Banyak bisnis yang hari ini mulai beriklan online. Iklan sudah tayang, budget iklan berjalan, dan laporan iklan tersedia. Namun, saat ditanya perihal efektivitas iklan, banyak dari mereka yang masih memberikan jawaban samar.
Bahkan, tidak sedikit pemilik bisnis yang sudah menggelontorkan budget lumayan besar. Namun, merasa tidak yakin apakah hasilnya sudah setimpal. Inilah mengapa pemahaman perihal evaluasi iklan bisnis menjadi dasar penting sebelum beriklan. Jadi, iklan yang dijalankan bisa berkontribusi nyata pada pertumbuhan bisnis.
Key Takeaways
- Kesalahan umum dalam pengukuran performa iklan adalah terlalu fokus pada metrik iklan digital yang salah, tujuan iklan yang tidak jelas, dan timing evaluasi yang tidak tepat.
- Prinsip yang perlu Anda pahami dalam mengukur efektivitas iklan adalah mulailah dari tujuan bisnis, bedakan tahap iklan, dan pahami konteks funnel dan customer journey.
- Metrik yang perlu Anda perhatikan dalam evaluasi iklan bisnis adalah awareness metric, engagement metric, conversion and post conversion metric.
Kesalahan Umum dalam Mengukur Performa Iklan
Dalam praktiknya, banyak bisnis yang baru mulai beriklan malah melakukan kesalahan dalam mengukur performa iklan. Beberapa kesalahan umum yang paling sering terjadi adalah sebagai berikut.
1. Fokus ke Metrik yang Salah
Salah satu kesalahan paling umum dalam mengevaluasi efektivitas iklan adalah terlalu fokus pada metrik yang salah. Contohnya saat memerhatikan metrik reach atau impression, namun tidak memahami apakah metrik tersebut relevan dengan tujuan bisnis atau tidak.
2. Tujuan Iklan Tidak Jelas Sejak Awal
Iklan pada dasarnya harus dijalankan dengan jelas; apakah tujuannya untuk brand awareness, menghasilkan penjualan, atau mendatangkan leads. Iklan yang dijalankan tanpa kejelasan akan membuatnya susah untuk dievaluasi.
3. Evaluasi Dilakukan Terlalu Cepat atau Terlalu Lambat
Kesalahan lainnya yang umum terjadi dalam mengukur performa atau efektivitas iklan adalah timing yang terlalu cepat atau terlalu lambat. Maksudnya, Anda terlalu cepat menghentikan iklan dalam hitungan hari karena merasa belum ada hasil.
Sementara di lain sisi, ada bisnis yang membiarkan iklannya berjalan dalam durasi waktu terlalu lama, tanpa melakukan evaluasi bermakna. Kedua kondisi ini menyebabkan pengambilan keputusan dalam beriklan menjadi tidak tepat. Alhasil, budget iklan bisa habis, namun pertumbuhan bisnis tidak optimal atau bahkan stagnan.
Prinsip Mengukur Efektivitas Iklan
Untuk bisa mengukur seberapa efektif iklan yang Anda jalankan, sebaiknya gunakan metrik iklan digital yang tepat. Namun, ada beberapa prinsip dasar yang perlu Anda pahami terlebih dahulu agar evaluasi iklan bisnis lebih terarah. Berikut ini penjelasannya.
1. Mulai dari Tujuan Bisnis, Bukan Metrik
Prinsip pertama dalam mengukur efektivitas iklan adalah tetapkan tujuan bisnis. Anda harus memahami tujuan iklan yang Anda tayangkan; apakah untuk meningkatkan brand awareness, mendorong minat, atau langsung menghasilkan penjualan (sales).
Tanpa tujuan yang jelas, metrik iklan apapun akan terasa abu-abu. Dengan kata lain, angka di dashboard iklan hanya sebatas besar, namun tidak menjawab kebutuhan bisnis.
2. Bedakan Tahap Awareness, Consideration, dan Conversion
Setiap iklan bekerja di tahap yang berbeda dalam marketing funnel. Iklan dengan tujuan meningkatkan brand awareness tidak seharusnya dinilai dengan standar direct sales.
Begitu juga sebaliknya, iklan dengan tujuan sales atau konversi tidak bisa dinilai dengan standar iklan brand awareness atau consideration, melainkan harus dengan hasil nyata (sales). Dengan memahami perbedaan setiap tahap dalam marketing funnel, Anda bisa lebih objektif dalam menilai performa iklan.
3. Pahami Konteks Funnel dan Customer Journey
Iklan adalah salah satu titik dari customer journey (perjalanan pelanggan). Oleh karena itu, pengukuran efektivitas iklan harus mempertimbangkan apa yang terjadi sebelum dan sesudah iklan berjalan, termasuk user experience (pengalaman pengguna), komunikasi brand, hingga proses pembelian.
