Brand yang tumbuh cepat sering menghadapi bottleneck ketika volume pesanan meningkat, sementara proses fulfillment dan pengelolaan stok masih berjalan manual. Kondisi ini membuat perusahaan mulai memperhatikan in house vs 3PL apa bedanya serta kapan waktu yang tepat berhenti mengelola operasional logistik sendiri.
Tujuannya agar pertumbuhan bisnis bisa tetap berjalan dengan optimal. Mari pahami pengertian lengkapnya dan temukan waktu penggunaanya yang tepat lewat ulasan berikut!
Key Takeaways:
- 3PL merupakan layanan logistik yang menangani penyimpanan barang, pengelolaan stok, pemrosesan pesanan, pengemasan, pengiriman, hingga retur.
- Waktu terbaik untuk beralih ke 3PL adalah saat volume order sudah melewati kapasitas, ingin ekspansi, serta ingin fokus ke produk dan marketing.
- Salah satu kelebihan 3PL adalah perusahaan dapat memanfaatkan kapasitas operasional yang sudah ada tanpa membangun infrastruktur logistik dari nol.
Apa Itu 3PL (Third-Party Logistics)?
Ketika membahas in house vs 3PL apa bedanya, tren industri menunjukkan semakin banyak perusahaan beralih ke model 3PL. Penelitian memperkirakan pasar 3PL global akan mencapai sekitar US$1,57 triliun pada 2031, didorong oleh meningkatnya kebutuhan fulfillment dan distribusi e-commerce.
3PL adalah layanan logistik pihak ketiga yang menangani operasional seperti penyimpanan barang, pengelolaan stok, pemrosesan pesanan, pengemasan, pengiriman, hingga retur.
Dengan menggunakan 3PL, perusahaan dapat memanfaatkan gudang, teknologi, dan jaringan distribusi yang sudah tersedia tanpa harus membangun infrastruktur logistik sendiri. Berikut perbedaanya dengan 2PL dan 4 PL.
- 2PL (Second-Party Logistics) berfokus pada transportasi. Penyedia hanya mengangkut barang dari satu titik ke titik lain.
- 3PL (Third-Party Logistics) menangani operasional harian seperti penyimpanan, fulfillment, pengiriman, dan retur.
- 4PL (Fourth-Party Logistics) punya tugas sebagai pengelola yang mengoordinasikan berbagai vendor logistik dan supply chain secara general.
Jika kebutuhan Anda berfokus pada operasional fulfillment dan distribusi, 3PL biasanya menjadi pilihan yang paling relevan dibanding yang lain.
Layanan yang Biasanya Ditawarkan 3PL Logistik
Bagi perusahaan yang sedang menilai in house vs 3PL apa bedanya, memahami layanan yang tersedia bisa jadi pertimbangan sebelum mengambil keputusan.
1. Teknologi Pengiriman Multi-Kurir
Penyedia 3PL biasanya menyediakan sistem yang terhubung dengan banyak kurir sekaligus. Melalui satu dashboard, perusahaan dapat memilih layanan pengiriman yang sesuai sekaligus memantau seluruh pengiriman secara terpusat.
2. Penyimpanan Barang (Warehousing)
Perusahaan dapat menyimpan stok di gudang milik penyedia 3PL tanpa harus mengelola fasilitas sendiri. Gudang tersebut biasanya telah dilengkapi sistem pengelolaan inventaris yang memudahkan pemantauan stok.
3. Pick & Pack
Setelah pesanan masuk, tim gudang akan mengambil produk dari lokasi penyimpanan, mengemasnya sesuai kebutuhan, lalu menyiapkannya untuk proses distribusi.
4. Pengiriman Multi-Kurir
Selain terhubung ke berbagai ekspedisi, jaringan distribusi yang luas membantu perusahaan menjangkau lebih banyak wilayah dengan pilihan layanan yang beragam.
5. Manajemen Retur
Pengembalian barang menjadi bagian penting dalam pengalaman pelanggan. Penyedia 3PL mengelola alur retur mulai dari penerimaan barang kembali hingga proses pemeriksaan.
6. Laporan Stok Real-Time
Dashboard inventaris memungkinkan perusahaan memantau pergerakan stok secara langsung sehingga risiko kehabisan barang maupun penumpukan inventaris dapat dikendalikan lebih baik.
Kapan Waktu yang Tepat Beralih ke 3PL?
Banyak perusahaan mulai mempertimbangkan in house vs 3PL apa bedanya ketika operasional logistik mulai menghambat pertumbuhan bisnis.
1. Volume Order Sudah Melewati Kapasitas Tim Internal
Lonjakan pesanan sering kali membuat tim operasional kewalahan. Kesalahan packing, keterlambatan pengiriman, hingga keterbatasan ruang penyimpanan mulai muncul ketika volume transaksi meningkat secara signifikan. Bila kondisi ini terjadi secara konsisten, itulah salah satu indikator kapan harus pakai jasa 3PL.
2. Mau Ekspansi Tapi Tidak Mau Tambah Fixed Cost
Membuka gudang baru, merekrut staf tambahan, atau membangun jaringan distribusi sendiri membutuhkan investasi besar. Dengan 3PL, perusahaan dapat menggunakan kapasitas yang tersedia tanpa mengeluarkan biaya pembangunan infrastruktur baru.
