Mengurangi biaya pengemasan tanpa menurunkan kualitas yang dapat merusak produk tentu menjadi hal yang harus dipelajari oleh setiap penjual. Disadari atau tidak, biaya pengemasan barang bisa menjadi salah satu sumber pengeluaran terbesar bagi suatu bisnis.
Apalagi jika pengemasan harus menggunakan bahan yang mahal guna melindungi produk agar tetap aman dan menjaga kepercayaan konsumen. Nah, agar tidak boncos, mari simak cara mengurangi biaya packing tanpa mengurangi keamanan produk!
Key Takeaways:
- Mengurangi biaya pengemasan dapat menjadi cara efektif untuk membuat pengeluaran bisnis menjadi lebih stabil.
- Mengurangi biaya packing tidak boleh asal dilakukan, sebab pilihan kemasan yang buruk dapat merusak produk yang ada di dalamnya.
- Terdapat beberapa cara mengurangi biaya pengemasan, mulai dari memilih bahan yang tepat, memiliki standarisasi, melakukan evaluasi, hingga mepertimbangkan masukan konsumen.
Fungsi Packaging untuk Produk
Memang seberapa pentingnya kemasan untuk suatu produk? Mengapa kemasan tidak boleh Anda buat secara asal-asalan? Jawabannya, karena kemasan merupakan pelindung, penyimpan, hingga identitas suatu produk agar mudah dikenali oleh konsumen.
Kemasan akan melindungi produk dari kerusakan atau kontaminasi, panas sinar matahari, debu, kelembapan, zat kimia, bakteri, jamur, hingga suhu ekstrem. Kemasan juga menjadi tempat yang memudahkan produsen dalam menyimpan dan mengangkut produk.
Sehingga, produk dapat dengan mudah disusun dan ditempatkan di gudang atau kendaraan. Sedangkan kemasan sebagai identitas berarti menjadi pembeda antara satu produk dengan produk lainnya. Di mana kemasan akan menjadi branding tersendiri bagi suatu produk.
Cara Mengurangi Biaya Pengemasan
Tips menekan biaya packaging bukan hanya tentang bagaimana mencari harga kemasan yang paling murah, tetapi merencanakan packing yang bagus, hemat untuk biaya jangka panjang, dan menjaga produk sampai di tangan konsumen. Lantas, bagaimana caranya? Simak selengkapnya berikut ini!
1. Memilih Bahan yang Tepat untuk Kemasan
Cara menghemat biaya packaging pertama ialah dengan memilih bahan yang tepat untuk kemasan produk. Sebab, tidak semua produk membutuhkan kemasan yang tebal dan mahal, jadi Anda harus menyesuaikan jenis kemasan dengan kebutuhan produk.
Caranya dengan melihat berat, bentuk, dan bahan baku pembuatan produk. Misalnya, produk berupa baju tidak membutuhkan bubble wrap, sedangkan produk berupa piring keramik justru butuh lebih banyak. terbuat dari plastik atau kaca. Apabila tepat dalam memilih kemasan, Anda tidak akan membuang uang secara percuma.
2. Menyesuaikan Ukuran Kemasan dengan Produk
Selain menyesuaikan kemasan dengan produk, penting pula untuk menyesuaikan ukuran kemasan dengan produk yang akan dikemas. Apabila Anda menggunakan kemasan yang terlalu besar, tentu akan membutuhkan lebih banyak bahan untuk mengisi ruang kosong, seperti dengan bubble wrap, kertas, atau plastik.
Hal tersebut sudah pasti membuat Anda boros bahan, belum lagi biaya pengiriman juga akan menjadi mahal karena volumenya lebih besar dari yang seharusnya. Oleh karena itu, pastikan ukuran kemasan benar-benar pas dengan produk. Kemasan yang pas juga akan membuat produk tak mudah bergerak dan minim risiko terbentur-bentur di dalam.
3. Memiliki Standarisasi dalam Proses Pengemasan
Cara mengurangi biaya pengemasan selanjutnya adalah dengan memberikan standarisasi dalam proses mengemas produk. Tujuannya untuk meminimalisir risiko kesalahan dalam pengemasan.
Standarisasi ini juga akan membuat proses pengemasan menjadi lebih cepat dan tidak ada bahan yang terbuang sia-sia, sehingga meminimalkan biaya tenaga kerja kedepannya.
4. Mengoptimalkan Penggunaan Stretch Film
Stretch film atau plastik untuk wrap pallet sangatlah efektif untuk menjaga produk, terutama untuk pengiriman berjumlah banyak. Namun, Anda harus menggunakan teknik wrapping yang benar agar tidak boros pemakaian. Penggunaan produk yang pas juga akan lebih kuat dalam mengikat produk dan menjaga keamanan.
