Dalam pengelolaan bisnis modern, Order Management System (OMS) adalah sistem yang digunakan untuk mengelola, melacak, dan memproses pesanan dari berbagai channel dalam satu platform pusat. Dengan OMS, bisnis dapat memonitor alur pesanan secara real-time tanpa harus berpindah sistem, sehingga operasional menjadi lebih efisien.
Ingin tahu lebih lanjut tentang OMS? Simak penjelasannya di bawah ini.
Key Takeaways
- Gunakan Order Management System untuk menggabungkan pesanan dari berbagai channel agar proses lebih terpusat dan terkendali.
- Automasi dalam OMS membantu memangkas waktu proses sekaligus mengurangi risiko kesalahan operasional.
- Visibilitas stok dan status pengiriman secara real-time membuat pengalaman pelanggan lebih jelas dan meningkatkan kepercayaan.
- OMS menjadi krusial saat bisnis mulai berkembang karena menjaga alur pesanan tetap rapi meski volume terus meningkat.
Kenapa Order Mudah Berantakan di Banyak Channel?
Apakah Anda berjualan di berbagai kanal digital seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada, hingga website sendiri? Semakin banyak channel yang Anda kelola, semakin besar pula kemungkinan pesanan datang secara bersamaan dari berbagai arah.
Akibatnya, Anda harus membuka satu per satu platform hanya untuk mengecek dan mencatat pesanan secara manual. Kondisi ini sering memicu berbagai masalah, mulai dari pesanan yang terlewat, keterlambatan proses, hingga kesulitan tracking saat pelanggan mulai bertanya.
Jika dibiarkan, alur kerja menjadi tidak efisien dan meningkatkan risiko kesalahan operasional. Di titik ini, bisnis Anda membutuhkan sistem yang mampu mengelola semua pesanan dalam satu tempat, yaitu Order Management System (OMS).
Apa Itu OMS?
Order management system (OMS) membantu banyak bisnis mengelola, melacak, dan memproses pesanan pelanggan dalam satu sistem terpusat. Sistem ini mengintegrasikan seluruh alur order, mulai dari pesanan masuk, pengecekan stok, pembayaran, hingga pengiriman dan layanan purna jual.
Dengan OMS, Anda dapat memantau status pesanan secara langsung tanpa perlu berpindah platform. Sistem ini juga menyusun seluruh data dalam satu dashboard, sehingga proses berjalan lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan.
Selain itu, OMS juga berperan penting dalam operasional ritel karena menghubungkan proses pemesanan dengan sistem lain, seperti gudang, pengiriman, hingga laporan keuangan.
Peran OMS dalam Operasional Bisnis Online
Order management system mengelola pesanan dari awal hingga pengiriman sekaligus menghubungkan berbagai sistem agar alur data berjalan lancar. Anda bisa melihat stok secara real-time, sementara pelanggan dapat mengecek status pengiriman dengan lebih jelas.
Sistem ini memanfaatkan automasi untuk pekerjaan berulang seperti input order, update status, hingga pencetakan label. Proses yang sebelumnya manual kini berjalan lebih cepat dan rapi, sehingga aktivitas operasional tidak menumpuk.
Dari sisi bisnis, data yang terkumpul memberikan gambaran performa operasional. Anda bisa melihat tren pembelian, pola pelanggan, hingga kendala yang sering terjadi. Dampaknya sudah terlihat di berbagai bisnis. Salah satu jaringan ritel besar mencatat kenaikan penjualan online hingga 25% setelah menggunakan OMS.
Bahkan, ketika akurasi pesanan dan visibilitas stok meningkat, pengalaman pelanggan bisa naik lebih dari 8%. Manfaat OMS lainnya, retailer fashion mampu memangkas waktu proses pesanan hingga 30% dan menekan kesalahan fulfillment setelah sistem terintegrasi.
OMS Populer untuk Bisnis Online
Berikut beberapa OMS yang banyak pelaku bisnis online gunakan untuk mengelola pesanan, dari usaha kecil hingga skala besar.
1. Mekari Desty
Mekari Desty menggabungkan pesanan dari berbagai marketplace dalam satu sistem. Anda bisa mengelola order secara real-time dengan proses picking dan packing yang lebih rapi. Lebih lanjut, fitur pemindaian paket membantu menjaga akurasi pengiriman.
Selain itu, tersedia cetak label massal dan pengaturan picking list sesuai kebutuhan gudang. Sistem retur juga terhubung langsung dengan inventori sehingga stok tetap tercatat dengan baik.
2. Oracle NetSuite
Banyak bisnis dengan kebutuhan operasional kompleks menggunakan Oracle NetSuite untuk mengelola pesanan. Sistem ini mengotomatiskan seluruh siklus order, mulai dari penerimaan hingga pengiriman.
