Memilih platform logistik bukan hanya persoalan mencari tarif pengiriman yang paling terjangkau. Bagi brang yang sedang berkembang hingga perusahaan berskala enterprise, keputusan ini juga memengaruhi efisiensi operasional, akurasi pesanan, produktivitas gudang, dan pengalaman pelanggan.
Sebagai perbandingan, Biteship vs Shipper sering masuk dalam daftar pertimbangan perusahaan yang ingin mengelola pengiriman hingga fulfillment secara terpusat. Keduanya sama-sama menawarkan layanan pengiriman dan fulfillment, tetapi memiliki pendekatan, cakupan layanan, dan keunggulan yang berbeda.
Biteship menyediakan ekosistem logistik yang mencakup pilihan multi-kurir, Shipping API, fulfillment, dan Warehouse Management System atau WMS. Solusi tersebut dapat digunakan oleh bisnis yang baru berkembang maupun enterprise yang sudah memiliki sistem operasional sendiri. Sementara itu, Shipper dikenal melalui jaringan warehousing dan layanan supply chain yang luas untuk mendukung kebutuhan logistik bisnis dalam berbagai skala. Lantas, mana yang lebih sesuai untuk bisnis Anda? Simak perbandingan Biteship vs Shipper berikut ini.
Key Takeaways
- Biteship dan Shipper sama-sama dapat digunakan oleh bisnis yang sedang bertumbuh hingga perusahaan berskala besar.
- Biteship cocok bagi brand yang membutuhkan fleksibilitas integrasi, Shipping API, multi-kurir, fulfillment, dan WMS dalam satu ekosistem logistik.
- Fulfillment dan WMS Biteship dapat terintegrasi dengan berbagai Order Management System atau OMS, seperti Jubelio, Desty, BigSeller, dan Anchanto.
- WMS Biteship dirancang untuk membantu meningkatkan produktivitas operasional gudang melalui alur kerja yang lebih terstruktur dan visibilitas data secara real-time.
- Shipper dapat dipertimbangkan oleh bisnis yang membutuhkan jaringan gudang, distribusi, dan layanan supply chain dengan cakupan yang luas.
Sekilas Tentang Kedua Platform
Sebelum membandingkan fitur dan layanannya, kenali terlebih dahulu gambaran umum kedua platform berikut.
1. Biteship
Biteship adalah perusahaan teknologi logistik yang membantu bisnis mengelola pengiriman melalui pilihan multi-kurir dalam satu dashboard atau Shipping API. Selain layanan pengiriman, Biteship menyediakan solusi fulfillment untuk bisnis yang ingin menyerahkan proses penyimpanan, pemrosesan pesanan, pengemasan, dan pengiriman kepada partner logistik.
Biteship juga memiliki Warehouse Management System atau WMS untuk perusahaan yang ingin tetap mengoperasikan gudangnya sendiri, tetapi membutuhkan sistem untuk meningkatkan produktivitas, akurasi, dan visibilitas operasional.
Ekosistem tersebut memungkinkan brand menggunakan layanan Biteship sesuai kebutuhannya, baik hanya untuk pengiriman, fulfillment, WMS, maupun kombinasi beberapa solusi sekaligus.
Biteship dapat digunakan oleh bisnis dari skala kecil hingga enterprise yang membutuhkan sistem logistik fleksibel dan dapat terhubung dengan teknologi yang sudah digunakan perusahaan.
2. Shipper
Shipper adalah perusahaan logistik digital yang menawarkan solusi end-to-end, termasuk freight forwarding, fufillment, hingga SaaS logistics. Dengan jaringan fasilitas logistik yang luas, Shipper dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang membutuhkan dukungan warehousing dan distribusi di banyak wilayah.
Shipper juga menyediakan solusi teknologi untuk membantu bisnis mengelola pesanan, stok, pengiriman, dan proses logistik lainnya.
