Mengenal Harga Coret: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Mengenal Harga Coret: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Jika Anda menjelajahi marketplace, Anda pasti sering melihat produk dengan harga coret, lalu digantikan dengan harga diskon yang lebih murah. Praktik ini sebenarnya bukan sekadar visual belaka, melainkan sebuah strategi marketing berbasis pendekatan psikologi konsumen.

Key takeaways

  • Harga coret adalah strategi pricing berbasis psikologi yang efektif meningkatkan CTR, konversi, dan impulse buying dengan menciptakan persepsi nilai dan urgensi.
  • Efektivitasnya didorong oleh prinsip behavioral seperti anchoring, loss aversion, dan FOMO yang membuat konsumen cepat mengambil keputusan pembelian.
  • Penggunaannya harus tepat secara konteks (campaign, launching, clearance, atau kompetisi ketat) agar hasilnya maksimal.
  • Hindari praktik seperti fake discount, overuse, dan diskon tanpa perhitungan karena dapat merusak margin, kepercayaan pelanggan, dan branding bisnis.

Apa itu Harga Coret?

Harga coret atau Strikethrough Price adalah strategi pricing, di mana penjual memasang harga awal (original price) yang dicoret dan kemudian menampilkan harga baru yang lebih murah sebagai harga jual terkini.

Misalnya:

  • Harga awal sepatu A adalah Rp500.000,00 (dicoret).
  • Harga promo (harga baru yang menjadi highlight): Rp200.000,00

Dengan implementasi perbedaan harga ini, Anda menciptakan persepsi bahwa konsumen mendapatkan nilai lebih atau kesempatan langka untuk membeli suatu produk. Dalam praktiknya, strategi pricing ini sering digunakan dalam berbagai skenario, seperti:

  • Flash sale (di marketplace modern);
  • Campaign besar;
  • Bundling produk; dan
  • Promo.

Dengan karakter konsumen Indonesia yang cenderung responsif terhadap promo, diskon, dan efek FOMO (Fear of Missing Out), harga coret menjadi salah satu cara paling efektif untuk mendorong impulse buying dan meningkatkan penjualan secara efektif.

Psikologi Harga Coret

Efektivitas harga coret pada dasarnya sangat berkaitan dengan prinsip dalam teori Behavioral Economic. Teori menjelaskan tentang bagaimana manusia bertindak atau mengambil keputusan yang tidak sepenuhnya rasional.

1. Anchoring Effect

Harga awal yang lebih tinggi menjadi patokan dalam pikiran konsumen. Ketika melihat harga diskon, otak otomatis membandingkan harga tersebut lebih murah, bahkan jika selisihnya tidak besar.

2. Loss Aversion

Manusia cenderung lebih takut kehilangan peluang daripada mendapatkan keuntungan. Ketika melihat label diskon, konsumen cenderung memiliki urgensi tinggi untuk membeli.

3. FOMO (Fear of Missing Out)

Perilaku FOMO termasuk sangat kuat di Indonesia. Strikethrough Price bisa memperkuat persepsi bahwa promo bersifat sementara dan tidak selalu tersedia.

4. Impulse Buying

Banyak keputusan pembelian di marketplace modern terjadi secara impulsif. Strikethrough Price di sini tercatat mempercepat proses ini, karena memberikan justifikasi instan.

Dampak Harga Coret ke CTR dan Konversi

Strategi pricing ini bukan sekadar gimmick visual. Strategi ini sudah terbukti memberikan impact nyata terhadap performa bisnis yang bisa Anda ukur melalui berbagai metrik penjualan.

1. Meningkatkan CTR (Click-Through Rate)

Listing produk dengan harga coret cenderung lebih stand out ketimbang kompetitor. Visual diskon ini bisa menarik perhatian pengguna saat scrolling, sehingga meningkatkan potensi klik pada produk.

2. Meningkatkan Conversion Rate

Harga coret meningkatkan konversi secara signifikan dengan memperkuat alasan pembelian (urgensi). Di sini, konsumen akan merasa mendapat kesepakatan  menguntungkan, sehingga bisa kemungkinan mengambil keputusan lebih cepat (setengah rasional).

3. Meningkatkan Perceived Value

Produk dengan Strikethrough Price sering dianggap memiliki nilai lebih tinggi, karena terlihat lebih mahal sebelumnya. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan persepsi kualitas terhadap produk.

Risiko dan Kesalahan Umum dalam Implementasi Strategi Harga Coret

Meskipun ada banyak manfaat harga coret untuk bisnis, implementasi strategi yang tidak tepat juga bisa menjadi racun bagi bisnis. Berikut adalah beberapa kesalahan umum dan risiko implementasi yang kurang tepat dari strategi ini.

1. Fake Discount

Menampilkan harga awal palsu adalah salah satu praktik yang bisa merusak kepercayaan konsumen. Selain itu, praktik ini bisa membuat akun toko online berisiko mendapat suspend dari pihak marketplace.