5. Memanfaatkan Mesin Packing
Penggunaan mesin packing, seperti carton sealer, strapping band, stretch wrapper, hingga air cushion juga dapat Anda pertimbangkan. Khususnya untuk bisnis yang skalanya sudah besar.
Sebab, mesin tersebut akan membuat pemakaian bahan pengemasan menjadi lebih pas dan tidak ada yang terbuang sia-sia. Waktu untuk melakukan pengemasan juga menjadi lebih cepat dibandingkan menggunakan cara manual.
6. Melakukan Perawatan Secara Berkala pada Mesin Packing
Menggunakan mesin memang lebih efisien, namun Anda juga wajib untuk merawatnya. Sebab, mesin packing mendapatkan perawatan secara berkala dapat rusak lebih cepat, sehingga dapat membuat hasil pengemasan menjadi tidak maksimal.
Oleh karena itu, Anda harus melakukan perawatan secara berkala pada mesin packing agar mesin tetap bekerja secara efisien, awet, dan Anda tidak harus mengeluarkan uang secara tiba-tiba karena mesin rusak.
7. Menggunakan Kemasan yang Dapat di Daur Ulang
Melansir Logiwa, bisnis mengeluarkan biaya sangat besar untuk mendesain kemasan dan mengisi box dengan bubble wrap untuk melindungi barang, namun hal tersebut akan menjadi sampah yang dapat merusak lingkungan.
Karena itu, selain memaksimal kemasna dengan ukuran produk, Anda juga dapat menggunakan sistem kemasan daur ulang untuk mengurangi biaya pengemasan.
Kemasan yang dapat di daur ulang secara signifikan ini tidak hanya mengurangi biaya, namun bisa mengurangi limbah kemasan dalam jangka panjang. Jenis packaging ini juga dapat membuat citra bisnis Anda lebih positif di mata konsumen karena kepedulian bisnis pada lingkungan.
8. Melakukan Evaluasi
Tidak selamanya bahan murah menjadi bahan yang paling hemat untuk bisnis. Kualitas bahan kemasan yang jelek dapat merusak produk dan Anda malah mengalami kerugian karena konsumen merasa tidak puas dan mengembalikan produk.
Oleh karena itu, Anda wajib melakukan evaluasi. Ini dapat dimulai dengan memperhatikan pemilihan supplier bahan kemasan yang berkualitas, stabil, dan harganya tetap masuk akal. Serta lakukan testing untuk memastikan kemasan yang Anda pilih memang dapat melindungi produk sampai tujuan dengan baik.
9. Pinta Masukan dari Konsumen
Tujuan dari meminta masukan dari konsumen ialah untuk mengetahui pengalaman penggunaan kemasan yang saat ini tengah produk Anda gunakan. Di sini Anda akan melihat bagaimana persepsi konsumen mengenai kualitas dan keberlanjutan kemasan.
Anda juga dapat memutuskan apakah masih cocok untuk dilanjutkan penggunaannya, atau sebaiknya diganti dan perlu upgrade jenis packaging yang lebih baik lagi.
Sudah Tahu Cara Mengurangi Biaya Pengemasan?
Dalam dunia bisnis, menjaga kepercayaan konsumen merupakan hal yang penting untuk keberlanjutan usaha. Nah, salah satu cara menjaga kepercayaan konsumen adalah dengan memastikan keamanan produk di jalan. Karena itu, tidak semata-mata untuk mengurangi biaya, strategi packaging yang baik juga menjamin loyalitas.
Namun, selain memperhatikan kemasan, Anda juga harus mempertimbangkan solusi pengiriman produk yang aman hingga sampai di tangan konsumen. Bekerja sama dengan Biteship pun dapat menjadi pilihan terbaik untuk menjadi kelancaran pengiriman produk Anda.
Biteship sendiri merupakan aggregator logistik yang siap membantu pebisnis melakukan pengiriman dengan pilihan kurir yang beragam. Apalagi terdapat Dashboard Pengiriman yang akan menyimpan seluruh data pengiriman dari pergudangan, plugins, API agar terintegrasi.
Lewat teknologi terpusat ini, Anda akan lebih mudah untuk melakukan monitoring aktivitas pengiriman. Layanan ini juga akan memudahkan pelanggan memantau produk secara real-time. Ayo, buat bisnis Anda semakin naik level dengan ekosistem logistik Biteship yang nyaman dan modern!