Tabel Perbandingan Biteship vs Shipper
Untuk mencocokkan platform logistik yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, simsk ringkasan perbandingan Biteship vs Shipper berikut ini.
| Aspek Perbandingan | Biteship | Shipper |
|---|---|---|
| Target pengguna | UKM hingga enterprise yang membutuhkan solusi logistik fleksibel dan mudah diintegrasikan | UKM yang sedang berkembang hingga perusahaan besar yang membutuhkan jaringan warehousing, distribusi, dan supply chain |
| Layanan utama | Integrasi pengiriman multi-kurir melalui API, plugin maupun dashboard, fulfillment, dan WMS | Agregasi pengiriman, fulfillment, warehousing, distribusi, dan supply chain |
| Pilihan kurir | Terintegrasi dengan berbagai kurir nasional, regional, instan, dan internasional | Terintegrasi dengan berbagai layanan pengiriman dan partner logistik |
| Shipping API | Tersedia panduan dokumentasi API lengkap, lalu bisa uji coba mode gratis melalui dashboard Biteship | Tersedia panduan dokumentasi API mulai dari integrasi, endpoint, dan contoh kode untuk layanan aggregator logistik |
| Layanan fulfillment dan gudang | Fulfillment yang terintegrasi dalam satu dashboard untuk memastikan akurasi dari gudang hingga last mile | Tech-driven fulfillment yang dirancang untuk bisnis berskala besar yang membutuhkan cakupan distribusi luas |
| WMS | Membantu meningkatkan produktivitas gudang melalui integrasi dengan ekosistem Biteship dalam dashboard yang terstruktur dan real-time | Mendukung pengelolaan operasional gudang dan ekosistem logistik Shipper |
| Integrasi marketplace dan webstore | TikTok, Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, Shopify, dan WooCommerce. | TikTok, Tokopedia, Lazada, Shopee, Shopify, Magento, WooCommerce, dan Amazon. |
| Integrasi OMS | Dapat terintegrasi dengan OMS seperti Jubelio, Desty, BigSeller, dan Anchanto | Terintegrasi dengan omnichannel software seperti Shipper 360 |
| Model Pricing | Pay-as-you-go yang mematok harga layanan fleksibel berbasis penggunaan | Harga disesuaikan dengan kebutuhan layanan dan skala operasional bisnis |
| Kekuatan Utama | Fleksibilitas integrasi, API-first, konektivitas OMS, produktivitas WMS, dan ekosistem order-to-delivery | Jaringan warehousing, distribusi, dan cakupan layanan supply chain yang luas |
Perbandingan tersebut tidak berarti salah satu platform selalu lebih baik daripada yang lain. Pilihan terbaik bergantung pada model operasional, sistem yang sudah digunakan, serta masalah logistik yang ingin diselesaikan perusahaan.
Perbandingan Layanan Fulfillment Biteship dan Shipper
Melansir Databoks, proporsi konsumen marketplace yang mengalami kendala pascapembelian mencapai 75%. Banyak konsumen mengeluh barang yang datang tidak sesuai ekspektasi hingga pengiriman terlambat. Sehingga, pelaku bisnis e-commerce perlu mempertimbangkan bukan hanya lokasi gudang, tetapi juga sistem, integrasi, SLA, dan kemampuan mitra fulfillment dalam mengikuti perkembangan bisnis.
1. Lokasi dan Jaringan Gudang
Biteship memiliki jaringan gudang di sejumlah kota strategis untuk mendukung penyimpanan dan distribusi produk. Lokasi gudang dapat dipilih berdasarkan konsentrasi pelanggan, cakupan pengiriman, dan strategi distribusi brand. Penempatan stok yang lebih dekat dengan pasar dapat membantu mempercepat pengiriman sekaligus mengoptimalkan biaya logistik. Anda bisa menemukan gudang Biteship di Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, dan Medan.
Sementara itu, Shipper memiliki jaringan warehouse dan fulfillment dengan jangkauan yang luas. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan yang membutuhkan penyimpanan dan distribusi di lebih banyak wilayah.
