Agregator Logistik: Solusi Kelola Pengiriman Multikurir

Agregator Logistik: Solusi Kelola Pengiriman Multikurir

Semakin banyak kurir yang bisnis Anda gunakan, maka semakin rumit operasional pengiriman yang harus dikelola. Dan, saat bisnis e-commerce bertumbuh, maka pelanggan cenderung menuntut fleksibilitas dalam pengiriman yang lebih cepat, bahkan murah. Di sinilah agregator logistik bisa menjadi solusi untuk kebutuhan tersebut.

Agregator logistik adalah solusi yang dirancang untuk menyederhanakan pengelolaan pengiriman multikurir berbasis sistem terpusat. Pelajari lebih dalam mengenai solusi logistik ini di artikel berikut!

Key Takeaways

  • Tantangan pengelolaan multikurir tanpa aggregator logistik meliputi dashboard yang berbeda pada setiap layanan, proses manual yang melelahkan, konsistensi layanan sulit terjaga, dan dampak buruk ke efisiensi tim.
  • Agregator logistik adalah platform atau sistem yang menghubungkan bisnis dengan berbagai jasa pengiriman dalam satu sistem terintegrasi (terpusat).
  • Ada beberapa kondisi yang menjadi sinyal bahwa sebuah UKM membutuhkan dukungan aggregator logistik, yaitu penggunaan lebih dari satu kurir secara rutin, volume pengiriman tinggi, hingga penjualan ke banyak channel.

Tantangan Pengiriman Multikurir Tanpa Agregator Logistik

Pengelolaan multikurir tanpa sistem terpusat membuat Anda harus beradaptasi dengan banyak dashboard, standar operasional prosedur (SOP), dan prosedur teknis. Pada banyak kasus, biasanya Anda akan menghadapi beberapa tantangan umum di bawah ini.

1. Dashboard Terpisah

Setiap platform pengiriman memiliki sistem masing-masing, yang mana artinya Anda akan berhadapan dengan cara login, interface, dan prosedur input yang berbeda. Semakin banyak kurir atau platform pengiriman yang Anda gunakan, maka semakin banyak waktu yang Anda habiskan untuk berpindah sistem.

2. Proses Manual yang Melelahkan

Proses manual yang melelahkan juga menjadi tantangan lain yang akan Anda hadapi jika mengelola operasional pengiriman tanpa sistem terpusat. Pasalnya, tanpa platform aggregator pengiriman, Anda dan tim harus melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Cek ongkir di masing-masing website kurir.
  • Input data pesanan berulang kali.
  • Cetak resi dari sistem berbeda.
  • Tracking pengiriman secara manual.

Semua hal di atas bisa meningkatkan potensi terjadinya human error, mulai dari kesalahan input data hingga kesalahan pemilihan layanan kurir.

3. Konsistensi Layanan Sulit Terjaga

Ketika proses operasional pengiriman tidak terstandarisasi, maka pengalaman pelanggan bisa menjadi tidak konsisten. Di satu sisi, Anda akan menemukan ulasan dari pelanggan yang memuji pemrosesan cepat dari bisnis Anda.

Namun, di lain sisi, tidak sedikit komplain yang menghujat performa pengiriman Anda yang lama. Dengan kata lain, bisnis Anda tidak bisa memberikan kepuasan merata kepada semua pelanggan.

4. Dampak ke Efisiensi Tim

Dengan kompleksitas pengelolaan operasional pengiriman, waktu tim operasional bisa tersita hanya untuk tugas administratif, bukan untuk mengembangkan strategi pertumbuhan bisnis. Dengan kata lain, biaya tenaga kerja meningkat, namun produktivitas bisnis stuck.

Apa Itu Agregator Logistik?

Secara sederhana, agregator logistik adalah platform yang menghubungkan bisnis dengan berbagai jasa pengiriman (kurir) dalam satu sistem terintegrasi (terpusat). Dalam UKM berbasis e-commerce, agregator kurir memiliki peran sebagai penghubung antara toko online dengan berbagai layanan jasa pengiriman atau ekspedisi. Alih-alih mengelola banyak kurir secara terpisah, sistem ini memungkinkan pengelolaan yang lebih praktis melalui satu dashboard.

1. Perbedaan Pengelolaan Multikurir Dengan dan Tanpa Agregator

Dalam konteks manajemen pengiriman e-commerce, ada perbedaan besar dari segi efisiensi antara pengelolaan banyak kurir pengiriman secara terpisah dan menggunakan aggregator. Saat menerapkan pengelolaan banyak kurir secara terpisah, Anda akan berhadapan dengan beberapa kompleksitas seperti:

  • Harus mengelola banyak akun;
  • Harus berurusan dengan banyak sistem berbeda;
  • Proses manual berulang; dan
  • Kesulitan melakukan evaluasi data secara menyeluruh.

Di lain sisi, pengelolaan banyak kurir dengan sistem terpusat justru membuat semua proses operasional pengiriman menjadi lebih simpel, misalnya:

  • Pengelolaan bisa Anda lakukan melalui satu dashboard;
  • Proses pengelolaan yang bersifat otomatis; dan
  • Kemudahan melakukan evaluasi menyeluruh.

