Peak season sering datang lebih cepat dari perkiraan. Ketika permintaan melonjak dan stok habis lebih dulu, bisnis berisiko kehilangan penjualan. Namun, kondisi tersebut dapat Anda antisipasi melalui perencanaan yang baik. Dalam pengelolaan inventaris, safety stock adalah jadi salah satu hal penting yang bisa jadi solusi. Apa itu?
Key Takeaways:
- Safety stock membantu bisnis tetap memenuhi pesanan saat terjadi lonjakan permintaan atau keterlambatan pasokan.
- Besarnya safety stock ditentukan oleh variabilitas permintaan, lead time supplier, dan target service level yang ingin dicapai.
- Perhitungan safety stock yang tepat dapat mengurangi risiko stockout tanpa membuat persediaan menumpuk berlebihan.
- WMS memudahkan pengelolaan safety stock melalui pemantauan stok real-time, notifikasi otomatis, dan analisis tren permintaan.
Apa Itu Safety Stock?
Menurut Stevenson, safety stock adalah persediaan cadangan yang disimpan untuk mengantisipasi ketidakpastian permintaan maupun perubahan waktu pengiriman barang. Dalam operasional e-commerce, stok ini berfungsi sebagai buffer ketika penjualan meningkat di luar perkiraan atau saat pasokan datang lebih lambat.
Ini perlu Anda bedakan dengan stok reguler dan reorder point (ROP). Stok reguler ada untuk memenuhi kebutuhan penjualan harian berdasarkan proyeksi yang telah dibuat. Sementara itu, reorder point merupakan batas minimum stok yang menjadi sinyal bagi tim purchasing untuk segera melakukan pemesanan ulang ke supplier.
Mengapa Safety Stock Penting bagi E-Commerce?
Dalam bisnis online, safety stock adalah persediaan pengaman yang membantu mengantisipasi berbagai risiko. Berikut alasannya.
1. Cegah Stockout saat Demand Naik
Bisnis online sangat rentan terhadap lonjakan pesanan yang sulit diprediksi. Momentum seperti flash sale, payday, kampanye marketplace, hingga musim liburan dapat meningkatkan permintaan dalam waktu singkat.
Dalam kondisi ini, safety stock adalah cadangan yang menjaga produk tetap tersedia selama proses pengadaan stok baru berlangsung.
2. Jaga Reputasi Toko
Ketika stok habis setelah pelanggan melakukan pembelian, risiko pembatalan pesanan akan meningkat. Kondisi ini dapat berdampak pada reputasi toko di marketplace maupun persepsi pelanggan terhadap brand. Ketersediaan stok yang konsisten membantu menjaga pengalaman belanja pelanggan tetap baik.
3. Penting untuk Produk dengan Demand Fluktuatif
Produk fashion, barang musiman, atau produk yang sedang menjadi tren umumnya memiliki pola permintaan yang berubah cepat. Tingkat akurasi proyeksi penjualannya cenderung lebih rendah daripada produk dengan permintaan stabil.
Karena itu, perusahaan biasanya menyiapkan stok cadangan lebih besar pada kategori ini agar tidak kehilangan peluang penjualan ketika permintaan meningkat secara tiba-tiba.
Rumus Dasar Safety Stock
Beberapa metode dapat digunakan untuk menghitung safety stock. Untuk mengetahuinya, perhatikan penjelasan berikut.
1. Metode Greasley
Dalam pendekatan statistik, rumus yang sering digunakan adalah:
Safety Stock = Z x σd x √LT
Keterangan variabel:
- Z = nilai service level yang menjadi target
- σd = standar deviasi permintaan
- LT = lead time
Nilai Z menunjukkan tingkat ketersediaan produk yang ingin perusahaan capai.
- 90% service level = 1,28
- 95% service level = 1,65
- 99% service level = 2,33
Semakin tinggi target service level, semakin besar pula stok cadangan yang perlu disiapkan.
2. Rumus Dasar Safety Stock
Lalu, unyuk kebutuhan yang lebih praktis, banyak perusahaan menggunakan pendekatan berikut:
Safety Stock = (Penjualan Maksimum Harian – Penjualan Rata-rata Harian) x Lead Time Maksimum
Rumus ini sering berguna jika data statistik belum terlalu lengkap, namun perusahaan tetap ingin memiliki acuan dalam menentukan cadangan persediaan. Bagi perusahaan yang sedang mempelajari cara menghitung safety stock toko online, metode ini dapat menjadi awalan sebelum menggunakan perhitungan yang lebih dalam.