Namun, jumlah lokasi gudang bukan satu-satunya faktor yang perlu dinilai. Brand juga perlu mempertimbangkan:
- Kedekatan gudang dengan konsumen;
- Kesiapan fasilitas untuk kategori produk tertentu;
- SLA operasional;
- Kapasitas gudang;
- Kemampuan integrasi sistem;
- Biaya penyimpanan dan pemrosesan pesanan; serta
- Akses terhadap pilihan kurir dan layanan pengiriman.
2. Service Level Agreement (SLA)
SLA menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih layanan fulfillment. SLA menjelaskan standar layanan yang perlu dipenuhi oleh penyedia fulfillment, misalnya terkait akurasi picking, kecepatan pemrosesan pesanan, ketepatan pengiriman, dan pengelolaan stok.
Sebagai mitra penyedia layanan fulfillment dengan sistem yang otomatis, Biteship menawarkan jaminan SLA hingga 99,9% dalam proses penyimpanan, pengemasan, hingga pengiriman.
Di sisi lain, Shipper juga menawarkan jaminan SLA yang sama, yaitu 99,9%, berkat groundwork yang terlatih sehingga dapat menghindari risiko order salah kirim.
Sebelum memilih mitra, ada baiknya Anda tidak hanya membandingkan angka SLA saja, namun perhatikan juga:
- Cara SLA dihitung;
- Periode pelaporan;
- Prosedur ketika terjadi kesalahan;
- Mekanisme eskalasi;
- Kompensasi apabila SLA tidak tercapai; serta
- Ketersediaan dashboard atau laporan performa
3. Integrasi dengan OMS dan Kanal Penjualan
Bagi brand yang sudah menggunakan Order Management System (OMS), kompatibilitas sistem menjadi salah satu faktor penting dalam memilih partner fulfillment.
Perusahaan biasanya telah memiliki alur operasional yang menghubungkan marketplace, website, sistem persediaan, ERP, dan tim internal. Mengganti seluruh sistem hanya untuk menyesuaikan dengan mitra fulfillment dapat menambah biaya, waktu implementasi, dan beban adaptasi.
Fulfillment dan WMS Biteship dapat terintegrasi dengan berbagai OMS yang banyak digunakan oleh brand, seperti Jubelio, Desty, Forstok, dan sistem lain sesuai kebutuhan integrasi perusahaan. Melalui integrasi tersebut, data pesanan dapat diteruskan dari OMS ke proses fulfillment tanpa harus dikelola secara terpisah.
Keunggulan ini membuat Biteship relevan tidak hanya bagi bisnis yang baru membangun sistem logistik, tetapi juga bagi enterprise yang sudah memiliki teknologi, tim, dan alur kerja sendiri. Dalam konteks tersebut, Biteship dapat berperan sebagai bagian dari ekosistem operasional perusahaan tanpa mengharuskan brand mengganti seluruh sistemnya.
Shipper juga menyediakan konektivitas dengan berbagai kanal penjualan dan solusi teknologi untuk mendukung sinkronisasi pesanan dan stok. PErusahaan perlu membandingkan kedalaman integrasi, proses implementasi, dan kemampuan sistem masing-masing platform.
Perbandingan Warehouse Management System
Fulfillment dan WMS sering dianggap sebagai layanan yang sama, padahal keduanya memiliki model operasional yang berbeda. Dalam layanan fulfillment, aktivitas gudang dijalankan oleh penyedia fulfillment. Sementara itu, WMS digunakan oleh perusahaan yang masih mengelola gudangnya sendiri dan membutuhkan sistem untuk membantu operasional.
1. WMS Biteship untuk Meningkatkan Produktivitas Gudang
Biteship menyediakan WMS yang dirancang untuk membantu meningkatkan produktivitas operasional gudang. Sistem ini membantu perusahaan mengelola proses gudang secara lebih terstruktur, mulai dari penerimaan barang, pencatatan dan penempatan stok, pengelolaan lokasi penyimpanan, pemrosesan pesanan, picking, pengemasan, hingga penyerahan pesanan ke layanan pengiriman.
Informasi mengenai stok, lokasi barang, dan status pesanan dapat dipantau melalui sistem secara real-time.