3. Ingin Fokus ke Produk dan Marketing
Banyak brand berkembang lebih cepat ketika tim internal dapat memusatkan perhatian pada strategi produk, pemasaran, dan pengembangan pasar. Aktivitas fulfillment sehari-hari dapat dialihkan kepada pihak yang memang berfokus pada logistik.
7 Hal yang Harus Dievaluasi Saat Memilih Mitra 3PL Logistik
Inilah hal hal yang harus Anda evaluasi ketika akan atau saat memilih partner 3PL logistik.
1. Teknologi Pengiriman yang Tersedia
Periksa kanal penjualan yang dapat diintegrasikan, pilihan kurir yang tersedia, kemampuan tracking, serta stabilitas sistem. Partner yang tepat harus mampu memberikan visibilitas operasional dengan baik.
2. Lokasi Gudang
Gudang yang dekat dengan hub kurir biasanya membantu mempercepat proses distribusi. Selain itu, perhatikan apakah jaringan gudang mereka mampu menjangkau wilayah target bisnis Anda.
3. Integrasi Teknologi
Sistem 3PL sebaiknya dapat terhubung dengan OMS, WMS, marketplace, maupun platform e-commerce yang digunakan perusahaan. Integrasi yang baik mengurangi pekerjaan manual dan meminimalkan kesalahan data.
4. SLA dan Track Record
Periksa tingkat akurasi pesanan, kecepatan proses packing, performa pengiriman, serta pengalaman klien sebelumnya. Reputasi penyedia logistik akan berdampak langsung pada pengalaman pelanggan.
5. Transparansi Biaya
Minta rincian biaya secara detail, termasuk biaya penyimpanan, picking, packing, pengiriman, maupun layanan tambahan. Hindari kerja sama yang menyulitkan Anda mengidentifikasi struktur biaya secara jelas.
6. Kapasitas Saat Peak Season
Mitra logistik harus mampu menangani lonjakan volume pesanan pada periode kampanye besar, peluncuran produk, atau musim belanja tertentu tanpa mengorbankan kualitas layanan.
7. Kemampuan Handle Retur
Proses retur yang lambat sering menimbulkan keluhan pelanggan. Karena itu, evaluasi prosedur penanganan retur yang mereka miliki sebelum menjalin kerja sama.
Keuntungan dan Kerugian Menggunakan 3PL Logistik
Dalam memahami in house vs 3PL apa bedanya, terdapat beberapa keuntungan yang sering menjadi pertimbangan utama perusahaan.
Keuntungan:
- Mengurangi kebutuhan investasi gudang dan armada.
- Memanfaatkan jaringan distribusi yang telah tersedia.
- Mendapat akses ke sistem inventaris dan tracking modern.
- Memberikan ruang bagi tim internal untuk fokus pada pengembangan bisnis.
- Salah satu kelebihan 3PL dibanding in-house adalah perusahaan dapat memanfaatkan kapasitas operasional yang sudah tersedia tanpa membangun seluruh infrastruktur logistik dari nol.
Kerugian:
- Kontrol langsung terhadap proses fulfillment berkurang.
- Kualitas layanan bergantung pada performa penyedia.
- Proses integrasi sistem memerlukan waktu dan sumber daya.
- Potensi biaya tambahan dapat muncul apabila ruang lingkup layanan berubah.
Red Flag Mitra 3PL yang Harus Dihindari
Beberapa hal yang menjadi perhatian yang tidak bisa Anda abaikan untuk dihindari antara lain sebagai berikut.
- Jika keterlambatan menjadi masalah rutin, reputasi brand dapat ikut terdampak. Periksa performa pengiriman mereka sebelum menandatangani kontrak kerja sama.
- Ketika perusahaan maupun pelanggan kesulitan memantau status pesanan, risiko komplain akan meningkat.
- Penawaran harga yang terlihat murah di awal dapat berubah menjadi tagihan yang jauh lebih besar ketika muncul biaya tambahan yang tidak terjelaskan sebelumnya.
- Respons yang lambat ketika ada barang hilang, rusak, atau tertukar merupakan tanda bahwa kualitas layanan pelanggan mereka perlu Anda pertanyakan.
- Mitra logistik yang kewalahan saat peak season berpotensi menimbulkan backlog dan keterlambatan pengiriman dalam jumlah besar.
- Perusahaan perlu meninjau prosedur operasional serta rekam jejak penyedia layanan. Tingginya kasus barang hilang atau rusak dapat menimbulkan kerugian finansial sekaligus menurunkan kepercayaan pelanggan.
Sudah Paham In House vs 3PL Apa Bedanya?
Kesimpulannya, sebelum memilih, lakukan evaluasi singkat terhadap volume pesanan, kapasitas gudang, kebutuhan integrasi sistem, kemampuan menghadapi peak season, serta kualitas pengelolaan retur. Sehingga, keputusan yang Anda ambil sejalan dengan target pertumbuhan bisnis.
Jika operasional fulfillment terasa menghabiskan waktu, layanan Warehouse & Fulfillment dari Biteship jadi jawaban. Biteship mampu menyederhanakan pengelolaan stok, packing, hingga pengiriman dalam satu sistem yang terhubung dengan berbagai channel penjualan.
Dengan Warehouse Management System (WMS), inventaris dapat dipantau lebih terstruktur sehingga pergerakan stok lebih terkendali. Biteship juga menyediakan integrasi marketplace tanpa biaya tambahan, pengiriman multi-kurir, analitik pesanan lengkap, serta kapasitas gudang yang dapat mengikuti perkembangan bisnis.




