Manfaat Multi-Order Fulfillment bagi Operasional Logistik Bisnis

Manfaat Multi-Order Fulfillment bagi Operasional Logistik Bisnis

Biaya pengiriman sering menjadi tantangan utama dalam bisnis online, terutama saat volume pesanan meningkat. Menurut Waredock, biaya logistik bahkan bisa mencapai 15–25% dari total pendapatan e-commerce. Tanpa strategi yang tepat seperti multi-order fulfillment, hal ini dapat menggerus margin keuntungan.

Multi order fulfillment hadir sebagai solusi untuk membuat proses pengiriman e-commerce  lebih efisien dan hemat biaya. Kenali strategi, manfaat yang bisa diperoleh, serta tips penerapannya agar bisnis Anda dapat berjalan lebih efisien, optimal, dan scalable di tengah persaingan yang semakin ketat di artikel ini.

Apa itu Multi-Order Fulfillment?

Multi order fulfillment, atau order consolidation, adalah strategi logistik yang menggabungkan beberapa pesanan dalam satu proses pemenuhan, mulai dari pengambilan barang (picking), pengemasan (packing), hingga pengiriman.

Berbeda dengan metode tradisional yang memproses pesanan satu per satu, strategi ini memungkinkan banyak order diproses sekaligus dalam satu alur kerja. Dengan kata lain, sistem ini membantu bisnis melakukan batch picking, mengemas beberapa pesanan dalam satu workflow, dan mengoptimalkan pengiriman melalui rute multi-stop.

Untuk lebih mudah memahaminya, berikut ini beberapa contoh kasusnya.

  • Seorang pelanggan membeli tiga produk sekaligus dalam satu transaksi. Dengan multi-order fulfillment, gudang akan mengambil semua produk dalam satu proses, mengemasnya dalam satu paket, dan mengirimkannya dengan satu resi.
  • Dalam satu hari, sebuah bisnis mendapat sepuluh pesanan dari pelanggan berbeda di area Jakarta Selatan. Dengan strategi ini, semua pesanan bisa diproses secara bersamaan (batch) dan kurir akan mengantarkannya dalam satu rute perjalanan.
  • Sebuah toko online berjualan di beberapa platform seperti Shopee, Tokopedia, dan website sendiri. Semua pesanan yang masuk dari berbagai channel tersebut dikumpulkan dalam satu sistem, lalu diproses bersamaan.

Tantangan Tanpa Multi-Order Fulfillment

Lalu, apa yang terjadi jika bisnis tetap memproses pesanan satu per satu tanpa strategi konsolidasi? Ada beberapa masalah yang mungkin akan muncul. Berikut ini uraiannya.

  • Biaya logistik tidak terkendali karena setiap pesanan dikirim terpisah tanpa efisiensi skala.
  • Proses gudang lambat dan berulang akibat picking dan packing dilakukan satu per satu untuk produk yang sama.
  • Risiko human error lebih tinggi akibat picking dan packing satu per satu, ditambah dengan proses yang manual, membuat tim mudah kewalahan sehingga rawan terjadi kesalahan, mulai dari salah ambil barang, salah label, hingga keterlambatan pengiriman.
  • Cost per order sulit turun karena tanpa konsolidasi, biaya per pesanan tetap tinggi atau bahkan meningkat sehingga margin menjadi lebih tertekan.
  • Pengalaman pelanggan menurun akibat adanya risiko keterlambatan pengiriman yang tinggi.

Manfaat Multi-Order Fulfillment untuk Bisnis

Multi order fulfillment memberi berbagai manfaat bagi bisnis, terutama dalam meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya logistik. Berikut ini urainnya.

  • Efisiensi biaya logistik: Beberapa pesanan digabungkan dalam satu proses pengiriman, sehingga jumlah resi berkurang dan ongkos kirim pun menjadi lebih hemat.
  • Operasional gudang lebih cepat dan efisien: Proses picking dan packing dilakukan dalam satu batch (batch processing), sehingga mengurangi pekerjaan berulang dan meningkatkan produktivitas tim gudang.
  • Pengiriman lebih optimal dan terjadwal: Pengelompokan pesanan membuat proses distribusi lebih terstruktur dan terjadwal, sehingga lebih efisien serta mengurangi risiko keterlambatan. Bahkan pengiriman yang sebelumnya memakan waktu 3–5 hari dapat dipercepat menjadi 1–2 hari.
  • Menekan biaya operasional gudang: Proses yang lebih efisien mengurangi kebutuhan tenaga kerja tambahan serta meminimalkan kesalahan, sehingga menekan biaya handling dan retur.
  • Meningkatkan pengalaman pelanggan dan repeat order: Pengiriman yang lebih cepat dan akurat akan meningkatkan kepuasan pelanggan serta mendorong pembelian ulang atau repeat order.