Di sini, pemahaman terhadap marketing funnel dan customer journey menjadi hal yang sangat krusial agar evaluasi iklan bisnis tidak berdiri sendiri.
Metrik yang Perlu Diperhatikan
Setelah memahami prinsip dalam pengukuran, dari sinilah Anda baru bisa menggunakan metrik yang tepat untuk mengevaluasi performa iklan dan mengambil keputusan kedepannya. Dalam marketing funnel sendiri, metrik iklan terbagi menjadi tiga macam, yaitu:
1. Awareness Metric
Metrik awareness adalah metrik yang membantu Anda memahami sejauh mana iklan telah menjangkau audiens. Metrik ini terdiri dari dua jenis, yaitu:
- Reach: Menggambarkan seberapa banyak orang yang melihat iklan dan seberapa luas iklan tersebar.
- Impression: Menunjukkan berapa kali iklan tampil atau intensitas eksposur.
Pada metrik iklan digital ini, keberhasilan iklan mengacu pada konsistensi pesan dan jangkauan audiens yang relevan.
2. Engagement Metric
Metrik engagement adalah metrik iklan yang menunjukkan bagaimana audiens merespon iklan Anda. Sama dengan sebelumnya, metrik ini juga terdiri dari dua jenis, yaitu:
- Interaksi: Aksi dari audiens berupa klik, komentar, atau share. Parameter ini menggambarkan seberapa menarik dan relevan iklan untuk audiens.
- Click-Through Rate (CTR): Parameter yang menunjukkan seberapa besar ketertarikan audiens terhadap iklan untuk berinteraksi. CTR yang baik haruslah menggambarkan pesan iklan yang selaras atau relevan dengan audiens.
3. Conversion and Post-Conversion Metric
Metrik efektivitas iklan ini bersinggungan langsung dengan dampak bisnis. Metrik ini pun memiliki dua jenis, yaitu conversion dan kepuasaan pelanggan.
Conversion adalah metrik yang merujuk pada pembelian (sales) dan leads. Sedangkan metrik kepuasaan pelanggan adalah metrik yang menjelaskan pengalaman pelanggan pasca pembelian atau transaksi, seperti proses pengiriman dan layanan pelanggan.
Dalam konteks pengalaman setelah pembelian, faktor operasional seperti pengiriman dan logistik yang baik merupakan hal krusial. Oleh karena itu, penggunaan teknologi logistik profesional, seperti Biteship, untuk manajemen pengiriman dan proses pemenuhan order (fulfillment) sangat penting guna memastikan pengiriman barang lebih transparan, cepat, dan minim kendala.
Saatnya Perdalam Pemahaman Iklan Digital Anda!
Mengukur efektivitas iklan bukan sekadar tentang membaca laporan, namun juga tentang mindset. Anda perlu menyadari bahwa meningkatkan pemahaman perihal iklan dan evaluasinya menjadi aset penting untuk memastikan iklan bisa berkontribusi pada pertumbuhan bisnis.
Di sinilah, peran referensi belajar yang tepat menjadi sangat penting. Salah satu referensi yang relevan untuk belajar iklan digital adalah Dewatalks.
Dewatalks adalah platform pembelajaran bisnis dan marketing besutan salah satu perusahaan digital agency ternama di Indonesia, Dewaweb. Di platform ini, Anda akan mempelajari berbagai topik seputar bisnis dan digital marketing, mulai dari marketing funnel, aplikasi iklan digital yang efektif, hingga evaluasi performa iklan.
Selain itu, platform ini juga menyelenggarakan berbagai webinar interaktif dan padat ilmu dengan para praktisi digital marketing ternama sebagai pembicaranya. Dengan memilih platform belajar yang tepat, Anda bisa lebih memahami iklan dalam konteks marketing funnel dan mengambil keputusan jangka panjang yang lebih strategis.
Mulai Evaluasi Efektivitas Iklan secara Lebih Tepat!
Jika Anda masih bingung perihal efektivitas iklan, maka sekarang adalah saatnya untuk berhenti hanya melihat angka pada laporan dan mulai memahami maknanya. Evaluasi ulang metrik iklan digital yang Anda gunakan dalam pengambilan keputusan dan pastikan semuanya selaras dengan tujuan iklan Anda.
Dengan sudut pandang yang tepat serta referensi belajar relevan, Anda bisa menjadikan iklan digital sebagai investasi jangka panjang untuk menumbuhkan bisnis secara optimal. Bukan sekadar budget yang menggolontor dari rekening tanpa hasil yang jelas.
*Artikel ini merupakan hasil kolaborasi antara Biteship dan Dewatalks.




