Alt text: Source: Magnific
Sebab selisih stok seringkali disalah pahami oleh barang hilang atau pencatatan yang kurang teliti. Padahal, pada banyak kasus, akar masalahnya justru pada proses penerimaan barang yang tidak tepat. Jika inbound, semua proses berikutnya bisa ikut salah. Bahkan, menurut Journal of Applied Industrial, 43,27% kesalahan operasional gudang terjadi pada proses penerimaan barang. Karena itu, penerapan SOP penerimaan barang di gudang yang jelas menjadi sangat penting.
Lalu, sebenarnya bagaimana SOP penerimaan barang yang tepat? Artikel ini akan membahas tahapan dan checklist yang perlu diterapkan agar proses penerimaan barang berjalan dengan baik sehingga risiko kesalahan operasional gudang dapat diminimalkan.
Key takeaways:
- Tahapan standar penerimaan barang meliputi unloading, verifikasi Purchase Order (PO), pengecekan kualitas, labeling, dan putaway.
- Kesalahan seperti tidak melakukan verifikasi, salah labeling, atau terlambat memperbarui data stok dapat menyebabkan ketidakakuratan inventaris.
- Dokumentasi yang lengkap, seperti foto kondisi barang dan Berita Acara Penerimaan Barang (BAPB), penting untuk mendukung proses klaim.
Apa Itu Proses Inbound atau Penerimaan Barang?
Inbound adalah proses pengelolaan arus barang yang masuk dari supplier ke perusahaan sebagai bagian dari rantai pasok. Dalam operasional pergudangan, proses ini meliputi pemeriksaan kondisi fisik barang, verifikasi dokumen, pengecekan kualitas, pelabelan, serta penempatan barang ke lokasi penyimpanan yang telah ditentukan.
Tahap ini memegang peranan penting dalam sistem pergudangan karena menjadi titik awal pencatatan stok. Kesalahan pada proses ini dapat menyebabkan ketidaksesuaian data inventaris, selisih stok, kesalahan picking, hingga keterlambatan pengiriman.
Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu menerapkan SOP penerimaan barang di gudang yang jelas dan konsisten untuk memastikan barang yang diterima sesuai dengan pesanan serta tercatat dengan akurat dalam sistem.
Tahapan Standar Proses Penerimaan Barang
Apa saja tahapan penerimaan barang? Berikut tahapan standar yang umum digunakan dalam SOP penerimaan barang di gudang.
1. Unloading Barang
Tahap pertama adalah unloading barang atau kegiatan menurunkan barang dari alat transportasi pengangkut ke area penerimaan di gudang untuk proses penerimaan lebih lanjut. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan barang dan menjaga keselamatan kerja.
2. Verifikasi Purchase Order (PO)
Setelah proses unloading selesai, tahap berikutnya adalah melakukan verifikasi atau pencocokan antara barang yang diterima dengan Purchase Order atau dokumen pemesanan. Verifikasi meliputi nama produk, SKU atau kode barang, jumlah unit, nomor batch, serta tanggal kedaluwarsa jika diperlukan.
3. Pengecekan Kualitas Barang
Selanjutnya, lakukan pemeriksaan kualitas untuk memastikan kondisi barang sesuai standar perusahaan. Untuk jumlah barang yang sedikit, pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh, sedangkan untuk volume besar biasanya menggunakan metode sampling.
Pemeriksaan mencakup kondisi fisik produk, kelengkapan komponen, fungsi, serta kesesuaian spesifikasi. Jika ditemukan barang rusak atau tidak sesuai, maka akan dipisahkan dan dicatat dalam laporan penerimaan.
4. Labeling Barang
Barang yang telah lolos verifikasi dan pemeriksaan kualitas kemudian akan diberikan label sesuai sistem yang digunakan gudang untuk memudahkan pelacakan stok, proses pencarian barang, dan pengelolaan inventaris secara keseluruhan nantinya. Label dapat berupa barcode, QR code, kode lokasi, atau informasi batch.
5. Putaway atau Penyimpanan Barang
Tahap terakhir adalah menyimpan barang ke lokasi yang telah ditentukan. Pada gudang yang menggunakan Warehouse Management System (WMS), lokasi penyimpanan biasanya ditentukan secara otomatis oleh sistem.