Peran Fulfillment Services dalam Multi Order Fulfillment

Layanan fulfillment berperan penting sebagai penggerak utama agar seluruh proses logistik berjalan efisien dan terintegrasi. Lebih lengkapnya, berikut ini beberapa peran utama fulfillment services.

  • Mengelola penyimpanan barang (warehousing) secara terorganisir sehingga proses pencarian dan pengambilan produk (picking) menjadi lebih cepat dan akurat.
  • Mengoptimalkan proses picking dan packing dengan metode batch (multi-order), sehingga banyak pesanan dapat diproses sekaligus dalam satu alur kerja.
  • Mengintegrasikan berbagai channel penjualan seperti marketplace dan website dalam satu dashboard, sehingga semua pesanan dapat dikelola secara terpusat.
  • Mengotomatiskan proses pengiriman, mulai dari pemilihan kurir, pembuatan resi, hingga penjadwalan pickup, agar distribusi lebih cepat dan efisien.
  • Mengoptimalkan rute pengiriman melalui konsep multi-stop, sehingga satu perjalanan dapat mencakup banyak pesanan dan menekan biaya logistik.
  • Menyediakan sistem pelacakan (tracking) real-time yang memudahkan bisnis dan pelanggan memantau status pesanan secara transparan.
  • Mengelola stok secara real-time sehingga ketersediaan barang tetap akurat dan risiko overselling dapat diminimalkan.
  • Menangani proses retur dengan lebih terstruktur tanpa mengganggu alur operasional utama.
  • Mendukung skalabilitas bisnis dengan kemampuan menangani lonjakan pesanan tanpa perlu menambah banyak sumber daya internal.

Perbandingan Biaya: Fulfillment vs Non-Fulfillment

Untuk lebih memahami dampak efisiensi dari multi-order fulfillment, berikut adalah simulasi perbandingan biaya antara bisnis yang masih menggunakan sistem manual (non-fulfillment) dan yang sudah menggunakan sistem fulfillment terintegrasi.

Asumsi:

Total pesanan mencapai 1.000 order per hari, rata-rata ongkir Rp18.000,00 per order, dan biaya operasional gudang mencakup tenaga kerja dan waktu proses. Maka, hasil perbandingannya adalah sebagai berikut.

Komponen Non-Fulfillment (Manual) Fulfillment
Jumlah pengiriman 1.000 kali 650 kali (dikonsolidasi)
Biaya ongkir Rp18.000,00 x 1.000 = Rp18.000.000,00 Rp18.000,00 x 650 = Rp11.700.000,00
Biaya tenaga kerja gudang Rp5.000.000,00 Rp3.250.000,00 (berkurang karena jumlah pengiriman berkurang sebesar 35%)
Total biaya/hari Rp23.000.000,00 Rp14.950.000,00

Jadi, dengan multi order fulfillment, Anda bisa menghemat biaya hingga kurang lebih 36% per hari, daripada non-fulfillment.

Brand yang Sukses Menerapkan Sistem Fulfillment

Sejumlah brand telah berhasil meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya dengan menerapkan sistem fulfillment ecommerce hemat biaya. Berikut ini beberapa brand tersebut.

1. Everbest

Everbest merupakan brand retail fashion dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di Indonesia yang mengelola lebih dari 90 gerai offline serta berbagai channel online. Seiring meningkatnya volume pesanan, Everbest menghadapi tantangan seperti proses fulfillment yang lambat hingga 6 jam per hari, ketidaksesuaian stok antar platform, serta minimnya visibilitas data operasional.