2. Margin Profit Tergerus

Memberi diskon terus menerus tanpa perhitungan matang bisa mengurangi margin secara signifikan. Di sini, sebaiknya Anda tidak hanya berfokus pada volume penjualan, namun juga profitabilitas.

3. Overuse

Strategi Strikethrough Price pada dasarnya harus digunakan pada waktu dan konteks yang jelas. Jika penggunaannya terlalu berlebihan alias overuse, maka konsumen bisa menganggapnya tidak lagi spesial.

4. Tidak Sesuai Branding

Risiko harga coret untuk seller atau bisnis yang paling parah adalah merusak branding. Strikethrough Price bukan strategi yang bisa Anda gunakan secara sembarangan atau terus menerus. Pasalnya, hal tersebut bisa menurunkan persepsi eksklusivitas terhadap produk.

Kapan Harga Coret Efektif Sebaiknya Digunakan?

Harga coret adalah strategi pricing yang sangat efektif jika implementasinya on point, yaitu pada waktu dan konteks yang tepat. Adapun waktu yang kami maksud adalah sebagai berikut.

  • Saat campaign besar: Pada momen spesial seperti Tanggal Kembar (9.9, 10.10,11.11, dan seterusnya), Ramadhan, dan Harbolnas.
  • Peluncuran produk baru: Diskon ini bisa Anda gunakan sebagai strategi penetrasi untuk menarik perhatian dan meningkatkan awareness pelanggan untuk penjualan produk baru.
  • Clearance (cuci gudang): Harga coret sudah sejak lama terbukti menjadi strategi efektif untuk mempercepat perputaran produk yang lambat terjual atau stok lama.
  • Persaingan ketat: Jika persaingan di kategori suatu produk tergolong ketat, maka diskon bisa menjadi salah satu faktor pembeda yang signifikan antara yang Anda jual dengan toko lain.
  • Meningkatkan traffic: Diskon sering menjadi hook untuk menarik perhatian pengunjung ke toko di marketplace.

Contoh Harga Coret di Shopee/Tokopedia

Ada banyak marketplace modern yang menyediakan fitur untuk mendukung strategi pricing ini. Namun, perlu Anda ingat bahwa mereka juga menerapkan aturan harga coret marketplace yang ketat sebagai pencegahan praktik manipulasi harga.

Contoh implementasi strategi harga coret marketplace yang sering Anda jumpai adalah melihat label seperti “Diskon 50%”, “Harga Terbaik”, atau “Flash Sale” di Shopee dan Tokopedia. Semua itu hampir selalu menggunakan mekanisme Strikethrough Price sebagai dasar visualnya.

Optimalkan Operasional Pengiriman Toko Online Anda

Harga coret adalah strategi pricing yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan CTR dan konversi. Namun, implementasi strategi ini juga harus diimbangi dengan sistem operasional pengiriman mumpuni untuk memberi pengalaman belanja yang optimal untuk konsumen.

Biteship bisa menjadi partner terbaik Anda. Sebagai layanan aggregator ekspedisi dan manajemen pengiriman profesional, kami bisa memfasilitasi bisnis untuk mengelola operasional pengiriman dengan lebih optimal melalui satu dashboard terintegrasi.

Dengan dukungan sistem terintegrasi, Anda bisa mengakses berbagai pilihan kurir, membandingkan ongkir secara otomatis, mengatur pengiriman secara langsung, serta melacak status pengiriman secara real-time. Saatnya optimalkan operasional pengiriman bisnis dengan dukungan layanan manajemen pengiriman profesional dari Biteship. Coba sekarang!

FAQ

Apa itu harga yang dicoret?

Harga coret adalah strategi pricing saat Anda menampilkan harga asli produk dalam keadaan tercoret dan harga baru (harga promo) bersamaan untuk memberi nilai urgensi.

Apa itu potongan harga?

Potongan harga atau diskon adalah istilah dalam marketing yang merujuk pada pengurangan harga jual produk untuk menarik pembeli dan mempercepat penjualan.

Bagaimana cara buat harga coret di Shopee?

Anda bisa membuatnya di Shopee melalui fitur promosi toko/diskon yang tersedia di aplikasi atau Seller Centre. Caranya; masuk ke menu Toko Saya – Promosi Toko – Diskon – atur persentase atau harga diskon.

Berapa persen fee jualan di Tokopedia?

Anda bisa membuat harga coret di Tokopedia melalui aplikasi Tokopedia Seller. Caranya; klik menu Iklan dan Promosi – tambah produk – tentukan persentase dan periode diskon – simpan data.

Biteship
Tim kami terdiri dari praktisi logistik, pelaku bisnis, dan marketer yang berdedikasi membantu bisnis tumbuh melalui solusi pengiriman dan fulfillment.