Contoh Perhitungan Safety Stock
Beberapa contoh berikut dapat memberikan Anda bayangan mengenai cara menentukan kebutuhan persediaan ekstra. Adapun contoh perhitungan safety stock adalah sebagai berikut.
1. Produk dengan Demand stabil
Sebuah distributor memiliki data:
- Penjualan rata-rata: 50 unit per hari
- Penjualan maksimum: 60 unit per hari
- Lead time rata-rata: 5 hari
- Lead time maksimum: 7 hari
Perhitungan kondisi normal:
50 x 5 = 250 unit
Perhitungan kondisi terburuk:
60 x 7 = 420 unit
Safety stock:
420 – 250 = 170 unit
Artinya perusahaan perlu menyediakan 170 unit sebagai stok cadangan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan dan keterlambatan pasokan.
2. Produk dengan Demand Fluktuatif
Sebuah toko fashion mencatat:
- Permintaan rata-rata: 40 unit per hari
- Potensi kenaikan permintaan: 40%
- Lead time supplier: 5 hari
Perhitungannya:
40 x 40% x 5
= 40 x 0,4 x 5
= 80 unit
Dengan demikian, perusahaan perlu menyediakan tambahan 80 unit sebagai stok pengaman selama periode permintaan tinggi.
Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Safety Stock
Besaran stock ini tidak bisa disamaratakan untuk setiap bisnis. Dalam buku Supply Chain System Sebuah Pengantar, nilai yang memengaruhi besarnya safety stock adalah berikut.
1. Variabilitas Permintaan
Permintaan pelanggan hampir tidak pernah berada pada angka yang sama setiap waktu. Semakin besar perubahan permintaan yang terjadi, semakin tinggi pula kebutuhan stok cadangan untuk mengurangi risiko stockout.
Standar deviasi permintaan biasanya berguna untuk mengukur tingkat variasi tersebut berdasarkan data historis penjualan.
2. Lead Time dari Supplier
Lead time merupakan waktu yang dibutuhkan sejak pemesanan dilakukan hingga barang diterima. Jika supplier memiliki waktu pengiriman yang panjang atau sering berubah-ubah, perusahaan perlu menambah cadangan stok.
3. Target Service Level
Service level menunjukkan tingkat keberhasilan perusahaan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Sebagai ilustrasi, service level 95% berarti perusahaan menargetkan 95 dari 100 permintaan dapat terpenuhi tanpa mengalami kekurangan stok.
Ketika target meningkat menjadi 99%, jumlah persediaan cadangan yang Anda butuhkan juga akan bertambah.
Cara WMS Membantu Pengelolaan Safety Stock
Dalam operasional gudang modern, safety stock adalah elemen yang perlu dipantau secara ruitn. WMS sendiri akan membantu proses tersebut melalui berbagai fungsi berikut.
1. Alert Otomatis saat Stok Mendekati Safety Level
Warehouse Management System (WMS) memungkinkan peninjauan stok secara waktu nyata. Ketika jumlah stock mendekati batas aman atau reorder point yang telah ditentukan, sistem akan mengirimkan notifikasi kepada tim terkait.
2. Laporan Tren Demand untuk Kalkulasi yang Lebih Akurat
WMS membantu mengumpulkan histori penjualan harian maupun mingguan sehingga perusahaan dapat melihat pola perubahan permintaan secara lebih jelas. Data tersebut dapat digunakan untuk menghitung ulang kebutuhan stok pengaman berdasarkan service level, variasi permintaan, dan lead time aktual.
Tertarik Menerapkan Safety Stock di Bisnis Anda?
Safety stock adalah aspek penting karena membantu bisnis menjaga ketersediaan produk di tengah ketidakpastian permintaan dan pasokan. Ketika Anda menghitungnya dengan tepat dan pemantauan yang konsisten, Anda dapat mengurangi risiko stockout sekaligus menjaga pengalaman pelanggan tetap positif.
Jika pengelolaan stok semakin kompleks seiring pertumbuhan bisnis, layanan Warehouse & Fulfillment dari Biteship dapat membantu operasional gudang. Melalui sistem WMS, seluruh pergerakan inventaris tercatat secara terstruktur sehingga lebih mudah menjaga jumlah safety stock pada level yang dibutuhkan.
Selain itu, Biteship terintegrasi dengan berbagai channel penjualan dan layanan pengiriman, sehingga proses penyimpanan, picking, hingga pengiriman berjalan dalam satu ekosistem. Dengan visibilitas stok yang lebih baik, tim dapat mengambil keputusan pengadaan secara lebih cepat dan terarah saat permintaan pasar berubah.
Note: Rumus terdeteksi plagiasi dan tidak bisa diubah




