Tips Menetapkan Harga Produk Online dengan Biaya Logistik yang Efisien

Tips Menetapkan Harga Produk Online dengan Biaya Logistik yang Efisien

Menentukan harga jual produk online bukan hanya soal menghitung modal dan menambahkan margin keuntungan. Ada faktor lain yang sering terlupakan tetapi sebenarnya memiliki dampak besar: biaya logistik.

Dalam dunia e-commerce, ongkos kirim dan biaya distribusi sering menjadi pertimbangan utama konsumen sebelum menekan tombol “checkout”. Produk dengan harga menarik bisa saja ditinggalkan jika ongkos kirim terasa terlalu mahal. 

Oleh karena itu, strategi pricing yang tepat dengan mempertimbangkan biaya logistik dapat membuat brand lebih kompetitif sekaligus menjaga profitabilitas.

Lalu, bagaimana caranya pelaku usaha online bisa mengoptimalkan strategi harga dengan menyesuaikan biaya logistik? Mari kita bahas lebih dalam.

Mengapa Biaya Logistik Penting dalam Strategi Pricing?

Logistik adalah salah satu komponen terbesar dalam biaya operasional e-commerce. Menurut laporan Elogy, ongkos logistik, mulai dari pengiriman hingga biaya gudang, seringkali memakan porsi besar dari total biaya. Jika faktor ini diabaikan, margin keuntungan bisa tergerus habis tanpa disadari.

Dampak yang terjadi jika biaya logistik tidak diperhitungkan:

  • Margin terlalu tipis → harga jual terlihat kompetitif, tetapi keuntungan bisnis nyaris tidak ada.
  • Harga jual tidak realistis → harga produk bisa terlalu tinggi karena ongkos kirim ditambahkan belakangan, membuat konsumen batal membeli.
  • Kerugian jangka panjang → tanpa strategi pricing yang sehat, bisnis akan kesulitan bertumbuh karena terus terbebani biaya logistik yang membengkak.

Contoh nyata: 

Konsumen membeli produk seharga Rp50.000 tetapi harus membayar ongkir Rp30.000. Secara psikologis, konsumen merasa harga total Rp80.000 tidak sebanding dengan nilai produk, sehingga transaksi dibatalkan.

Komponen Biaya Logistik yang Perlu Dihitung

Agar strategi pricing lebih akurat, pelaku usaha perlu memahami komponen utama yang membentuk biaya logistik:

  1. Biaya pengiriman (shipping cost)
  1. Dipengaruhi oleh berat, dimensi, jarak, dan ekspedisi yang dipilih.
  2. Komponen ini paling sering memengaruhi harga akhir yang dibayar konsumen.
  1. Biaya gudang & handling
  1. Termasuk biaya penyimpanan produk, picking, packing, hingga material kemasan.
  2. Untuk bisnis yang menggunakan layanan fulfillment dari pihak ketiga, biaya ini biasanya sudah termasuk dalam paket layanan.
  1. Biaya retur
  1. Produk yang gagal dikirim atau dikembalikan konsumen tetap menimbulkan ongkos tambahan.
  2. Faktor retur sering diabaikan, padahal bisa berdampak signifikan pada margin.

Dengan menghitung tiga komponen utama ini, bisnis dapat memiliki gambaran lebih jelas untuk menentukan harga jual yang tidak hanya kompetitif di pasar, tetapi juga sehat secara finansial.

Strategi Pricing dengan Mempertimbangkan Biaya Logistik

Menentukan harga jual produk online memerlukan keseimbangan antara biaya operasional, nilai produk, dan ekspektasi konsumen. Jika salah satu faktor terabaikan, bisnis bisa kehilangan margin atau kalah bersaing. 

Berikut beberapa strategi pricing yang relevan untuk e-commerce, dengan fokus pada biaya logistik:

a. Cost-Plus Pricing

Metode paling sederhana: hitung total modal (termasuk biaya logistik), lalu tambahkan margin keuntungan.

  • Cocok untuk bisnis yang ingin pricing transparan dan konsisten.
  • Kekurangannya: bisa membuat harga kurang kompetitif jika biaya logistik tinggi.

b. Value-Based Pricing

Harga ditentukan berdasarkan nilai yang dirasakan konsumen, bukan hanya biaya.

  • Misalnya produk skincare premium bisa dijual lebih mahal, karena konsumen menilai kualitas dan kemasannya bernilai lebih tinggi.
  • Namun, logistik tetap harus diperhitungkan agar margin tidak tergerus.

c. Bundling & Free Shipping Strategy

Salah satu trik populer adalah “gratis ongkir”, tetapi sebenarnya biaya logistik sudah dibundel ke harga produk.

  • Konsumen lebih tertarik pada harga produk sedikit lebih tinggi dengan free shipping, dibanding harga murah dengan ongkir mahal.
  • Strategi ini sangat efektif untuk mengurangi cart abandonment.

d. Dynamic Pricing

Menyesuaikan harga produk berdasarkan kondisi tertentu, misalnya lokasi gudang atau pengiriman atau fluktuasi biaya ekspedisi.