Sementara itu, pada gudang manual, petugas perlu mengikuti peta lokasi penyimpanan yang telah ditetapkan. Adapun dalam proses ini pastikan setiap barang ditempatkan pada lokasi yang benar dan dicatat sesuai data sistem agar mudah dilacak saat dibutuhkan.
Checklist Inbound yang Bisa Langsung Digunakan
Untuk memastikan setiap tahapan penerimaan barang berjalan lancar dan tepat, berikut contoh checklist sesuai SOP penerimaan barang di gudang yang bisa digunakan.
| Tahapan | Tindakan | Status ✓/✗ | Catatan |
| Pemeriksaan Fisik Kemasan | Kondisi kendaraan pengiriman dalam keadaan baik | ||
| Segel kendaraan atau kemasan masih utuh | |||
| Kardus atau kemasan tidak sobek, penyok, atau basah | |||
| Jumlah koli atau palet sesuai surat jalan | |||
| Kerusakan telah didokumentasikan dengan foto (jika ada) | |||
| Verifikasi PO | Nama produk sesuai Purchase Order (PO) | ||
| SKU atau kode barang sesuai PO | |||
| Jumlah unit sesuai PO | |||
| Nomor batch atau lot sesuai dokumen (jika ada) | |||
| Tanggal kedaluwarsa sesuai standar perusahaan (jika ada) | |||
| Labeling | Barcode atau QR code telah dipasang | ||
| Label dapat dipindai dengan baik | |||
| Informasi pada label sesuai dengan sistem | |||
| Label ditempatkan pada posisi yang mudah terlihat | |||
| Putaway | Lokasi penyimpanan sesuai arahan sistem atau layout gudang | ||
| Barang ditempatkan pada rak atau area yang benar | |||
| Data stok telah diperbarui ke dalam sistem | |||
| Barang siap digunakan untuk proses operasional berikutnya |
Kesalahan Umum dalam Proses Penerimaan Barang
Meskipun sudah memiliki SOP penerimaan barang di gudang, berbagai kesalahan masih sering terjadi dalam proses penerimaan barang dan menjadi penyebab utama selisih stok di gudang. Berikut beberapa kesalahan tersebut.
- Langsung menyimpan barang tanpa melakukan verifikasi dengan Purchase Order (PO) atau surat jalan.
- Kesalahan menghitung jumlah barang yang diterima.
- Tidak melakukan pengecekan kualitas atau kondisi fisik barang.
- SKU, kode barang, atau varian produk tidak dicocokkan dengan dokumen pemesanan.
- Label tidak dipasang, rusak, atau ditempatkan pada posisi yang tidak tepat.
- Kelebihan atau kekurangan barang tidak segera dilaporkan kepada supplier.
- Data penerimaan barang terlambat diinput ke dalam sistem.
- Dokumentasi penerimaan barang tidak lengkap, seperti tidak adanya foto atau berita acara.
- Barang ditempatkan di lokasi penyimpanan yang salah.
- Tidak melakukan pembaruan stok secara real-time setelah barang diterima.
Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menyebabkan selisih stok, kesalahan picking, kesulitan pelacakan barang, hingga gangguan pada proses distribusi dan pemenuhan pesanan pelanggan.
Risiko ini umumnya lebih tinggi pada gudang yang masih mengandalkan proses manual karena rentan terhadap human error. Oleh karena itu, penggunaan Warehouse Management System (WMS) sangat disarankan untuk mengotomatisasi pencatatan, memvalidasi data secara real-time, dan meningkatkan akurasi pengelolaan stok.
Cara WMS Mencatat dan Memvalidasi Penerimaan Barang
Warehouse Management System (WMS) adalah sistem yang membantu perusahaan mengelola dan memantau seluruh aktivitas gudang secara real-time, termasuk mendukung penerapan SOP penerimaan barang di gudang melalui proses pencatatan dan validasi barang masuk secara otomatis.
Caranya, petugas cukup melakukan pemindaian barcode atau QR code saat barang tiba di area inbound. Sistem kemudian secara otomatis mencocokkan data barang dengan Purchase Order (PO) dan dokumen pengiriman yang telah tersimpan.
