Layanan pengiriman menjadi bagian penting dari operasional F&B. Sekarang ini, kebanyakan pelanggan lebih memilih memesan makanan secara online daripada memesan dengan datang langsung ke restoran.
Banyak pelanggan memilih pemesanan online karena lebih praktis dan cepat. Namun, restoran seringkali dibuat pusing dengan mahalnya biaya pengiriman yang harus ditanggung.
Ditengah kendala tersebut, restoran juga sulit untuk menaikkan harga karena harus mempertahankan kepuasan pelanggannya.
Akibatnya, restoran harus memutar otak untuk meminimalkan biaya pengiriman dan operasional agar harga makanan tidak terlalu mahal dan mampu bersaing dengan kompetitor.
Kondisi ini memaksa pemilik bisnis harus mengelola operasionalnya lebih cerdas tanpa mengorbankan kualitas layanan. Jika tidak dikelola dengan baik, biaya pengiriman yang terus meningkat dapat mempengaruhi operasional F&B.
Oleh karena itu, restoran perlu memahami faktor apa saja yang menyebabkan biaya pengiriman menjadi mahal sehingga mereka dapat keputusan yang tepat untuk mengoptimalkan operasional dan menjaga profitabilitas bisnis tetap stabil.
Penyebab Biaya Pengiriman Mahal
Tingginya Biaya Komisi
Salah satu yang membebani biaya operasional F&B adalah tingginya komisi yang dikenakan oleh platform layanan pesan-antar.
Saat ini, sudah banyak tersedia aplikasi pihak ketiga yang bisa membantu restoran menjangkau pelanggan yang lebih luas. Namun, komisi untuk setiap transaksi cukup tinggi dan dapat memotong margin keuntungan.
Keadaan Infrastruktur Logistik
Infrastruktur logistik yang kurang efisien juga dapat membebani operasional F&B. Misalnya, jarak antara restoran dan pelanggan yang cukup jauh, kondisi lalu lintas yang padat, atau kurangnya sistem pengaturan rute yang efisien.
Infrastruktur yang tidak memadai akan memakan biaya lebih tinggi jika restoran tidak memiliki sistem yang mampu mengatur area pengiriman, memantau jarak tempuh, atau mengoptimalkan rute pengantaran.
Akibatnya, waktu pengiriman menjadi lebih lama, konsumsi bahan bakar meningkat, dan biaya operasional pun ikut bertambah
Tingginya Biaya Pengemudi
Jika restoran memiliki sistem pesan-antar sendiri, biaya pengemudi juga menjadi faktor penting. Biaya ini mencakup gaji, tunjangan, dan insentif pengemudi.
Saat biaya operasional pengemudi dan biaya perawatan kendaraan meningkat, maka biaya pengiriman secara keseluruhan juga ikut naik.
Biaya Kemasan
Restoran perlu menyediakan kemasan yang dapat menjaga makanan tetap dalam kondisi baik saat sampai ke pelanggan. Kemasan ini juga harus bisa menjaga kondisi makan selama proses pengantaran.
Penggunaan kemasan seperti kotak makanan, kantong khusus, atau segel keamanan dapat menambah biaya operasional F&B. Jika tidak dikelola dengan efisien, pengeluaran untuk kemasan bisa menjadi cukup besar.
Ketidakmampuan untuk Memperhitungkan Perjalanan
Rute pengiriman dan jarak perjalanan harus diperhitungkan dengan efisien. Jika restoran harus mengantar pesanan yang jauh, makanan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai.
Hal ini juga berdampak pada peningkatan konsumsi bahan bakar dan waktu kerja pengemudi.
Cara Mengatasi Biaya Pengiriman Mahal
Negosiasi dengan Platform Pesan-Antar
Restoran bisa mencoba bernegosiasi dengan platform untuk mengurangi komisi yang dikenakan.
Selain itu, restoran juga dapat memanfaatkan program promosi atau kerja sama khusus yang ditawarkan oleh platform untuk menekan biaya.
Membangun Infrastruktur Logistik Sendiri
Restoran bisa mempertimbangkan untuk membangun infrastruktur logistik sendiri agar tidak lagi bergantung pada pihak ketiga dan terbebani biaya komisi.
Jika restoran mempunyai armada pengiriman sendiri, restoran dapat mengatur rute pengiriman, biaya operasional, serta kualitas layanan secara lebih fleksibel.
Memilih Pengemasan yang Efisien
Untuk mengurangi bias kemasan, restoran dapat mencari kemasan yang aman untuk makanan dan ramah lingkungan.
Menggunakan kemasan yang dapat digunakan ulang atau terbuat dari bahan daur ulang biasanya harganya lebih terjangkau. Jadi restoran dapat mengurangi biaya pengiriman.
Terapkan Pengiriman Gratis Dengan Minimum Pembelian
Promo gratis ongkir masih menjadi strategi andalan restoran untuk menarik pelanggan. Menentukan minimal pembelian membantu restoran mengontrol biaya pengiriman agar tidak sepenuhnya ditanggung oleh bisnis.
Pelanggan juga cenderung menambah jumlah pesanan mereka agar memenuhi batas minimum tersebut, sehingga nilai transaksi per pesanan dapat meningkat.
Memanfaatkan Perangkat Lunak
Di era digital ini, terdapat sistem atau aplikasi yang dapat membantu mengatur operasional F&B yang cukup rumit. Perangkat lunak seperti sistem ERP dapat membantu restoran mangatur pemesanan hingga pengiriman.
Tidak hanya mengelola pesanan dan pengiriman, sistem ERP juga membantu kegiatan operasional lain seperti memantau ketersediaan stok serta menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat.
Selain itu, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk merekomendasikan strategi upselling berdasarkan analisis menu dan kebiasaan pelanggan.
Kesimpulan
Layanan pengiriman menjadi faktor penting dalam bisnis F&B. Layanan pengiriman membantu perusahaan menjangkau pelanggan yang lebih luas.
Untuk menekan biaya pengiriman, restoran bisa mengembangkan sistem pengiriman sendiri, memilih kemasan yang lebih ekonomis, menerapkan pengiriman gratis dengan minimum pembelian, hingga menggunakan sistem ERP untuk mendukung operasional.
Dengan memanfaatkan sistem ERP dan AI, restoran dapat mengelola pesanan, pengiriman, stok, hingga laporan operasional secara lebih efisien.
Penggunaan sistem yang terintegrasi juga membantu bisnis mengambil keputusan berbasis data, sehingga operasional F&B menjadi lebih terkontrol dan profitabilitas tetap terjaga.
*Artikel ini merupakan hasil kolaborasi antara Biteship dan ESB




