Strategi Bundling Produk Stok Lama, Anti Deadstock!

Strategi Bundling Produk Stok Lama, Anti Deadstock!

Setiap bisnis ritel dan e-commerce pasti memiliki pengalaman berhadapan dengan produk slow-moving yang lambat laun berpotensi menjadi dead stock. Salah satu teknik jitu mencegah produk dengan perputaran lambat agar tidak menjadi stok mati adalah menerapkan strategi bundling produk yang tepat.

Key Takeaways

  • Strategi bundling produk perlu dijalankan untuk mencegah stok slow-moving menjadi dead stock.
  • Strategi bundling untuk stok lama terdiri dari bundling mix n match, bundling tematik, dan bundling cross category.
  • Langkah-langkah strategi akan lebih efektif, cepat, dan akurat apabila didukung manajemen fulfillment dari Biteship.

Mengapa Strategi Bundling Produk Cocok untuk Stok Slow-Moving?

Bundling merupakan salah satu strategi penjualan yang cukup familiar. Metode ini menggabungkan dua atau lebih produk sebagai paket penjualan dengan harga yang lebih murah daripada membeli masing-masing item secara terpisah.

Langkah ini efektif sebagai solusi produk slow-moving karena dapat menarik minat konsumen tanpa merusak brand value. Konsumen membayar dua item dengan harga lebih murah, tapi tidak semurah saat flash sale yang lantas menimbulkan efek keengganan konsumen membeli produk ketika harga tidak diobral.

Anda tidak akan menghadapi penumpukan stok yang menambah beban biaya operasional, tapi juga tidak menghancurkan nilai produk itu sendiri. Ini adalah solusi cerdas dalam menghadapi produk yang menunjukkan perputaran lambat sekaligus mencegahnya menjadi dead stock.

3 Tipe Bundling untuk Mencegah Dead Stock

Namun, strategi bundling produk perlu disusun secara matang, bukan asal menggabungkan produk yang sama ataupun berbeda kemudian memberi harga lebih murah. Berikut ini tiga jenis bundling stok lama yang efektif agar tidak menjadi dead stock.

1. Mix & Match: Slow-Moving x Fast-Moving (Power Bundle)

Secara teknis, tipe bundling mix n match menggabungkan kekuatan daya tarik dari produk terlaris (fast-moving) untuk mengangkat penjualan produk yang susah laku (slow-moving). Contohnya, menggabungkan lipstik best-seller dengan eyeshadow yang kurang populer.

Teknik ini membuat konsumen merasa mendapat penawaran eksklusif. Sebab, ketika membeli lipstik, mereka mendapat item tambahan berupa eyeshadow yang berguna untuk memaksimalkan penampilan. Lebih hemat karena tidak membeli terpisah, terlebih karena kepercayaan sudah terbentuk melalui kualitas lipstiknya.

2. Bundling Tematik (Solusi Lengkap)

Pada dasarnya, manusia menyukai solusi nyata yang mudah dan ringkas. Metode bundling tematik menciptakan narasi atau solusi lengkap yang relevan dengan momentum atau kebutuhan spesifik. Efeknya kuat, karena produk yang dijual bukan sebagai barang, melainkan sebagai solusi kebutuhan konsumen.

Jadi, Anda menyediakan bundling sebagai kesatuan yang konsumen butuhkan dan sulit terpisah. Contohnya, tema “bundling tematik Ramadan” yang menggabungkan mukena stok lama dengan sajadah terlaris dan tasbih terbaru. Otomatis, konsumen Anda akan memilih paket tersebut daripada membeli masing-masing item terpisah.

Bisa juga dengan paket “bundling tematik back to school” ketika menjelang masa tahun ajaran baru. Paket menggabungkan tas stok lama yang slow-moving dengan paket buku dan alat tulis terbaru. Satu kali checkout bundle campaign marketplace ini, persiapan masuk sekolah beres!

Model bundling tematik berfokus pada menciptakan urgensi pembelian paket produk dalam lingkup kebutuhan yang berkaitan. Pelaksanaannya memang bersifat musiman, karena harus menyesuaikan suatu tema. Namun, strategi bundling produk ini terbukti efektif menghabiskan produk slow-moving asalkan momentumnya tepat.

3. Bundling Cross-Category (Peningkatan Perceived Value)

Terakhir, ada tipe bundling cross-category yang menggabungkan produk dari kategori berbeda tapi saling melengkapi. Model penjualan ini efektif meningkatkan perceived value atau nilai produk berdasarkan pandangan konsumen, karena menunjukkan bahwa dua barang berbeda memiliki manfaat kuat ketika menyatu.

Contohnya, Anda menjual produk skincare atau perawatan kulit berupa exfoliating toner. Cara jual produk slow moving tersebut bisa dengan menggabungkannya dengan produk baru dari kategori aksesori, yaitu headband lucu.

Kombinasikan dalam paket penjualan yang menciptakan efek keterkaitan, padahal sebelumnya tidak dianggap penting. Headband berfungsi menahan rambut agar tidak menjuntai ke area wajah saat pengaplikasian toner dan rangkaian produk skincare konsumen.

Tampak sepele, tapi dengan menggunakan headband, proses pengaplikasian toner jadi lebih cepat, rapi, dan tidak terganggu dengan rambut yang bergerak-gerak.

Rahasia Bundling Lancar = Operasional Rapi

Strategi bundling produk merupakan metode efektif dalam menghabiskan stok slow-moving sekaligus meminimalisir dead stock. Baik model mix n match, tematik, maupun cross category dapat Anda terapkan dengan menyesuaikan kebutuhan penjualan dan jenis produk.

Namun, ada faktor yang tidak kalah penting. Operasional gudang yang rapi dalam bisnis, terutama selama menjalankan periode promosi bundling, berpotensi meningkatkan AOV atau rata-rata penjualan.

Operasional berantakan dapat menciptakan banyak masalah, seperti kesulitan menemukan produk, stok tidak tercatat secara real time, dan gagal memproses pesanan. Anda butuh manajemen stok dan fulfillment andal dalam mengelola SKU (Stock Keeping Unit) untuk mempersiapkan pesanan tepat waktu, cepat, dan akurat.

Namun, bukan berarti Anda harus menambahkan SDM pergudangan dan menyebabkan pembengkakan biaya. Biteship bisa mengatasi kebutuhan tersebut dengan menyediakan layanan Fulfillment & Warehouse Management System (WMS).

Sistem tersebut menawarkan visibilitas dan akurasi stok lama dan baru, sekaligus memetakan produk dengan urgensi bundling tinggi. Selain itu, memberikan saran kombinasi bundle produk dengan peluang demand besar.

Tak kalah hebat, sistem pemetaan gudang yang terintegrasi dengan dashboard penjual secara real time memungkinkan proses pemesanan lebih cepat, baik untuk pengemasan maupun pengiriman. Dengan dukungan Biteship, Anda bisa menjalankan strategi bundling produk tanpa perlu khawatir salah mencatat, kehabisan stok, atau terlambat mengirim pesanan.

Biteship
Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.