Biaya pengiriman masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian online. Tidak sedikit pelanggan yang sudah masuk ke halaman checkout tetapi mundur saat melihat nominal ongkir. Untuk mengatasi hal ini, banyak bisnis menerapkan free shipping atau gratis ongkir guna meningkatkan konversi.
Namun, kebijakan gratis ongkir ini memunculkan pertanyaan penting. Apakah untung atau justru buntung? Jawabannya tergantung pada strategi yang Anda lakukan. Artikel ini akan membahas berbagai manfaat gratis ongkir, model penerapannya, serta strategi yang dapat membantu bisnis menjaga profitabilitas.
Mengapa Free Shipping Menaikkan Konversi Pembeli?
Gratis ongkir bukan lagi sekadar bonus bagi pelanggan, tetapi sudah menjadi ekspektasi dalam pengalaman belanja online. Menurut Baymard Institute, 39% konsumen membatalkan pembelian karena biaya tambahan yang tinggi, seperti ongkir.
Di sisi lain, 80% pelanggan menurut data dari SellersCommerce bersedia memenuhi minimum pembelian untuk mendapatkan gratis ongkir. Itu artinya promo pengiriman ini sangat berkontribusi dalam mendorong pelanggan menyelesaikan transaksi hingga akhir.
Jika diterapkan dengan strategi yang tepat, gratis ongkir tidak hanya membantu meningkatkan conversion rate tapi juga dapat menaikkan Average Order Value (AOV), memperkuat loyalitas pelanggan, dan mengurangi cart abandonment.
Pilihan Model Free Shipping untuk Bisnis
Bagaimana metode pengiriman gratis bisa bekerja di dunia e-commerce? Begini beberapa contoh model penerapannya.
| Model Free Shipping | Cara Kerja | Profitabilitas |
|---|---|---|
| Absorb Cost | Penjual menanggung biaya ongkir sepenuhnya. | Profit bisa berkurang untuk menutupi biaya pengiriman. |
| Minimum Pembelian | Menawarkan ongkir gratis jika pelanggan memenuhi minimum belanja. | AOV naik karena banyak pelanggan termotivasi untuk menambah item daripada harus membayar ongkir. |
| Membership | Hanya pelanggan yang terdaftar sebagai member yang bisa mendapatkan promo gratis ongkir. | Meningkatkan loyalitas pelanggan karena merasa memiliki hak istimewa. |
| Subsidi Marketplace | Mendapat subsidi dari platform untuk menanggung sebagian ongkir. | Relatif aman karena beban biaya pengiriman berkurang. |
Cara Set Up Free Shipping di Marketplace
Bagi Anda yang ingin mengaktifkan program gratis ongkir di marketplace, simak tutorial selengkapnya berikut ini.
1. Shopee
- Buka aplikasi Shopee, lalu klik ikon “Gratis Ongkir” di bagian beranda.
- Pada bagian bawah halaman, pilih “Semua Gratis Ongkir” dan tekan tombol “Daftar Sekarang”.
- Lakukan verifikasi KTP dengan mengisi Nama, No. KTP, dan unggah foto diri memegang KTP.
- Centang kolom syarat dan ketentuan Shopee, lalu klik “Kirim”.
- Permohonan pendaftaran berhasil dibuat, tunggu maksimal 2×24 jam.
2. Tokopedia
- Buka halaman Tokopedia Seller di bagian Iklan & Promosi, aktifkan program Gratis Ongkir.
- Pastikan penjual berada di area layanan JNE Standar, Anteraja, SiCepat.
- Lengkapi nomor telepon, alamat, dan aktifkan lokasi pinpoint.
- Kemudian, pelajari syarat-syarat aktivasi. Jika semua telah terpenuhi, Anda bisa mengaktifkan fitur gratis ongkir.
3. TikTok Shop
- Buka tab Promosi untuk membuat voucher diskon ongkir melalui Seller Center di PC.
- Lalu, atur periode voucher menjadi setiap saat atau periode tertentu sesuai kebutuhan bisnis.
- Pilih metode pengiriman, apakah semua metode pengiriman atau hanya pengiriman standar.
- Lalu, tentukan area pengiriman, apakah semua area atau area tertentu.
- Kemudian, pilih kolom “Free shipping” pada bagian pengaturan diskon. Anda juga bisa mengatur apakah ada minimal belanja atau minimal jumlah item.
- Terapkan promosi ini untuk semua produk atau produk tertentu.
- Setelah selesai mengatur, klik Setuju & Publikasikan.