WMS Biteship juga memiliki keunggulan karena terhubung dengan ekosistem fulfillment dan pengiriman Biteship. Koneksi tersebut membantu perusahaan mengelola alur dari pesanan masuk, operasional gudang, hingga last-mile delivery secara lebih terintegrasi.
Bagi bisnis, terutama skala enterprise, manfaat WMS bukan hanya mengganti pencatatan manual menjadi digital. WMS juga dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan produktivitas, kontrol operasional, dan kemampuan perusahaan dalam menangani skala pesanan yang lebih besar.
2. WMS dan Solusi Teknologi Shipper
Shipper juga menyediakan solusi teknologi untuk mendukung pengelolaan gudang, pesanan, dan fulfillment. Solusi tersebut dapat dipertimbangkan oleh perusahaan yang ingin mengelola berbagai kebutuhan logistik melalui ekosistem Shipper.
Dalam membandingkan WMS, perusahaan dapat menilai beberapa hal berikut:
- Kemudahan penggunaan sistem;
- Kemampuan integrasi dengan OMS atau ERP;
- Visibilitas stok secara real-time;
- Pengelolaan multi-gudang;
- Pengaturan pengguna dan hak akses;
- Dukungan implementasi;
- Kemampuan reporting;
- Integrasi dengan pengiriman; dan
- Fleksibilitas sistem mengikuti proses bisnis perusahaan.
Perbandingan dari Sisi Developer (Shipping API)
Bagi perusahaan yang memiliki website, aplikasi, ERP, OMS, atau sistem internal, Shipping API dapat membantu menghubungkan berbagai layanan pengiriman tanpa harus mengelola integrasi kurir satu per satu. Bagi developer, berikut ini perbandingan Biteship dan Shipper Shipping API.
1. Dokumentasi API
Biteship menyediakan dokumentasi API untuk membantu developer memahami proses integrasi, autentikasi, pengecekan tarif, pembuatan pengiriman, tracking, dan fungsi lainnya.
Pendekatan API-first memungkinkan perusahaan mengintegrasikan layanan logistik ke dalam sistem dan alur kerja yang sudah digunakan.
Shipper juga memiliki dokumentasi API untuk mendukung integrasi layanan logistik dengan sistem perusahaan.
2. Coverage Kurir via API
Melalui satu API, Biteship mampu terintegrasi dengan multi-kurir seperti JNE, J&T, SiCepat, TIKI, hingga GoSend. Brand dapat membandingkan tarif, layanan, dan estimasi pengiriman tanpa membangun integrasi terpisah dengan masing-masing kurir.
Kemudian, untuk API Shipper, layanannya mencakup regular, express, instant, hingga same-day. Kedua platform ini sama-sama melayani pickup kurir tanpa minimum order.
Sebelum membuat keputusan, brand sebaiknya memeriksa kurir, jenis layanan, area cakupan, dan metode pickup yang tersedia sebelum membuat keputusan.
3. Kemudahan Integrasi
Biteship dan Shipper sama-sama mengklaim kemudahan integrasi API. Biteship dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang mengutamakan fleksibilitas integrasi. Shipping API Biteship dapat dihubungkan dengan website e-commerce, aplikasi mobile, ERP, OMS, marketplace enabler, sistem internal perusahaan, dan platform lain yang digunakan dalam operasional bisnis.
Bagi enterprise, fleksibilitas ini penting karena perusahaan biasanya sudah memiliki sistem dan proses kerja yang tidak dapat diganti secara instan.
Sementara itu, Shipper dapat dipertimbangkan apabila perusahaan ingin menghubungkan sistemnya dengan layanan logistik dan supply chain dalam ekosistem Shipper. Dalam beberapa kasus, proses integrasi dengan Shipper juga dapat membutuhkan keterlibatan yang lebih intens dengan tim teknis mereka, mengingat kompleksitas ekosistem layanan enterprise yang ditawarkan.