Integrasi dengan ERP memungkinkan bisnis mengelola penjualan multichannel dan proses fulfillment secara lebih terarah. Terlebih lagi, fitur pelaporan lanjutan membantu perusahaan skala besar memantau kinerja dan mengambil keputusan dengan lebih akurat.
3. Shopify
Shopify menyediakan sistem manajemen pesanan dalam ekosistem e-commerce mereka. Anda bisa mengelola order dari toko online dan channel lain melalui satu dashboard. Fitur routing order membantu menentukan proses pengiriman secara otomatis sehingga alur fulfillment berjalan lebih cepat.
4. Jubelio
Jubelio menjadi pilihan populer bagi pelaku bisnis online di Indonesia. Platform ini menggabungkan manajemen pesanan, stok, dan gudang dalam satu sistem terpusat.
Integrasi dengan berbagai marketplace besar memungkinkan sinkronisasi stok berjalan secara real-time. Sistem ini cocok untuk bisnis yang menjalankan penjualan multichannel, meski tetap membutuhkan adaptasi di awal penggunaan.
Jika Anda mencari OMS terbaik, praktis, dan terintegrasi, Jubelio sering menjadi salah satu opsi yang patut Anda pertimbangkan.
Perbandingan Order Management System
Berikut perbandingan beberapa OMS berdasarkan fitur utama dan kecocokannya untuk berbagai skala bisnis.
|
OMS |
Fokus | Kelebihan |
Ideal untuk |
| Mekari Desty | Omnichannel dan fulfillment | Picking/packing terstandar, retur otomatis | UMKM hingga menengah |
| Oracle NetSuite | Enterprise OMS + ERP | Automasi penuh, laporan lanjutan | Perusahaan besar |
| Shopify | E-commerce terintegrasi | Dashboard terpadu, routing order otomatis | Bisnis online berbasis web |
| Jubelio | Multichannel | Sinkronisasi stok secara langsung | Seller marketplace aktif |
Kapan Bisnis Anda Membutuhkan OMS?
Order Management System mulai relevan ketika volume pesanan meningkat dan Anda menjalankan penjualan di lebih dari satu channel. Ketika proses manual mulai memakan waktu, risiko kesalahan input bertambah, dan tracking pesanan terasa semakin sulit, itu tanda operasional membutuhkan sistem yang mampu merapikan alur kerja.
Dalam kondisi tersebut, OMS membantu Anda melacak pesanan secara langsung, mengecek stok di gudang, hingga menentukan pengiriman tanpa proses manual yang berulang.
Seiring pertumbuhan e-commerce global yang diperkirakan menembus 6,3 triliun dolar dan pelanggan yang semakin sensitif terhadap kecepatan pengiriman, OMS berperan penting dalam menjaga operasional tetap efisien dan terkendali.
Tertarik Menggunakan Order Management System?
Mengelola order dari berbagai channel tanpa sistem yang terpusat akan memperbesar risiko kesalahan, keterlambatan, hingga pengalaman pelanggan yang menurun. Namun dengan menggunakan OMS, Anda bisa menyatukan alur order, mempercepat proses, dan menjaga kualitas layanan tetap konsisten seiring pertumbuhan bisnis.
Saat operasional semakin berkembang, pengelolaan gudang dan pengiriman sering menjadi tantangan berikutnya. Untuk itu, layanan fulfillment dari Biteship membantu Anda menyederhanakan proses penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi dalam satu alur yang lebih terstruktur.
Biteship juga mengintegrasikan sistem dengan berbagai marketplace, sehingga data pesanan dan stok tetap sinkron tanpa pengecekan manual. Jika Anda ingin operasional yang lebih rapi dan mudah dikembangkan, Anda bisa mulai mengeksplorasi fitur yang tersedia di Biteship.
FAQ
1. Apa itu Order Management System (OMS)?
Order Management System adalah software yang digunakan untuk mengelola pesanan dari awal hingga selesai. Sistem ini membantu Anda melacak order, mengatur stok, dan memproses pembayaran dalam satu alur yang terpusat.
2. Apa saja 4 tahapan dalam order management?
Proses order berjalan melalui empat tahap utama: mulai dari pencatatan pesanan (capture), dilanjutkan pemrosesan dan penyiapan barang (fulfillment), pengiriman ke pelanggan (delivery), hingga tahap setelah pesanan diterima seperti retur atau layanan lanjutan (post-fulfillment).
3. Apakah OMS berbeda dengan ERP?
OMS fokus pada pengelolaan pesanan saja, sedangkan ERP mencakup lebih luas seperti keuangan, operasional, hingga HR. Perbedaan utamanya terletak pada cakupan fungsi dan tujuan penggunaan di dalam bisnis.