Dengan dukungan shipping aggregator, bisnis bisa menawarkan ongkir berbeda di tiap daerah tanpa mengorbankan margin.

Studi Kasus: Dampak Biaya Logistik pada Strategi Pricing

Produk: Skincare lokal (serum wajah)

Modal produk: Rp50.000/unit

Target margin keuntungan: 40%

Tanpa Optimasi Shipping (pakai ekspedisi tunggal)

  • Modal: Rp50.000
  • Ongkir rata-rata: Rp25.000
  • Harga jual (modal + margin 40%): Rp70.000
  • Total harga ke konsumen (harga + ongkir): Rp95.000

Ongkir terasa mahal (50% dari harga produk). Konsumen cenderung batal checkout.

Dengan Shipping Aggregator (pakai Biteship)

  • Modal: Rp50.000
  • Ongkir rata-rata: Rp15.000
  • Harga jual (modal + margin 40%): Rp70.000
  • Total harga ke konsumen: Rp85.000

Harga lebih kompetitif, margin tetap terjaga, konsumen lebih tertarik.

Strategi Free Shipping (Bundling Ongkir ke Harga Produk)

  • Modal: Rp50.000
  • Ongkir rata-rata: Rp15.000
  • Harga jual baru (modal + ongkir + margin 40%): Rp91.000
  • Total harga ke konsumen (free ongkir): Rp91.000

Konsumen lebih tertarik karena “Gratis Ongkir”, meski harga produk sedikit lebih tinggi.

Dari studi kasus ini terlihat jelas bahwa efisiensi biaya logistik berdampak langsung pada strategi pricing. 

Dengan shipping aggregator seperti Biteship, bisnis dapat memilih opsi ekspedisi terbaik, menekan ongkos kirim, sekaligus memberikan fleksibilitas dalam menetapkan harga jual yang lebih menarik.

Tantangan dalam Menerapkan Strategi Pricing

Meskipun strategi pricing berbasis biaya logistik terdengar ideal, penerapannya tidak selalu mudah. Ada beberapa tantangan yang umum dihadapi pelaku usaha online:

  1. Variasi Ongkos Kirim Antar Daerah: Indonesia memiliki wilayah geografis yang luas. Ongkos kirim dari Jakarta ke Bandung tentu berbeda dengan ke Papua. Variasi harga ini bisa membuat bisnis kesulitan menetapkan harga produk yang konsisten tanpa merugikan margin.
  2. Kompleksitas Multi-Channel: Banyak brand berjualan di berbagai channel, marketplace, website e-commerce, hingga social commerce. Setiap channel memiliki aturan, promosi, dan struktur ongkir yang berbeda. Tanpa sistem yang terintegrasi, strategi pricing bisa jadi berantakan.
  3. Biaya Logistik yang Fluktuatif: Biaya pengiriman bisa berubah sewaktu-waktu, terutama saat peak season (misalnya Lebaran atau Harbolnas). Jika harga jual produk tidak diatur dengan fleksibel, margin bisnis bisa tertekan.
  4. Risiko Harga Produk Tidak Kompetitif: Jika biaya logistik terlalu tinggi dan langsung dibebankan ke konsumen, harga produk bisa tampak jauh lebih mahal dibanding kompetitor. Hal ini meningkatkan risiko cart abandonment dan menurunkan tingkat konversi.
  5. Kurangnya Data untuk Pengambilan Keputusan: Banyak bisnis kecil dan menengah masih menentukan harga berdasarkan perkiraan, bukan data aktual. Padahal, tanpa data akurat mengenai biaya logistik, sulit untuk membuat strategi pricing yang benar-benar efektif.

Bagaimana Shipping Solution Membantu Optimasi Harga?

Mengelola strategi pricing tanpa dukungan sistem logistik yang efisien bisa menjadi pekerjaan yang rumit. Di sinilah peran shipping solution sangat penting, bukan hanya sekadar alat untuk mengirim barang, tetapi juga sebagai faktor kunci dalam menjaga harga produk tetap kompetitif.

1. Perbandingan Tarif Multi-Ekspedisi

Shipping solution modern memungkinkan bisnis untuk membandingkan ongkos kirim dari berbagai ekspedisi dalam satu platform. Dengan begitu, brand bisa langsung memilih opsi yang paling hemat tanpa harus melakukan cek manual di tiap ekspedisi.

2. Transparansi Biaya Logistik

Fitur real-time shipping rate membantu bisnis mengetahui ongkos kirim yang sebenarnya sejak awal. Transparansi ini penting untuk memasukkan biaya logistik secara akurat ke dalam harga jual produk, sehingga margin tetap terjaga.

