebut ditimbang dan hasilnya 2 kg. Itulah berat aktualnya.
Jika mengikuti berat aktual, Anda hanya perlu membayar tagihan ongkir untuk paket 2 kg tersebut. Namun, penentuan tarif pengiriman dengan berat aktual biasanya berlaku terbatas pada benda padat yang tidak memakan terlalu banyak ruang. Contohnya seperti besi, mesin, perangkat elektronik, dan buku.
Apa Itu Berat Volumetrik?
Berat volumetrik adalah berat yang dihitung berdasarkan dimensi paket, yakni panjang, lebar, dan tinggi barang. Katakan jika paket yang Anda kirim memiliki berat 2 kg, tetapi isi paket tersebut adalah boneka jumbo. Maka, perhitungan tarif kirimnya tidak sama seperti buku tulis yang sama-sama memiliki berat aktual 2 kg. Bisa jadi lebih mahal.
Hal ini terjadi karena boneka jumbo memiliki ukuran packaging yang lebih besar daripada buku tulis sehingga memakan kapasitas kendaraan angkut. Tempat yang seharusnya bisa diisi oleh barang lainnya jadi tertutupi karena paket ringan yang berukuran besar.
Oleh sebab itu, jasa ekspedisi mengenakan berat volumetrik untuk benda-benda besar yang memakan ruang. Meskipun berat aktual barang hanya 2 kg, ongkir yang Anda bayar bisa senilai barang 10 kg.
Cara Menghitung Berat Aktual dan Volumetrik
Setelah mengetahui perbedaan berat aktual dan volume dari penjelasan definisi di atas, Anda juga perlu memahami rumus menghitung kedua berat ini untuk memperkirakan estimasi ongkir yang tepat.
Cara menghitung berat aktual sebenarnya tidak perlu tindakan khusus. Anda tinggal menaruh paket di atas timbangan, lalu angka yang muncul adalah berat aktual atau sesungguhnya.
Sementara itu, cara menghitung berat volumetrik yaitu:
- Rumus = Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm) : 6000
Sebagai contoh, Anda hendak mengirimkan kotak paket dengan berat aktual 5 kg dan dimensi 60 cm x 40 cm x 30 cm. Maka, perhitungan berat volumenya adalah:
- 60 x 40 x 30 : 6000 = 12 kg
Jadi, meski berat aktual paket hanya 5 kg, tarif pengiriman yang akan dibebankan ke Anda adalah sebesar 12 kg mengikuti dimensinya yang lebih besar. Pada berat volume, ukuran kemasan sangat berpengaruh terhadap biaya kirim.
Sebagai informasi, melansir Pos Indonesia, pembagi 6000 tersebut adalah standar industri logistik yang digunakan oleh berbagai jasa ekspedisi. Akan tetapi, tidak semua ekspedisi memakai pembagi 6000, ada yang 4000 dan 5000. Maka dari itu, sebaiknya riset terlebih dahulu kebijakan ekspedisi tujuan sebelum memulai perhitungan.
Bagaimana Menentukan Berat yang Digunakan oleh Kurir?
Saat menentukan biaya pengiriman, kurir atau jasa ekspedisi biasanya akan membandingkan berat aktual dan berat volumetrik. Nilai yang paling besar dari keduanya akan menjadi acuan perhitungan tarif. Perhatikan dua contoh kasus pengiriman barang berikut ini:
- Jika Anda mengirim paket berisi dumbbell atau alat angkat beban dengan berat aktual 10 kg, ongkir umumnya dihitung berdasarkan berat aktual. Hal ini karena ukuran dumbbell cenderung padat dan tidak memakan banyak ruang, sehingga berat volumetriknya biasanya lebih kecil dari 10 kg.
- Sebaliknya, jika Anda mengirim kardus besar berisi bantal jumbo dengan berat aktual 4 kg, ongkir bisa dihitung berdasarkan berat volumetrik. Meskipun bobotnya ringan, ukuran paket yang besar memerlukan ruang lebih banyak selama pengiriman sehingga biaya kirim menjadi lebih tinggi.
Dampak Berat Aktual dan Volumetrik ke Biaya Pengiriman
Perbandingan berat aktual dan volumetrik ternyata memiliki dampak yang signifikan bagi pelaku bisnis online yang notabene rutin mengirim produk. Jika bisnis tidak merencanakan strategi pengemasan barang, terutama untuk barang berukuran besar, biaya logistik bisa membengkak karena ongkir lebih mahal dari perkiraan awal.
Selain itu, salah memilih ukuran packaging juga dapat meningkatkan biaya operasional. Pemakaian kardus yang terlalu besar untuk barang kecil membuat berat volumetrik naik, padahal isi paket tidak bertambah. Dalam jangka panjang, hal ini bisa mengurangi efisiensi bisnis.
Tips Menghemat Biaya Pengiriman
Supaya Anda tidak terkena biaya pengiriman yang mahal saat mengirim barang dengan dimensi besar, coba ikuti beberapa tips berikut.
1. Memakai Kotak sesuai Ukuran Barang
Gunakan kotak atau kardus dalam ukuran terkecil yang muat untuk mengemas barang. Hindari memakai kemasan yang terlalu besar karena bisa menambah ruang kosong dalam paket sehingga berat volumetrik meningkat.
2. Membongkar Barang Jika Mungkin
Beberapa jenis furnitur seperti rak, kursi, dan meja yang mungkin dibongkar pasang dapat mengecilkan dimensi paket. Daripada mengemas rak utuh, lebih baik melepasnya menjadi beberapa bagian agar ongkir dari berat volumetriknya terjangkau.
3. Mengganti Bahan Pelindung
Bubble wrap atau busa tebal merupakan contoh bahan pelindung barang yang dapat meningkatkan ukuran paket menjadi lebih gemuk. Pertimbangkan untuk mengganti bahan pelindung dengan bahan lainnya yang tetap aman tetapi tidak menambah volume berlebihan. Misalnya, seperti kertas kusut atau bantal udara.
Sudah Tahu Beda Berat Aktual vs Volumetrik?
Memahami perbedaan berat aktual dan volumetrik membantu pemilik bisnis online menghitung ongkir dengan lebih akurat sehingga biaya logistik bisa terkontrol. Selain itu, pemahaman ini juga memungkinkan Anda untuk menekan biaya dengan menerapkan teknik pengemasan paket berukuran besar yang tepat.
Bagi Anda yang ingin lebih mudah mengelola pengiriman ini, serahkan pada Biteship sebagai mitra agregator logistik andal. Biteship adalah solusi praktis bagi pebisnis online untuk terkoneksi dengan ekspedisi-ekspedisi yang ada di Indonesia. Melalui dashboard Biteship, Anda bisa mengirim bulk order hingga memonitor progresnya!
FAQ
Kapan kurir menggunakan berat volumetrik?
Saat volume barang lebih besar dari berat aktual.
Mengapa ongkir tidak selalu mengikuti berat asli barang?
Karena barang yang ringan tetapi berukuran besar dapat memakan cukup banyak ruang sehingga perlu dikenai tagihan lebih besar.
Bagaimana cara menghitung berat volumetrik?
Dengan rumus panjang x lebar x tinggi : faktor dimensi (setiap ekspedisi bisa jadi berbeda).