Mengetahui Kapan Free Shipping Masih Profitable dengan Menghitung BEP
Program gratis ongkir dapat meningkatkan konversi, tetapi juga menambah biaya yang harus bisnis tanggung. Maka dari itu, Anda perlu menghitung titik impas atau Break Even Point (BEP) untuk memastikan program tersebut masih menguntungkan. Berikut rumus umum perhitungan BEP:
BEP = Biaya Tetap : Margin Kontribusi
= Biaya Tetap : (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)
Sebagai contoh, sebuah bisnis memiliki biaya tetap sebesar Rp5.000.000 per bulan. Harga jual rata-rata per unit adalah Rp45.000, sementara biaya variabel per unit adalah Rp20.000. Dengan demikian, besaran margin kontribusi setiap transaksi adalah Rp25.000.
Lalu, perhitungan BEP-nya menjadi:
BEP = Rp5.000.000 : (Rp45.000 – Rp20.000) = 200 transaksi
Artinya, bisnis perlu sekitar 200 transaksi per bulan untuk mencapai titik impas. Namun, ketika bisnis menawarkan gratis ongkir dengan menanggung biaya pengiriman rata-rata Rp10.000 per pesanan, margin kontribusinya akan turun dari Rp25.000 menjadi Rp15.000.
Jadi, perhitungannya berubah menjadi:
Rp5.000.000 : Rp15.000 = 333 transaksi
Artinya, program gratis ongkir meningkatkan target penjualan yang harus dicapai oleh bisnis dari 200 menjadi sekitar 333 transaksi per bulan untuk mencapai titik impas. Oleh karena itu, strategi ini perlu diimbangi dengan peningkatan konversi dan volume penjualan agar tetap menguntungkan.
Kapan Free Shipping akan Merugikan Bisnis?
Gratis ongkir bisa merugikan bisnis jika margin produk terlalu tipis. Apalagi, jika Anda menjual produk yang harganya kecil yang membuat finansial perusahaan terbebani untuk menanggung biaya pengiriman.
Sebagai langkah antisipasi, Anda bisa menetapkan minimum belanja untuk mencegah pembelian bernilai kecil yang kurang menguntungkan. Selain itu, atur kemasan paket sepraktis mungkin karena perusahaan logistik juga memperhitungkan berat volumetrik.
Namun, pembatasan minimal belanja dan efisiensi kemasan saja tidak cukup jika Anda masih terjebak pada satu tarif kurir yang mahal. Agar program gratis ongkir bisa berjalan jangka panjang tanpa membebani bisnis, diperlukan sistem yang mampu memetakan opsi pengiriman paling efisien di tiap daerah secara otomatis. Integrasi teknologi logistik modern adalah langkah tepat untuk menjaga keseimbangan ini.
Cara Mengoptimalkan Metode Free Shipping
Program gratis ongkir mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian tanpa ragu, meningkatkan penjualan, dan meminimalisir cart abandonment. Selama strateginya tepat, bisnis bisa menjalankan program ini tanpa harus mengorbankan profit.
Memang, mengelola fitur gratis ongkir di berbagai marketplace sekaligus bisa membebani operasional jika tidak dilakukan dengan sistem yang terintegrasi. Tapi, lewat integrasi Biteship, Anda bisa mengoptimalkan fitur gratis ongkir di berbagai marketplace dengan lebih mudah dan efisien.
- Kamu bisa cek dan pilih tarif termurah dari 30+ kurir secara real-time langsung di satu halaman demi menjaga margin profit Anda.
- Pilihan kurir beragam dan opsi pengiriman lengkap, mulai dari instan, kargo, reguler, dan bahkan pengiriman luar negeri.
- Satu dasbor bisa untuk mengelola semua toko dan memproses seluruh pesanan secara terintegrasi dari banyak marketplace seperti Tokopedia, Shopee, atau Lazada.
Coba Biteship sekarang untuk pengalaman pengiriman yang lebih efisien!
FAQ
- Apakah gratis ongkir menguntungkan bisnis?
Ya, program ini bisa meningkatkan konversi, menghapus keraguan pembeli, dan meningkatkan loyalitas.
- Bagaimana trik gratis ongkir supaya tidak rugi?
Menetapkan minimum belanja atau memberlakukan diskon pengiriman hanya untuk member.
- Apakah ongkir harus ditanggung sepenuhnya oleh penjual?
Tidak selalu. Penjual bisa melakukan subsidi sebagian.
- Berapa minimum pembelian yang ideal untuk gratis ongkir?
Idealnya berada di atas nilai rata-rata transaksi AOV.