3. Optimasi Rute dan Multi-Stop Shipment

Beberapa shipping solution mendukung sistem multi-stop shipment, di mana satu kurir bisa mengantarkan banyak pesanan dalam sekali jalan. Hal ini menurunkan ongkos distribusi per paket dan membuat harga ke konsumen lebih terjangkau.

4. Dukungan untuk Strategi Free Shipping

Dengan ongkos kirim yang lebih efisien, bisnis lebih leluasa menawarkan program gratis ongkir tanpa merugikan margin. Strategi ini terbukti meningkatkan konversi, karena konsumen cenderung lebih memilih produk dengan ongkir gratis.

5. Integrasi Multi-Channel

Shipping solution yang terhubung dengan marketplace dan website e-commerce memudahkan bisnis menjaga konsistensi harga. Semua order diproses dalam satu dashboard, sehingga tidak ada selisih biaya logistik yang bisa merusak strategi pricing di tiap channel.

Singkatnya, shipping solution berfungsi sebagai “jembatan” antara strategi pricing dan operasional logistik. 

Tanpa efisiensi ongkos kirim, harga produk akan sulit bersaing. Sebaliknya, dengan shipping yang teroptimasi, bisnis bisa menawarkan harga lebih menarik sambil tetap menjaga keuntungan.

Solusi dari Biteship Shipping

Menerapkan strategi pricing berbasis biaya logistik akan jauh lebih mudah jika bisnis memiliki partner shipping yang tepat. 

Biteship Shipping hadir sebagai solusi aggregator pengiriman yang memungkinkan brand untuk mengelola ongkos kirim secara lebih efisien, transparan, dan fleksibel.

a. Akses Multi-Ekspedisi dalam Satu Platform

Dengan Biteship, bisnis tidak perlu repot membandingkan ongkir dari satu ekspedisi ke ekspedisi lain. Semua pilihan sudah tersedia dalam satu dashboard, lengkap dengan tarif real-time, sehingga pelaku usaha bisa langsung memilih opsi paling hemat dan sesuai kebutuhan pelanggan.

b. Real-Time Shipping Rate untuk Transparansi Harga

Fitur ini memungkinkan bisnis menghitung ongkos kirim secara akurat sejak awal. Artinya, brand bisa memasukkan ongkir ke dalam strategi pricing dengan tepat, tanpa takut margin terkikis karena perbedaan biaya aktual di lapangan.

c. Efisiensi Distribusi dengan Multi-Stop Shipment

Biteship mendukung optimasi rute pengiriman. Satu kurir dapat mengantarkan beberapa pesanan sekaligus, sehingga ongkos distribusi lebih rendah. Dampaknya, harga produk bisa tetap kompetitif, meski bisnis beroperasi dengan volume order yang besar.

d. Dukungan untuk Strategi Gratis Ongkir

Karena biaya logistik lebih terkendali, brand bisa dengan mudah menawarkan promo free shipping tanpa harus mengorbankan margin keuntungan. Strategi ini sangat efektif untuk meningkatkan checkout rate, terutama di marketplace.

e. Integrasi dengan Berbagai Channel Penjualan

Biteship terhubung dengan marketplace populer dan platform e-commerce, sehingga semua order bisa diproses secara konsisten. Bisnis tidak perlu khawatir ongkir berbeda-beda antar channel, karena semua sudah diatur secara terpusat.

Dengan Biteship Shipping, pelaku usaha online tidak hanya menekan ongkos kirim, tetapi juga meningkatkan fleksibilitas dalam menetapkan strategi pricing. Kombinasi biaya logistik yang efisien, integrasi multi-channel, dan transparansi ongkir membuat bisnis lebih mudah menjaga margin sekaligus tetap kompetitif di pasar.

Menentukan harga jual produk online bukan hanya tentang menghitung modal dan menambahkan margin. Biaya logistik adalah faktor krusial yang seringkali menentukan apakah harga produk akan terlihat kompetitif atau justru membuat konsumen enggan checkout.

Dengan strategi pricing yang mempertimbangkan ongkos kirim, mulai dari cost-plus pricing, value-based pricing, hingga strategi bundling dengan gratis ongkir, bisnis bisa menjaga margin sekaligus tetap menarik bagi konsumen. Namun, semua itu hanya bisa berjalan efektif jika biaya logistik dikelola dengan efisien.

Di sinilah Biteship Shipping memberikan nilai tambah. Sebagai platform shipping aggregator, Biteship membantu bisnis mendapatkan tarif ongkir terbaik dari berbagai ekspedisi, transparansi biaya real-time, serta efisiensi distribusi dengan multi-stop shipment. Hasilnya: harga produk lebih kompetitif, margin lebih sehat, dan pengalaman pelanggan lebih baik.

Ingin membuat harga produk Anda lebih kompetitif dengan biaya logistik yang efisien? Gunakan Biteship Shipping dan temukan cara lebih hemat untuk mengelola pengiriman bisnis online Anda.

Biteship
Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.