2. Peran Aggregator Logistik dalam Manajemen E-Commerce

Dengan kata lain, aggregator logistik bukan sekadar tool tambahan. Namun, ia memainkan peran penting sebagai fondasi manajemen pengiriman e-commerce dengan menjadi penghubung antara toko online dengan berbagai layanan kurir.

Manfaat Aggregator Logistik untuk UKM E-Commerce

Bagi UKM yang menargetkan pertumbuhan berkelanjutan, aggregator logistik menawarkan banyak manfaat utama bagi operasional. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Sentralisasi operasional: Semua pengiriman bisa Anda kelola melalui satu sistem atau dashboard, mulai dari cek ongkir, cetak resi, hingga monitoring status pengiriman.
  • Efisiensi biaya: Aggregator pengiriman memungkinkan Anda membandingkan ongkir lintas kurir secara real-time, sehingga Anda bisa memilih opsi yang paling efisien sesuai kebutuhan pelanggan.
  • Visibilitas dan kontrol: Proses tracking real-time memudahkan pemantauan proses pengiriman dan proses evaluasi performa.
  • Fleksibilitas: Kebebasan dalam memilih kurir sesuai jenis pengiriman, baik itu Reguler, Same Day, Cargo, atau Instant.
  • Skalabilitas: Ketika terjadi peningkatan volume pesanan, sistem operasional pengiriman tetap rapi dan terkontrol.

Kapan UKM Membutuhkan Aggregator Logistik?

Pada dasarnya, tidak semua UKM langsung membutuhkan dukungan aggregator logistik untuk mengelola pengiriman. Ada beberapa kondisi yang menjadi sinyal bahwa sebuah bisnis UKM membutuhkan aggregator kurir ini, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Menggunakan lebih dari satu kurir secara rutin.
  • Volume pengiriman meningkat secara signifikan.
  • Menjual produk di berbagai channel (marketplace, website, dan social commerce).
  • Tim operasional mulai kewalahan dengan proses manual.

Tantangan Tanpa Aggregator saat Bisnis Bertumbuh

Pertumbuhan bisnis yang tidak diimbangin dengan sistem solid bisa menjadi sebuah bencana operasional. Hal ini juga berlaku pada pengelolaan pengiriman. Tanpa sistem yang solid, operasional pengiriman bisa mendapatkan sejumlah dampak buruk, mulai dari:

  • Human error meningkat: Semakin banyak pesanan masuk, semakin besar potensi salah input atau cetak resi.
  • Biaya operasional tidak terkontrol: Tanpa data terpusat, Anda akan sulit mengevaluasi biaya pengiriman secara menyeluruh.
  • Kesulitan evaluasi performa kurir: Tanpa data terintegrasi, Anda juga akan sulit menilai performa kurir yang paling konsisten dari sisi SLA.
  • Pengalaman pelanggan tidak konsisten: Terjadi beberapa atau banyak pengiriman dan proses tracking tidak akurat yang berpotensi menurunkan reputasi brand.

Bagaimana Biteship Berperan sebagai Agregator Logistik?

Sebagai salah satu platform agregator pengiriman di Indonesia, Biteship menyediakan solusi untuk Anda agar bisa mengakses berbagai layanan kurir yang terpusat di satu dashboard. Melalui dashboard pengiriman Biteship, Anda bisa mengelola operasional pengiriman bisnis dengan lebih mudah, mulai dari:

  • Cek ongkir berbagai kurir secara real-time;
  • Cetak resi langsung dari satu sistem; dan
  • Monitoring status pengiriman.

Selain itu, Biteship berintegrasi dengan berbagai sistem e-commerce dan operasional fulfillment, sehingga proses dari checkout hingga pengiriman menjadi lebih efisien.

Optimalkan Operasional Pengiriman Bisnis Anda dengan Dashboard Biteship!

Kompleksitas pengiriman multikurir adalah tantangan nyata bagi UKM berbasis e-commerce yang bertumbuh. Semakin banyak pesanan dan channel penjualan, semakin besar risiko inefisiensi jika sistem tidak terintegrasi.

Sebagai salah satu agregator logistik terpercaya, Biteship menghadirkan solusi logistik UKM untuk mengatasi tantangan tersebut. Melalui dashboard pengiriman terintegrasi, Anda bisa mengefisienkan proses pengelolaan operasional pengiriman bisnis, mulai dari pemilihan layanan kurir, cek ongkir secara real-time, pencetakan resi, hingga tracking pengiriman.

Semuanya bisa Anda lakukan melalui satu dashboard, tanpa harus berpindah sistem. Selain itu, dashboard juga memungkinkan proses dokumentasi pengiriman yang lebih rapi, sehingga mempermudah proses evaluasi.

Jadi, sudah siap memaksimalkan pengelolaan operasional pengiriman bisnis e-commerce Anda? Untuk informasi lebih lengkap seputar dashboard pengiriman ini, Anda bisa langsung mengunjungi laman resmi Biteship.

Biteship
Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.