Meski sangat penting, masih banyak seller bingung saat menghadapi proses inbound barang ke fulfillment center. Padahal, inbound adalah langkah awal yang menentukan kelancaran operasional gudang. Mulai dari label SKU yang wajib ditempel dengan benar hingga manifest barang yang harus jelas, semua detail tidak bisa disepelekan.
Sebab, kesalahan kecil sekalipun bisa berakibat pada stok yang salah atau barang hilang. Karena itu, memahami alur inbound barang sangat krusial bagi setiap seller yang ingin menjaga keakuratan inventori. Dengan mengikuti SOP, Anda pun dapat menghemat waktu sekaligus menghindari kesalahan umum yang sering terjadi.
Key Takeaways:
- Inbound adalah proses penerimaan, pencatatan, dan penyimpanan produk di gudang yang wajib dilakukan dengan sistem rapi agar stok aman dan operasional efisien.
- Kesalahan seller seperti SKU tanpa label, packing asal-asalan, hingga ketiadaan manifest bisa membuat proses masuk barang kacau dan merugikan bisnis.
- Dengan mengikuti tata cara masuk barang yang benar serta memanfaatkan solusi Fulfillment dan Sistem Manajemen Pergudangan modern, seller bisa menikmati alur inbound lebih cepat, transparan, dan minim risiko.
Table of contents
Langkah-Langkah Inbound Barang ke Fulfillment Center
Cara kirim produk ke gudang fulfillment bukan hanya sekadar kirim barang, tapi merupakan rangkaian proses yang harus tertata agar stok tercatat dengan benar. Berikut adalah langkah-langkah yang wajib Anda perhatikan.
1. Booking Slot/Penjadwalan Kedatangan
Anda harus memesan waktu kedatangan agar gudang siap menerima barang dan aktivitas bongkar muat bisa berjalan lancar. Tanpa booking slot, barang bisa menunggu lama atau terjadi antrean di dermaga.
2. Label SKU & Dokumen
Setiap unit produk harus diberi label SKU agar saat inbound barang tiba, sistem dan petugas gudang bisa langsung mencocokkan identitasnya. Dokumen seperti manifest, packing list, dan surat jalan juga harus disertakan agar proses tidak tertahan.
3. Pengecekan QC/Pemeriksaan Barang Fisik
Tim QC akan memeriksa kondisi fisik, jumlah, kemasan, serta kecocokan barang dengan dokumen pengiriman. Menurut SOP inbound process yang dipublikasikan di id.scribd.com, tahap ini sangat penting, karena jika ada perbedaan fisik dan dokumen, barang bisa ditahan hingga ada klarifikasi resmi.
4. Pencatatan Sistem & Validasi
Barang yang lolos QC kemudian dipindai label SKU dan dicatat ke dalam sistem manajemen gudang (WMS). Lewat pencatatan ini, proses inbound secara digital akan tercatat dan langsung terhubung dengan sistem stok.
5. Putaway ke Rak Gudang / Penempatan Akhir
Setelah tercatat, barang akan pun akan berpindah dari area penerimaan ke rak penyimpanan sesuai slot lokasi yang ditentukan. Posisi barang kemudian akan sistem perbarui agar lebih mudah terlacak saat pengambilan nantinya.
Kesalahan Umum Seller saat Inbound Barang
Banyak seller yang masih melakukan kesalahan saat mengirim produk ke fulfillment center, padahal hal ini bisa memperlambat operasional gudang. Agar lebih siap, berikut beberapa kesalahan umum yang sebaiknya Anda hindari.
1. SKU Tidak Memiliki Label
Kebanyakan seller lupa untuk menempelkan label SKU di produknya. Padahal, tanpa label, sistem gudang tidak bisa mengenali identitas produk, di mana hal ini bisa menyebabkan barang tertukar atau salah catat.
2. Packing Inbound Asal-Asalan
Salah satu masalah paling sering adalah packing inbound barang yang asal-asalan. Kotak tidak rapi, produk tidak dipisahkan, hingga pelindung barang kurang sendiri bisa menyebabkan risiko kerusakan meningkat dan memperlambat tim gudang saat proses penerimaan.
3. Tidak Ada Manifest atau Daftar Barang
Manifest berfungsi sebagai daftar resmi barang yang masuk gudang. Tanpa dokumen ini, petugas gudang akan kesulitan mencocokkan barang fisik dengan data, sehingga proses inbound bisa tertahan lebih lama.
4. Barang Tercampur, Hingga Sulit Terlacak
Ada juga seller yang mencampur berbagai SKU dalam satu dus tanpa pemisahan jelas. Akibatnya, proses inbound menjadi lebih rumit karena tim gudang butuh waktu ekstra untuk memilah dan mencatat produk satu per satu.
Optimalkan Alur Inbound Barang dengan Fulfillment Modern!
Proses inbound yang rapi bukan sekadar soal menaruh stok di gudang, tapi juga fondasi agar seluruh operasional berjalan lancar. Dengan memahami panduan inbound barang, risiko salah label, stok tercecer, hingga keterlambatan pencatatan pun bisa ditekan sejak awal.
Hal inilah yang membuat Anda harus segera beralih ke Biteship yang menyediakan SOP inbound yang rapi dan transparan. Jadi, Anda tidak perlu bingung mengatur barang masuk gudang sendiri. Lewat penerapan Fulfillment dan Sistem Manajemen Pergudangan Modern Biteship, Anda bisa mengubah proses inbound lebih efisien.
Tak hanya itu, proses distribusi dan pengiriman pun lebih akurat. Terlebih, Biteship sudah terintegrasi dengan semua marketplace dan mendukung semua kurir.
Sistem tersebut tentu akan sangat membantu kelancaran bisnis dan menjaga kepuasan konsumen. Ayo, jangan tunggu sampai gudang berantakan, mulai atur inbound dengan sistem yang tepat dari Biteship hari ini!