4. Skala dan Volume Pengiriman
Biteship dapat digunakan oleh bisnis dengan volume pengiriman yang masih berkembang maupun perusahaan dengan kebutuhan pengiriman yang lebih kompleks. Untuk bisnis dalam tahap awal, layanan dapat digunakan untuk menyederhanakan pemilihan kurir dan proses pengiriman. Sementara bagi enterprise, API, integrasi OMS, fulfillment, dan WMS dapat digunakan untuk mendukung operasional dalam skala yang lebih besar.
Shipper juga melayani bisnis yang membutuhkan fulfillment, pergudangan, dan distribusi dengan skala operasional luas.
arena kebutuhan setiap perusahaan berbeda, keputusan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada jumlah pesanan per bulan. Perhatikan juga tingkat kompleksitas SKU, jumlah kanal penjualan, jumlah lokasi gudang, kebutuhan integrasi, jenis produk, pola distribusi, SLA, dan tingkat dukungan yang dibutuhkan.
Kelebihan Biteship yang Menonjol
Berikut ini kelebihan Biteship sebagai penyedia layanan ekosistem logistik yang dapat dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan pengiriman brand.
1. Cocok untuk SME hingga Enterprise
Biteship tidak hanya relevan bagi bisnis kecil atau startup. Brand dapat menggunakan layanan Biteship secara bertahap sesuai perkembangan bisnis, mulai dari dashboard pengiriman, shipping API, fulfillment, hingga WMS. Bagi enterprise, layanan dapat diintegrasikan dengan sistem dan operasional yang sudah berjalan.
2. Integrasi dengan Berbagai OMS
Biteship dapat terhubung dengan berbagai OMS, seperti Jubelio, Desty, dan Forstok. Integrasi ini menjadi keunggulan bagi brand yang sudah menggunakan OMS untuk mengelola pesanan dari marketplace, website, dan kanal penjualan lainnya.
3. Shipping API dan Pilihan Multi-Kurir
Perusahaan dapat mengakses berbagai kurir melalui satu integrasi API. Hal ini membantu tim teknologi mengurangi pekerjaan integrasi sekaligus memberikan lebih banyak pilihan pengiriman bagi bisnis dan pelanggan.
4. WMS yang Berfokus pada Produktivitas
WMS Biteship membantu operasional gudang menjadi lebih terstruktur. Perusahaan dapat meningkatkan visibilitas stok, mempercepat pemrosesan pesanan, mengurangi aktivitas manual, dan membantu tim gudang menangani volume pesanan secara lebih produktif.
5. Ekosistem Order-to-Delivery
Biteship menghubungkan proses pengelolaan pesanan, fulfillment, gudang, dan pengiriman. Dengan ekosistem tersebut, perusahaan dapat mengurangi fragmentasi data dan mengelola alur order-to-delivery secara lebih terintegrasi.
6. Fleksibel Mengikuti Kebutuhan Bisnis
Perusahaan tidak harus menggunakan seluruh layanan sekaligus. Brand dapat memilih solusi sesuai kebutuhan, misalnya:
- Hanya menggunakan Shipping API;
- Menggunakan fulfillment dan pengiriman;
- Menggunakan WMS untuk gudang sendiri; atau
- Menggabungkan WMS, fulfillment, dan multi-kurir.
Kelebihan Shipper yang Menonjol
Di sisi lain, berikut adalah kelebihan Shipper yang bisa Anda pertimbangkan.
1. Jaringan Warehousing yang Luas
Shipper memiliki jaringan fasilitas hingga 120+ pergudangan dan fulfillment di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan yang membutuhkan distribusi dan penempatan stok di banyak lokasi.
2. Cakupan Supply Chain
Selain pengiriman dan fulfillment, Shipper menyediakan berbagai layanan untuk mendukung kebutuhan supply chain perusahaan. Layanan ini dapat relevan bagi bisnis yang membutuhkan warehousing, distribusi, freight, atau dukungan logistik lainnya.
3. Relevan untuk Operasional Berskala Luas
Shipper dapat dipertimbangkan oleh perusahaan yang mengelola kebutuhan logistik dalam skala besar dan membutuhkan dukungan jaringan operasional yang luas.