Untuk mengatasi hal tersebut, Everbest melakukan transformasi digital dengan mengadopsi sistem fulfillment berbasis SaaS (Software as a Service) yang mengintegrasikan berbagai channel penjualan, mengotomatisasi proses order dan sinkronisasi stok, serta menyediakan visibilitas data secara real-time.

Hasilnya, waktu pemrosesan pesanan menjadi jauh lebih cepat, risiko error menurun, visibilitas operasional meningkat, serta penjualan tumbuh hingga 50% YoY, dengan peningkatan penjualan digital dari Rp6.000.000.000,00 (2020) menjadi Rp10.000.000.000,00 (2021).

2. Shopee

Sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Asia Tenggara, Shopee harus mengelola jutaan pesanan setiap hari dengan kompleksitas tinggi, mulai dari penyimpanan hingga distribusi.

Untuk menjaga efisiensi, Shopee mengembangkan sistem fulfillment berbasis teknologi dengan otomatisasi gudang, optimasi tata letak, integrasi tracking real-time, serta distribusi multi-warehouse yang mendekatkan stok ke pelanggan.

Implementasi ini berhasil mempercepat waktu pemrosesan pesanan, menurunkan risiko keterlambatan, meningkatkan akurasi pengiriman, serta membuat distribusi lebih efisien, yang pada akhirnya meningkatkan kepuasan pelanggan.

3. UncommonGoods

Brand retail asal Amerika Serikat, UncommonGoods, menghadapi tantangan distribusi karena seluruh pengiriman dilakukan dari satu gudang, sehingga waktu pengiriman menjadi lama dan biaya transportasi tinggi.

Untuk mengatasinya, mereka bekerja sama dengan penyedia fulfillment (3PL) dengan menambahkan gudang di lokasi strategis, mengoptimalkan proses picking dan packing, serta menerapkan sistem konsolidasi pengiriman.

Hasilnya, waktu pengiriman menjadi lebih cepat (bahkan same-day di beberapa area), biaya transportasi menurun, dan efisiensi supply chain meningkat secara keseluruhan.

Tips Penerapan Multi-Order Fulfillment

Menerapkan multi order fulfillment membutuhkan kombinasi strategi, sistem, dan integrasi kurir ecommerce yang tepat agar operasional tetap efisien dan scalable. Berikut adalah beberapa strategi fulfillment efektif yang bisa Anda terapkan.

1. Gunakan Sistem OMS (Order Management System) Terintegrasi

Mengelola pesanan dari berbagai marketplace seperti Shopee, Tokopedia, atau website sendiri akan jauh lebih mudah dengan sistem OMS. Semua order terkumpul dalam satu dashboard, sehingga Anda bisa memantau status pesanan secara real-time, mengurangi risiko order terlewat, dan mempercepat proses pemrosesan.

2. Otomatiskan Proses Order dan Pengiriman

Manfaatkan fitur otomatisasi seperti auto-confirm order, auto-assign kurir, hingga cetak resi otomatis. Ini membantu mempercepat workflow dan mengurangi human error, terutama saat volume pesanan sedang tinggi.

3. Integrasi dengan API dan Tools Logistik Terbaru

Hubungkan sistem Anda dengan API atau tools logistik seperti Biteship, layanan fulfillment Indonesia terbaik, untuk mendapatkan akses ke berbagai pilihan kurir dalam satu platform. Integrasi ini memudahkan perbandingan ongkir, pemilihan layanan tercepat, serta pelacakan paket secara terpusat.

4. Kelola Stok secara Real Time

Pastikan stok barang selalu ter-update secara otomatis di semua channel penjualan. Hal ini penting untuk menghindari overselling atau kekurangan stok yang bisa berdampak pada kepuasan pelanggan.

5. Terapkan Sistem Gudang yang Efisien

Gunakan metode seperti zoning, batch picking, atau FIFO (First In First Out) agar proses pengambilan barang lebih cepat dan terstruktur. Tata letak gudang yang rapi akan sangat membantu saat menangani banyak pesanan sekaligus.

6. Prioritaskan Pesanan Berdasarkan SLA

Tentukan prioritas berdasarkan deadline pengiriman atau jenis layanan (same day, instant, reguler). Dengan begitu, pesanan mendesak dapat diproses lebih cepat dan risiko keterlambatan bisa diminimalkan.