Jika terdapat perbedaan jumlah barang, SKU, atau kondisi produk, WMS akan memberikan notifikasi sehingga masalah dapat segera ditindaklanjuti sebelum barang masuk ke dalam stok. Sebaliknya, jika data sesuai, sistem akan langsung memperbarui jumlah inventaris dan mencatat riwayat penerimaan barang secara otomatis.
Selain itu, WMS juga dapat merekomendasikan lokasi penyimpanan yang paling sesuai berdasarkan jenis barang, kapasitas rak, atau zona penyimpanan yang tersedia. Dengan semua proses yang terintegrasi ini, perusahaan pun dapat menjaga akurasi stok, mempercepat proses inbound, dan meminimalkan risiko kesalahan akibat pencatatan manual.
Tips Dokumentasi untuk Klaim ke Supplier
Dokumentasi yang baik sangat penting untuk memperkuat proses klaim apabila ditemukan kerusakan, kekurangan, atau ketidaksesuaian barang saat penerimaan. Berikut beberapa tips dokumentasi untuk diterapkan.
- Ambil foto atau video kondisi barang saat datang, terutama sebelum kemasan dibuka.
- Simpan seluruh dokumen penerimaan, seperti Purchase Order (PO), surat jalan, invoice, dan packing list sebagai bukti kesesuaian antara pesanan dan barang yang diterima.
- Catat setiap ketidaksesuaian secara detail, termasuk kerusakan, kekurangan, kelebihan, atau perbedaan spesifikasi barang agar supplier dapat melakukan verifikasi dengan lebih mudah.
- Buat Berita Acara Penerimaan Barang (BAPB) yang memuat informasi mengenai tanggal penerimaan, nama supplier, jumlah dan kondisi barang, temuan selama pemeriksaan, serta tanda tangan pihak terkait sebagai dokumen pendukung klaim.
- Laporkan masalah sesegera mungkin kepada supplier agar proses klaim dapat diproses dalam batas waktu yang ditentukan dan memiliki peluang lebih besar untuk disetujui.
Optimalkan Proses Inbound dengan Sistem WMS yang Terintegrasi
SOP penerimaan barang di gudang perlu jelas dan konsisten. Untuk mempermudah penerapannya, Anda dapat menggunakan template checklist penerimaan barang sebagai panduan agar setiap tahapan terdokumentasi dengan baik dan tidak ada proses yang terlewat.
Namun, mengelola proses inbound secara manual sering kali memakan waktu dan rentan terhadap human error. Untuk itulah, disarankan menggunakan layanan manajemen pergudangan yang terintegrasi seperti Warehouse dan Fulfillment dari Biteship. Solusi ini membantu mengotomatisasi berbagai aktivitas inbound sehingga proses penerimaan barang menjadi lebih akurat dan efisien.
Pada layanan ini, semua proses inbound mulai dari verifikasi barang masuk, pemindaian barcode, pembaruan stok otomatis, hingga rekomendasi lokasi penyimpanan dapat dikelola dalam satu platform. Jadi, Anda pun dapat mengurangi kesalahan operasional sehingga mampu meminimalkan selisih stok, meningkatkan produktivitas gudang, dan memastikan setiap pesanan pelanggan diproses dengan lebih cepat dan tepat.
Hubungi tim Biteship sekarang untuk mengetahui bagaimana solusi Warehouse dan Fulfillment dapat membantu mengoptimalkan operasional gudang bisnis Anda.
FAQ
- Apa itu SOP penerimaan barang?
Standar prosedur yang mengatur stok masuk barang dari supplier ke gudang/perusahaan.
- Apa tujuan SOP penerimaan barang?
Memastikan barang yang diterima dari supplier sesuai dengan pesanan dan dalam kondisi baik.
- Dokumen penerimaan barang apa saja?
Beberapa diantaranya adalah surat jalan, PO, laporan atau bukti penerimaan barang, daftar rincian barang, hingga invoice.
- Laporan penerimaan barang dibuat oleh siapa?
Oleh bagian penerimaan barang