Matriks Keputusan Antara Biteship vs Shipper
Tidak ada satu platform yang selalu cocok untuk semua perusahaan. Untuk mempermudah Anda dalam memilih Shipper atau Biteship, coba gunakan pertimbangan berikut dalam membantu menentukan pilihan.
Pertimbangkan Biteship apabila:
- Brand Anda sudah menggunakan OMS, misalnya Jubelio, Desty, BigSeller, Forstok, atau Anchanto;
- Perusahaan membutuhkan partner fulfillment yang dapat terhubung dengan sistem yang sudah digunakan;
- Perusahaan membutuhkan Shipping API untuk website, aplikasi, ERP, atau sistem internal;
- Bisnis ingin menggunakan banyak kurir melalui satu integrasi;
- Perusahaan mengelola gudang sendiri dan hanya membutuhkan WMS untuk meningkatkan produktivitas;
- Brand membutuhkan kombinasi fulfillment, WMS, dan pengiriman;
- Perusahaan menginginkan sistem yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan perkembangan operasional; atau
- Enterprise membutuhkan partner logistik yang dapat menjadi bagian dari ekosistem teknologi perusahaan.
Pertimbangkan Shipper apabila:
- Perusahaan membutuhkan jaringan warehousing dan distribusi yang luas;
- Operasional perusahaan melibatkan berbagai kebutuhan supply chain;
- Bisnis membutuhkan dukungan fulfillment di banyak wilayah;
- Perusahaan membutuhkan layanan logistik yang mencakup warehousing, distribusi, dan supply chain; atau
- Cakupan jaringan fisik menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan partner.
Siap Meningkatkan Produktivitas Operasional Logistik Bisnis Online Anda?
Setiap bisnis memiliki volume pesanan, kanal penjualan, sistem, dan alur operasional yang berbeda. Karena itu, solusi logistik untuk enterprise tidak dapat menggunakan pendekatan yang sama untuk semua perusahaan.
Biteship membantu brand terhubung dengan berbagai ekspedisi pengiriman, fulfillment, dan operasional gudang melalui ekosistem logistik yang fleksibel dan terintegrasi. Gunakan Fulfillment Biteship apabila Anda ingin menyerahkan proses penyimpanan, picking, packing, dan pengiriman kepada partner profesional. Sementara itu, gunakan WMS Biteship apabila perusahaan ingin tetap mengelola gudang sendiri sekaligus meningkatkan produktivitas, akurasi, dan visibilitas operasional.
Diskusikan kebutuhan logistik bisnis Anda dengan tim Biteship untuk menemukan solusi yang sesuai dengan sistem, skala, dan target pertumbuhan perusahaan.
FAQ
Mana yang lebih cocok untuk enterprise, Biteship atau Shipper?
Biteship dan Shipper sama-sama dapat dipertimbangkan oleh perusahaan enterprise. Biteship lebih relevan bagi enterprise yang membutuhkan fleksibilitas integrasi, Shipping API, konektivitas dengan OMS, fulfillment, dan WMS yang dapat disesuaikan dengan sistem perusahaan. Sementara itu, Shipper dapat dipertimbangkan oleh perusahaan yang mengutamakan jaringan warehousing, distribusi, dan cakupan layanan supply chain yang luas.
Apakah Biteship dan Shipper mendukung integrasi dengan marketplace?
Ya, baik Biteship maupun Shipper mendukung integrasi dengan berbagai marketplace dan platform e-commerce untuk memudahkan pengelolaan pesanan serta pengiriman. Namun, jenis integrasi, platform yang didukung, serta proses implementasinya dapat berbeda. Bisnis perlu memeriksa kompatibilitas dengan marketplace, OMS, webstore, atau sistem internal yang digunakan.
Kurir apa saja yang didukung oleh Biteship dan Shipper?
Biteship dan Shipper bekerja sama dengan berbagai perusahaan ekspedisi populer di Indonesia, seperti JNE, J&T, SiCepat, TIKI, hingga GoSend.
Apakah Biteship dan Shipper menyediakan layanan pelacakan paket secara real-time?
Hanya Biteship yang secara jelas menyebutkan keunggulannya dari segi tracking real-time.