7. Gunakan Dashboard Monitoring dan Reporting

Pantau performa fulfillment melalui dashboard analitik. Anda bisa melihat metrik penting seperti waktu proses, tingkat kesalahan, hingga performa kurir untuk evaluasi dan pengambilan keputusan.

8. Standarisasi SOP Tim Operasional

Buat alur kerja yang jelas mulai dari order masuk, picking, packing, hingga shipping. SOP yang konsisten akan membantu tim bekerja lebih cepat, terutama saat skala bisnis mulai berkembang.

9. Siapkan Buffer dan Antisipasi Lonjakan Order

Saat promo besar atau campaign marketplace, volume order biasanya meningkat drastis. Siapkan stok cadangan, tenaga tambahan, dan sistem yang mampu menangani lonjakan tersebut agar operasional tetap lancar.

10. Tingkatkan Akurasi dengan Quality Control (QC)

Lakukan pengecekan ulang sebelum barang dikirim untuk memastikan produk, jumlah, dan alamat sudah sesuai. Ini penting untuk mengurangi retur dan komplain pelanggan.

Optimalkan Pengiriman Bisnis Bersama Fulfillment Biteship

Multi-order fulfillment bukan sekadar strategi operasional. Ini adalah fondasi penting bagi bisnis yang ingin berkembang di tengah tuntutan pasar yang serba cepat. Dengan menggabungkan beberapa pesanan dalam satu alur pemenuhan, Anda bisa mempercepat waktu pemrosesan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua penyedia layanan fulfillment menawarkan kualitas dan integrasi yang optimal. Salah satu yang direkomendasikan adalah Biteship.

Biteship menyediakan sistem manajemen pergudangan dan fulfillment secara end-to-end, mulai dari penyimpanan stok, pemrosesan pesanan, hingga pengiriman ke pelanggan, semuanya terkelola dalam satu sistem yang terintegrasi. Apalagi layanan ini didukung integrasi API logistik yang andal.

Sehingga, proses integrasi lebih mulus dengan berbagai platform seperti e-commerce, OMS, hingga warehouse management system. Dengan begitu, proses fulfillment tidak lagi bergantung pada cara manual, melainkan berjalan otomatis, real-time, dan terukur.

Hasilnya, operasional bisnis Anda menjadi lebih efisien, risiko kesalahan berkurang, dan bisnis dapat terus tumbuh besar kedepannya. Untuk pemesanan, kunjungi Biteship sekarang!

FAQ

Bagaimana cara mempermudah proses fulfillment?

Anda dapat menggunakan layanan seperti Biteship yang menyediakan solusi pengiriman, manajemen gudang, dan integrasi API dalam satu platform. Dengan sistem ini, proses fulfillment banyak pesanan dapat berjalan lebih otomatis, efisien, dan scalable.

Apakah multi order fulfillment cocok untuk UMKM?

Ya, sangat cocok untuk UMKM yang ingin mengembangkan (scale up) bisnisnya. Terutama bagi pelaku usaha yang sudah berjualan di berbagai platform seperti marketplace, website, atau social commerce, sistem ini membantu menyederhanakan pengelolaan pesanan dalam satu dashboard terpusat.

Kapan bisnis sebaiknya menerapkan fulfillment banyak pesanan?

Sebaiknya ketika volume pesanan mulai meningkat dan sulit ditangani secara manual. Tanda lainnya adalah ketika Anda sudah berjualan di lebih dari satu channel namun sering mengalami keterlambatan pengiriman, atau terjadi kesalahan dalam pengelolaan stok dan pesanan.

Apakah fulfillment dapat mengurangi biaya operasional?

Penerapan fulfillment dapat membantu menekan biaya operasional secara signifikan. Otomatisasi proses mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual, sementara integrasi sistem membantu meminimalkan kesalahan seperti salah kirim atau retur barang. Selain itu, pengelolaan gudang dan logistik menjadi lebih optimal sehingga biaya penyimpanan dan distribusi dapat ditekan.

Apakah fulfillment mendukung berbagai metode pengiriman?

Umumnya terintegrasi dengan berbagai layanan logistik dan kurir. Hal ini memungkinkan bisnis untuk memilih metode pengiriman yang paling sesuai dengan kebutuhan pelanggan, mulai dari layanan reguler, same day, hingga instant delivery.

Biteship
Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.